
Sudah 4 hari Pelangi berada di London. Rencananya yang akan mengahabiskan waktunya di London selama satu minggu, nyatanya membuat Pelangi ingin segera pulang. Jika ditanya alasannya apa, pastinya dia merindukan suaminya. Lagipula apa salahnya merindukan suaminya sendiri. Tidak ada larangannya bukan. Kecuali merindukan suami orang, itu baru salah besar.
Dan hari ini Pelangi memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Dia tidak meberitahukan pada Kenzo. mungkin nanti jika sudah tiba, dia akan meminta Kenzo menjemputnya di bandara.
“Kamu yakin Bre mau pulang sekarang?” tanya Leo.
“Iya. Kenapa? Kamu mau ikut?” tanyanya.
“Buat apa aku ikut? Mau jadi obat nyamuk?” jawab Leo dan membuat Pelangi tetawa.
Tak lama kemudian Richard dan Agatha juga masuk ke kamar Pelangi. Om dan Tantenya sebenarnya masih ingin menahan kepulangan keponakannya itu. Tapi apa boleh buat, Richard juga ingin melihat kebahagiaan Pelangi. Jadi dia membiarkan Pelangi pulang untuk segera memperbaiki pernikahannya dengan Kenzo.
“Om dan Tante akan selalu ada untuk kamu, Nak. jika ada masalah apapun datanglah pada kami. Kamu itu anak Om dan Tante. Jadi jangan pernah memendam masalah kamu sendirian.” Ucap Richard.
“Iya Om, Tante. Terima kasih.” Ucap Pelangi dan segera berhambur memeluk Om dan Tantenya bergantian.
Setelah selesai mempacking baju-bajunya, Pelangi segera menuju bandara dengan diantar oleh Leo, Richard, dan juga Agatha.
Sementara itu Kenzo hari ini tampakn uring-uringan. Sejak tadi pagi pesan yang dikirim pada Pelangi tak juga mendapatkan balasan. Jangankan balasan, dibaca saja tidak. Dan parahnya lagi ponsel istrinya itu sedang tidak aktif selama beberapa jam. Kenzo akhirnya hanya bisa pasrah. dia tidak mau berburuk sangka. Walau sebenarnya pikirannya sudah macam-macam. Bagiaman jika Pelangi memutuskan untuk tinggal disana dan mengganti nomor ponselnya. Lalu, bagaimana jika Pelangi disana bertemu dengan pria lain yang telah membuatnya jatuh cinta. Dan masih banyak lagi yang lainnya.
Sampai Kenzo pulang dari kantor pun Kenzo mengecek ponselnya. Dan masih sama, ponsel Pelangi masih belum aktif. Akhirnya Kenzo memilih untuk berendam saja, agar pikirannya sedikit rileks.
Sementara itu Pelangi yang baru saja turun dari pesawat, dia mengaktifkan ponselnya dan banya pesan dari Kenzo. kemudian dia tidak membalasnya langsung, melainkan menghubunginya melalui panggilan suara. Tapi sayang, sampai panggilan ketiga, Kenzo tak juga mengangkatnya.
Pelangi memilih duduk di kursi tunggu untuk istirahat sejenak. Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Apa Kenzo sudah tidur. Atau lebih baik dia pulang saja menaiki taksi.
Kenzo yang habis mandi tadi langsung keluar untuk makan malam. Dia lupa tidak membawa ponsel. Setelah pulang, dia mencari ponselnya dan melihat ada 3 panggilan dari istrinya beberapa menit yang lalu. Hati Kenzo sangat senang. Dia segera menghubungi Pelangi balik.
“Halo Ken? Apa kamu sibuk sekarang?” tanya Pelangi saat panggilan Kenzo baru tersambung.
“Nggak. Sorry, aku tadi habis makan diluar. Kamu kemana saja dari tadi ponsel kamu tidak aktif?” tanya Kenzo.
“Kamu bisa jemput aku ke bandara sekarang nggak Ken?” tanya Pelangi dan menghiraukan pertanyaan Kenzo.
__ADS_1
“Apa? Ke bandara? Maksud kamu?” tanya Kenzo bingung.
“Kalau kamu sibuk, aku naik taksi saja Ken.” Jawab Pelangi pura-pura kecewa.
“Tunggu! Tunggu saja disana. Aku akan segera kesana.” Ucap Kenzo dan segera menutup panggilannya.
Dengan cepat Kenzo menyambar kunci mobilnya dan segera menuju bandara. Kenzo terkejut sekaligus sangat senang setelah tahu kalau istrinya pulang lebih awal dari rencananya.
