Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 7


__ADS_3

Setelah Pelangi dan Kenzo sudah dinyatakan sah sebagai pasangan suami istri, Om dan Tante Pelangi tampak bahagia karena janjinya pada sang kakak sudah terbayar dengan menikahkan anak mereka. Sedangkan Damian juga ikut merasa bahagia karena telah sudah menikahkan Kenzo dan Pelangi yang tak lain anak sahabatnya. Damian sejak lama bersahabat dengan mendiang Papa Pelangi hari ini terlihat bersedih karena sahabatnya itu tidak ikut merasakan bahagia sama halnya seperti dirinya. Damian berjanji akan selalu menjaga Pelangi seperti anaknya sendiri. Sedangkan Rosalina, entah kenapa wanita itu sejak tadi hanya diam saja saat menyaksikan pernikahan Kenzo dan Pelangi.


Setelah acara ramah tamah, kini kedua keluarga itu sedang duduk di ruang keluarga untuk membicarakan sesuatu khususnya pada si pengantin baru itu.


“Sekarang kalian sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Om harap kalian bisa menjalani biduk rumah tangga kalian dengan saling mencintai, menyayangi, dan saling mengerti. Memang kalian belum kenal lebih dalam, jadi apa salahnya kalian sama-sama belajar untuk hal itu.” Ucap Richard menasehati Pelangi dan Kenzo.


Pelangi dan Kenzo hanya menunduk mendengarkan petuah dari omnya. Pelangi sebenarnya sudah tidak tahan dengan pakaiannya saat ini. baginya yang terpenting sekarang harus bisa keluar dari ruangan ini. sedangkan Kenzo, pikirannya hanya tetuju pada Eva. Entah kenapa semenjak dirinya mengecup kening Pelangi setelah ijab qobul selesai, Kenzo seperti dihinggapi rasa bersalah pada Eva.


“Apa yang dikatakan Om Richard benar. Mulailah dari sekarang. karena pacaran setelah menikah itu pahalanya besar, dibandingkan pacaran sebelum menikah, hanya akan memupuk dosa yang semakin subur.” Ucap Damian sedikit menyindir Kenzo.


“Sekarang, kalian bebas memilih untuk tinggal dimana. Boleh di rumah ini atau di rumah Papa Damian?” Tanya Richard.


“Ehm, kami berdua sudah sepakat untuk tinggal di apartemen saja Om, Pa. biar kami berdua semakin dekat dan lebih mandiri. Bukan begitu Sayang?” ucap Kenzo sekaligus bertanya pada Pelangi.


Pelangi sungguh jijik mendengar Kenzo memanggilnya sayang. Namun benar juga ide Kenzo untuk tinggal di apartemen. Dia tidak akan merasa bebas untuk menjalani pernikahan pura-pura ini.


“Iya.” Jawab Pelangi.


Kedua orang tua itu sebenarnya tidak setuju dengan ide si pengantin baru itu yang memutuskan untuk tinggal di apartemen. Tapi mau bagaiman pun juga ide Kenzo tidak ada yang salah. Mereka berdua baru kenal. Dan mungkin dengan tinggal berdua bisa mendekatkan keduanya agar saling mencintai.


***


Kini Pelangi dan Kenzo sudah berada di dalam mobil menuju apartemen Kenzo. Tidak banyak baju yang dibawa oleh Pelangi karena bajunya kebanyakan ada di apartemen. Mungkin nanti Pelangi akan mengambil bajunya di apartemennya setelah tiba di apartemen Kenzo.

__ADS_1


Pelangi duduk di samping Kenzo dengan masih memakai baju pengantinnya yaitu kebaya dan jarik. Memang Om dan Tantenya mengingaankan pakaian adat jawa karena cukup simple untuk acara yang sederhana. Terlihat Pelangi sedang sibuk melepas kain jarik berbentuk rok sempit itu. Dia tidak tahan memakai pakaian seperti itu.


“Gila! Apa yang lo lakuin? Bisa nggak lo lepasnya nanti saat sampai di apartemen.” Teriak Kenzo.


“Tenang saja. Gue pakai dalaman celana legging. Kenapa muka lo jadi tegang gitu? Bukannya lo nggak tertarik sama cewek bar-bar kayak gue?” ucap Pelangi yang kini sudah berhasil melepas jeratan kain yang membelit tubuhnya itu.


Kenzo hanya diam saja. Memang dirinya tidak tertarik dengan Pelangi, tapi dia itu pria normal yang pastinya memiliki hasrat saat melihat kemolekan wanita. Apalagi saat Pelangi hanya memakai legging tipis yang bisa membuat jakun Kenzo naik turun.


