Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 15


__ADS_3

Pelangi tak peduli jika ciuman pertamanya diambil oleh Kenzo yang notabene adalah suaminya sendiri. Meskipun hanya suami sementara. Pelangi juga nggak habis pikir dengan kamauan Kenzo untuk mempertahankan pernikahan. Dia tidak tahu jalan pikiran Kenzo yang semula menolak keras pernikahan bahkan yang mempunyai ide pernikahan kontrak.


Jujur saja Pelangi memang sepertinya sudah menutup hatinya untuk menyambut datangnya cinta dari siapa pun. Pelangi tidak mau mengalami kejadian pahit seperti masa lalunya. Baginya yang terpenting saat ini hanya untuk bekerja untuk dirinya sendiri dan adik-adik pantinya.


***


“Om Richard minta lo ikut ngantar ke bandara besok siang.” Ucap Pelangi sebelum berangkat ke bekerja.


“Iya.” Jawab Kenzo singkat.


Setelah itu Pelangi segera berangkat ke bengkel menggunakan mobilnya. Karena motornya masih ada di bengkel Alex gara-gara tragedy mogok dadakan. Pelangi melajukan mobilnya pelan membelah kemacetan jalanan. Hal ini sudah menjadi rutinitasnya tiap hari.


Setelah beberapa menit berkendara akhirnya dia sampai bengkel dan segera memasukkan mobilnya kembali ke garasi ruma Alex. Pelangi lebih nyaman menggunakan motor daripada mobil. Baginya sangat ribet dan kalau naik motor juga tidak terjebak macet.


“Eh kirain lu ga datang lagi Bre.” Ucap Alex.


“Terus ngapain juga. memang kan ini pekerjaan gue.” Jawab Pelangi.


“Ya nemenin laki lo kan bisa. Bukaannya kemarin udah serah terima jabatan ke laki lo? Apa lo akan ngebiarin laki lo sendirian memegang perusahaan milik bokap lo Bre?” Tanya Alex.


“Ya mau gimana lagi. Dia juga mau. Nggak nolak.” Jawab Pelangi cuek sambil mengambil baju khas perbengkelannya.


“Lo nggak takut apa kalau laki lo berbuat macam-macam gitu. Misal jual saham perusahaan lo, trus nguras kekayaan bokap lo?” Tanya Alex khawatir.


Pelangi terdiam sejenak menmikirkan ucapan Alex. Kalau Kenzo sepertinya tidak seperti itu. Meskipun pria itu menjalani pernikahan ini dengan terpaksa. Namun Pelangi terbesit sedikit rasa aneh dengan ibu mertuanya. Sejak pernikahannya, si ibu mertuanya itu selalu tampak diam dan sepertinya enggan menyapa dirinya. Dan kemarin saat serah terima jabatan pada Kenzo, si ibu tiri suaminya itu bersikap tak biasa pada dirinya dan terkesan seperti pura-pura baik.


“Nggak mungkin lah. Dia nggak seperti itu.” Jawab Pelangi.

__ADS_1


“Ya siapa tahu kan Bre. Ya udah yok mulai kerja.” Pungkas Alex karena bengkel sudah kelihatan ramai.


Bengkel tempat Pelangi bekerja ini sebenarnya bukan punya Alex, melainkan punya Pelangi sendiri. Hanya saja Pelangi yang mempercayakan semuanya pada Alex. Bahkan semua orang dan beberapa karyawannya juga menganggap kalau bengkel itu milik Alex.


Usaha bengkel ini pun sudah digeluti oleh Pelangi semenjak dia masih duduk di bangku kuliah dulu. Richard juga tidak tahu kalau uang pemberiannya digunakan Pelangi untuk modal membuka usaha tersebut. Memang awalnya hanya bengkel kecil. Namun karena Alex juga termasuk orangnya yang giat dan konsisten dalam bekerja, akhirnya lama-lama bengkel itu semakin ramai dan omzetnya juga semakin meningkat.


Richard dan Agatha yang mengetahui itu semua tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Mereka tahu kalau watak keponakannya itu sangat keras kepala seperti kakaknya yang tak lain Papa Pelangi. Padahal Richard sudah menggadang-gadang Pelangi yang akan menjadi generasi penerus untuk perusahaan Papanya yang sudah lama ia pegang.


