
Setelah melihat kepergian Pelangi dari apartemen, Kenzo pun juga ikut keluar. Namun dia keluar untuk menemui Eva, kekasihnya. Kenzo tidak tega rasanya menyakiti hati Eva dengan cara seperti ini. memang dia melakukan pernikahan dengan Pelangi bukan karena cinta melainkan berdasarkan perjanjian.
Kenzo mengendarai mobilnya menuju salah satu butik terkenal di kota, yang tak lain milik Eva. Wanita pujaan hatinya. Sesampainya di butik milik Eva, Kenzo segera masuk ke ruangan Eva yang berada di lantai dua. Pria itu membuka pelan pintu ruangan Eva. Disana terlihat Eva sedang berdiri menghadap jendela. Perempuan itu terlihat sedang melamun, hingga tidak menyadari ada seseorang masuk ke dalm ruangannya.
Kenzo berjalan pelan mendekati Eva yang sedang melamun. Kemudian dia melingkarkan tangannya pada perut langsing Eva. Sontak saja membuat Eva berteriak kaget.
“Arrggghhh!!”
“Stttt!”
Kenzo segera menutup mulut Eva dengan telapak tangannya karena suara Eva yang begitu melengkeing sampai mengganggu telinganya.
“Ken? Kamu disini?” Tanya Eva heran.
“Memangnya kamu nggak suka aku ada disini?” Tanya Kenzo.
“Bukankah hari ini hari pernikahan kamu? Seharusnya kamu mene-“ ucap Eva tak sanggup menahan kesedihannya.
“Sttt…. Kamu tahu kan kalau aku menikahi Pelangi hanya sementara. Dan waktuku hanya untuk kamu, prioritasku juga hanya untuk kamu.” Ucap Kenzo.
Entahlah perasaan Eva semakin tak karuaan saat ini. terlebih mendengar Kenzo menyebut nama istrinya dengan gamblang. Eva sangat takut jika nanti Kenzo lebih memilih istrinya daripada dirinya.
Karena tak ingin melihat kekasihnya bersedih, Kenzo akhirnya mengajak Eva keluar jalan-jalan. Dia sangat hafal sekali dengan kekasihnya bagaimana cara membuatnya kembali ceria. Yaitu dengan mengajaknya berbelanja.
“Kamu mau beli apapun akan aku belikan. Aku ingin melihat senyum di bibir manismu ini. jangan bersedih lagi ya?” ucap Kenzo.
“Iya. Terima kasih Ken. Kamu memang paling mengerti.” Jawab Eva.
Kini Eva dan Kenzo sedang berada dalam pusat perbelanjaan. Eva kembali menunjukkan wajah cerianya saat sudah berada di tempat favoritnya. Kenzo juga ikut senang melihat Eva sudah kembali ceria.
Selain belanja pakaian, Eva juga berbelanja untuk kebutuhan dapur di apartemen kenzo. Perempuan itu sudah terbiasa memasak untuk Kenzo.
Tidak terasa waktu sudah sore. Setelah puas berbelanja, Kenzo mengajak Eva pulang. Namun Kenzo mengajak Eva ke apartemennya terlebih dulu. Dia ingin mengenalkan Eva pada Pelangi. Bukan maksud Kenzo ingin mengenalkan Pelangi sebagai istrinya, namun Kenzo hanya ingin meyakinkan pada Eva, seperti apa sosok Pelangi itu. Yang sama sekali jauh dengan seleranya.
__ADS_1
Kenzo sampai apartemennya, namun tidak melihat motor Pelangi terparkir disana. Padahal sudah jam 5 sore, tapi perempuan itu belum juga pulang. Lantas kemana perginya perempuan yang belum ad 24 jam telah menjadi istrinya itu. Tanpa sadar, Kenzo sudah mulai memikirkan istri bar-barnya.
“Kenapa Ken?” Tanya Eva yang melihat kenzo seperti sedang memikirkan sesuatu.