Pelangi sedikit heran dengan arah jalan menuju apartemen Kenzo yang sama dengan arah ke apartemennya. Dan benar saja, memang apartemennya sama. Pelangi nggak habis pikir kalau selama ini dia tinggal di apartemen yang sama dengan calon suaminya.


Sedangkan Kenzo berusaha diam dan tenang saat melihat Pelangi seperti terkejut mengetahui apartemennya sama. Kenzo tidak ingin mengatakan pada Pelangi kalau dia tahu dimana unit apartemen Pelangi berada.


Pelangi mengikuti langkah kaki Kenzo menuju unit apartemennya sambil membawa tas ranselnya. Dia bernafas lega karena jarak lantai unitnya dan unit milik Kenzo beda lima lantai.


Kenzo membuka pintu dan mempersilakan Pelangi masuk tanpa mengucap satu patah kata pun. Pelangi duduk di sebuah sofa sambil menyenderkan punggungnya. Sedangkan Kenzo masuk ke dalam kamarnya sepertinya mengambil sesuatu.


Sebelum Kenzo memberikan map itu pada Pelangi, pria itu terlebih dulu menunjukkan kamar yang akan ditempati olehnya nanti. Yaitu di sebelah kamarnya. Jadi mereka berdua tidur di kamar terpisah.


“Apa ini?” Tanya Pelangi saat Kenzo melemparkan map itu di atas meja.


Kenzo enggan menjawab pertanyaan Pelangi. Jadi Pelangi berinisiatif membukanya sendiri, karena map itu ditujukan untuknya. Pelangi terkejut saat membaca isi dalam kertas yang ada dalam map itu. Yang tak lain berisi surat perjanjian pernikahan.


“Gila! Kenapa lo hanya melakukan pernikahan ini hanya 7 bulan saja? Nggak sekalian 9 bulan nunggu samapi lahiran?” Tanya Pelangi sinis. Dia merasa sangat konyol saat membaca isi surat perjanjian itu.

__ADS_1


“Karena tepat tujuh bulan pernikahan ini, gue akan ngelamar sekaligus menikahi kekasih gue. Jadi, saat itu juga gue akan ceraiin lo.” Jawab Kenzo tegas.


Pelangi tidak mau berpikir panjang lagi. Dia segera mengambil bolpint kemudian menanda tangani surat perjajian itu. Setelah itu melemparkannya pada Kenzo.


Kenzo terlihat kesal dengan ulah Pelangi yang sama sekali tidak sopan. Tapi dia merasa lega karena Pelangi tidak banyak komentar dan segera menyetujui perjanjian itu.


Setelah itu Pelangi masuk ke dalam kamar yang ditunjukkan oleh Kenzo tadi. dia mengganti pakaiannya dengan kemeja kotak-kotak kesukannya. Sebelumnya dia sudah membersihkan sisa make upnya. Setelah selesai, dia segera keluar dan melenggang pergi untuk menuju bengkel milik sahabatnya, yaitu Alex.


Kenzo yang melihat kepergian Pelangi tanpa berpamitan padanya hanya bisa tersenyum kecut. Dia juga segera berganti pakaian dan akan pergi ke butik Eva.


***


“Loh Bre, lo kok disini? Bukannya lo habis nikah sama sepupu gue?” Tanya Diva heran.


“Bisa diem nggak lo? Gue mau kerja aja. Daripada pusing nggak ngapa-ngapain.” Jawab Pelangi cuek.


Diva hanya bisa diam saja. Perempuan yang seumuran dengan Pelangi itu tahu kalau sepupunya yang bernama Kenzo baru saja melangsungkan pernikahannya. Lebih tepatnya pernikahan dadakan. Bahkan Diva tidak ikut diundang karena pernikahan itu dilakukan secara tertutup. Diva menyadari kalau diantara keduaanya tidak pernah ada kedekatan bahkan ketertarikan satu sama lain. Namun Diva sangat bersyukur kalau sepupunya menikah dengan Pelangi. Karena Diva sangat tidak suka dengan Eva, perempuan yang telah lama menjadi kekasih Kenzo. Diva berharap hubungan pernikahan sepupunya dengan Pelangi akan berjalan sampai akhir hayat mereka.


Alex yang tidak sengaja mendengar perkataan Diva kalau Pelangi sudah menikah dengan sepupunya, pria itu sangat iba dengan Pelangi. Alex khawatir dengan pernikahan Pelangi yang tidak akan membuat hidup gadis itu bahagia dan justru membuatnya terluka. Alex tahu bagaimana cerita kelam tentang kehidupan percintaan Pelangi.


.


.

__ADS_1


.


*TBC


__ADS_2