Beberapa saat berkemudi, akhirnya mobil Kenzo sudah tiba di bandara. Dia berlari mencari keberadaan istrinya. Entah kenapa hati Kenzo berdebar saat akan bertemu dengan istrinya. Rasanya dia seperti ABG yang baru saja puber dan merasakan cinta pertamanya.
Dari jauh Kenzo dapat melihat sosok perempuan yang selama beberapa hari ini dia rindukan. Istrinya itu tampak sedang meregangkan otot-ototnya sambil duduk di kursi tunggu yang ada di bandara. Kenzo semakin mempercepat langkahnya. Dia ingin segera memeluk Pelangi. Biarlah jika nanti Pelangi protes dengan tindakannya, yang pasti dia ingin meluapkan rasa rindunya pada sang istri.
“Pelangi!” panggil Kenzo.
Pelangi tersadar dan segera berdiri menghampiri Kenzo. namun tiba-tiba saja Kenzo menabrak tubuhnya dan merengkuhnya dengan erat.
Grep
“Ken! Lepasin. Aku nggak bisa nafas.” Keluh Pelangi dan Kenzo segera melepaskan pelukannya.
“Ah iya Sorry.” Ucap Kenzo.
“Kamu ko’ nggak bilang kalau pulang hari ini?” tanya Kenzo.
Kini mereka sudah berjalan menuju parkiran. Kenzo bahkan tanpa sadar sejak tadi tangannya menggandeng tangan Pelangi. Pelangi pun membiarkannya.
“Kenapa memangnya? Apa kamu menginginkan aku terus di London?” tanya Pelangi datar.
“Eh, bukan gitu. Kan kamu bilang seminggu disana. Nggak tahunya malah lebih cepat dari seminggu.” Jawab Kenzo.
“Ya, aku pengen pulang saja. Nggak enak lama-lama nggak kerja. Kasihan Alex.” Ucap Pelangi dan membuat Kenzo kecewa mendengarnya. Padahal dia ingin sekali mendengar kalau Pelangi pulang lebih cepat karena merindukannya.
“Ya sudah ayo pulang. Nanti mampir makan dulu ya Ken. Aku lapar.” Ucap Pelangi mencairkan suasana. Dan Kenzo hanya mengangguk.
__ADS_1
Kenzo menghentikan mobilnya di sebuah restaurant cepat saji. Karena waktunya sudah sangat malam, dan hanya restaurant itu masih buka.
Pelangi memesan makanannya sendiri karena Kenzo bilang sudah makan. Jadi dia hanya menunggui istrinya makan.
“Dapat salam dari Om dan Tante.” Ucap Pelangi di tengah-tengah kegiatan makannya.
“Iya.” Jawab Kenzo datar.
Pelangi mengerti kalau Kenzo berubah setelah mendengar perkataannya tadi. tapi dia membiarkannya dulu. Karena dia sangat lapar.
Selesai makan, mereka berdua masuk ke mobil dan segera pulang ke apartemen. Dalam perjalanan, Kenzo hanya diam saja. Dia beralasan kalau capek dan ingin segera istirahat. Pelangi pun jadi merasa menyesal telah meminta Kenzo menjemputnya.
“Harusnya tadi kamu bilang kalau kamu tidak bisa jemput aku Ken.” Ucap Pelangi saat mereka sudah di basement apartemen.
“Nggak apa-apa.” Jawab Kenzo datar.
“Harusnya aku tidak pulang secepat ini. harusnya aku tinggal beberapa minggu lagi di London. Nyatanya orang yang aku rindukan tidak senang dengan kepulanganku.” Ucap Pelangi dan segera keluar dari mobil.
Pelangi berjalan cepat menuju unit apartemennya sendiri, bukan apartemen Kenzo. kenzo yang sejak tadi masih diam mencerna ucapan istrinya, kini sudah tersadar di saat istrinya sudah tidak ada di dalam mobil. Dengan cepat Kenzo keluar dan mengejar istrinya. Dia tahu arah unit apartemen yang dituju oleh Pelangi.
“Maafkan aku. aku juga merindukanmu Pelangi.” Ucap Kenzo dan menghentikan langkah Pelangi.
“Aku sangat merindukanmu. Please jangan pergi jauh lagi dariku.” Tambahnya.
Pelangi berbalik badan dan tersenyum pada Kenzo. dia segera menghampirinya dan memeluk tubuh pria yang sangat dia rindukan.
.
.
.
*TBC
__ADS_1