***


Sementara itu Kenzo hari ini juga mulai bekerja di perusahaan milik istrinya yang kemarin telah berpindah tangan padanya. Dengan dirinya sendiri yang menjadi presdirnya.


“Selamat pagi Tuan Kenzo!” sapa seoarang perempuan yang dia yakini akan menajdi sekretarisnya.


“Hmm” Jawab Kenzo datar kemudian masuk ke dalam ruangannya.


Tok tok tok


Terdengar ketukan pintu. Setelah Kenzo mempersilakan masuk, muncullah seorang perempuan yang tadi menyapanya. Perempuan itu masuk dengan membawa beberapa map dan menyerahkannya pada Kenzo.


“Maaf Tuan. Perkenalkan dulu, saya Widya. Saya yang akan menjadi sekretaris anda. Dan saya siap membantu pekerjaan anda mulai dari sekarang.” ucap Widya.


Wanita berusia sekitar 25 tahun. Cantik, pintar, dan juga menarik. Memang sengaja Richard menunjuk Widya sebagai sekretaris Kenzo. Karena dia sudah cukup lama bekerja di perusahaan ini dan juga kinerjanya sangat bagus.


“Hmm baiklah. Apa yang kamu bawa?” Tanya Kenzo.


“Ini dokumen berisi tentang data-data perusahaan yang akan anda pelajari. Saya yakin kalau anda masih butuh waktu mempelajari dan mendalami tentang seluk beluk tentang perusahaan ini.” jawab Widya.

__ADS_1


“Baiklah. Nanti akan aku pelajari. Apa saja agendaku hari ini?” Tanya kenzo kemudian.


“Untuk beberapa hari ke depan tidak ada meeting. Karena sebelumnya sudah dihandle oleh Tuan Richard.” Jawab Widya.


“Ya sudah. Kamu boleh kembali ke ruangan kamu.” Ucap Kenzo dan diangguki oleh Widya dengan sopan.


Widya keluar dari ruangan Kenzo sambil mengambil nafas sebanyak-banyaknya. Dia merasakan hawa panas saat berada di dalam ruangan presdir tadi. sebelumnya Widya juga sudah tahu siapa yang akan menggantikan posisi Richard, setelah serah terima jabatan kemarin. Tapi saat bertemu dalam jarak dekat seperti tadi, ditambah pembawaan Kenzo yang sangat dingin, membuat perempuan beranak satu itu tampak ketar-ketir.


“Bisa-bisanya Aubre punya suami seperti itu. Ganteng sih tapi kalau dingin ya mana tahan. Bikin pilek tiap hari yang ada.” Gumam Widya dan kembali ke tempat duduknya.


***


Sementara itu Eva hari ini sedang sibuk di butiknya. Namun sesibuk-sibuknya dia masih bisa bersantai. Sejak kemarin dirinya kesulitan menghubungi kekasihnya yang tak lain adalah Kenzo. Terlebih setelah mendengar kabar bahwa kemarin Kenzo telah menjabat sebagai sseorang presdir pada perusahaan milik istrinya. Kalau aja Dafa tidak memberitahunya, Eva juga tidak akan mengetahui apapun. Terlebih tentang siapa Pelangi sebenarnya.


Eva sangat cemas jika suatu saat Kenzo akan jatuh ke pelukan istrinya. Setelah tahu kalau Pelangi itu adalah anak dari pengusaha kaya raya, Eva menjadi sangat khawatir kalau Pelangi akan menggunakan kuasanya untuk menjauhkan dirinya dengan Kenzo. Apalagi perempuan itu sudah memergokinya jalan dengan Dafa.


“Bodoh!! Kenapa bisa kemarin aku bertemu dengan perempuan sialan itu. Kalau sudah seperti ini akan semakinmempersulit langkahku untuk menguras harta Kenzo.” Gumam Eva dalam hati.


Ya, selama ini Eva berpacaran dengan Kenzo hanya untuk uang saja. Karena kenzo begitu royal padanya. Apa saja yang dia minta pasti akan dituruti oleh pria itu. Eva juga ingin secepatnya Kenzo menikahinya. Dan setelah berhasil mendapatkan harta kekayaan Kenzo, dia akan pergi meninggalkan pria itu.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya dg like, komen, vote, dan giftnya. tangkyuuuu😘😘😘😘


__ADS_2