“Ah, nggak apa-apa. Ayo kita masuk. Kamu mau kan memasak untuk makan malamku?” Tanya Kenzo.
“Tentu. Apapun akan aku lakukan untuk kamu.” Jawab Eva tersenyum.
Kemudian Kenzo mengajak Eva masuk ke dalam apartemennya. Dia juga membawa beberapa barang belanjaan yang tadi dibeli oleh Eva. Sesampainya di dalam, Eva segera menata bahan makanan yang telah dia beli di dalam lemari es dan juga di rak yang ada di dapur Kenzo.
“Aku mandi dulu ya Sayang.” Ucap Kenzo sambil mengecup punggung Eva.
“Ehm Ken, kamu, kamu nggak satu kamar dengan perempuan itu kan?” Tanya Eva lirih.
“Hei, kamu jangan mikir yang macam-macam. Nggak mungkin aku tidur dengannya. Dia tidur di kamar tamu. Sudah ya, jangan mikir yang tidak-tidak.” Ucap Kenzo dan diangguki oleh Eva.
Kemudian Kenzo masuk ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya. Sedangkan Eva melanjutkan kegiatan memasaknya di dapur.
Pukul 6 terdengar pintu terbuka. Pelangi baru saja pulang dari bengkel. Dia sangat haus dan langsung menuju dapur untuk mengambir air minum.
Pelangi yang mendengar teriakan Eva terlihat biasa saja. Bahkan dia sangat tidak peduli dengan keberadaan Eva disana. Pelangi mengambil air dingin yang ada di dalam lemari es, setelah itu masuk ke kamarnya.
“Hei siapa lo?” Tanya Eva.
Eva celingukan ke kanan kirinya melihat seseorang yang mungkin ada disana selain dirinya dan wanita yang sedang berada di depannya.
“Hei gue Tanya sama lo. Lo siapa?” Tanya Eva kesal.
“Oh, lo nanya gue?” Tanya Pelangi sambil menunjuk dirinya sendiri, dan membuat Eva sangat kesal.
“Emang penting ya lo tahu siapa gue. Sorry, lo aja nggak penting buat gue.” Ucap Pelangi dan segera meninggalkan Eva yang terlihat sangat kesal.
Selesai memasak, Eva menunggu Kenzo di ruang tengah. Karena jarak dapur dengan ruang tengah sangat dekat.
__ADS_1
“Sayang, maaf lama nunggu.” Ucap Kenzo yang baru saja keluar dari kamarnya.
Eva hanya diam dan cemberut. Kemudian Kenzo menanykan pada kekasihnya mengapa tiba-tiba mukanya ditekuk. Akhirnya Eva menceritakan kalau ada perempuan menyebalkan yang tadi tiba-tiba masuk ke apartemen. Kenzo puntersenyum melihat Eva cemberut saat bertemu dengan Pelangi.
“Kenapa kamu malah senyum gitu sih Ken?” Tanya Eva.
“Sayang, dia itu Pelangi. Kamu sudah tahu dia kan? Jadi aku nggak mungkin berpaling dari kamu hanya karena cewek bar-bar seperti dia.” Ucap Kenzo.
Eva yang tadi cemberut pun akhirnya sedikit merasa lega. Tidak masalah tadi sempat dibuat kesal dengan Pelangi. Tapi dia sangat senang saat tahu bagaimana istri kekasihnya yang sangat jauh berbeda dengan dirinya.
“Ya sudah ayo kita makan dulu. Aku sudah lapar banget nih.” Ajak Kenzo kemudian.
Saat Kenzo dan Eva berdiri akan makan malam, bertepatan dengan pintu kamar Pelangi yang terbuka. Muncullah sosok Pelangi yang keluar dari kamarnya. Penampilan perempuan itu sangat simple. Dengan memakai kaos oblong berwarna hitam, celana jeans press body dan rambut lurusnya diikat seperti ekor kuda. Jujur saja Kenzo sedikit terpana dengan kecantikan natural Pelangi. Tapi dia berusaha untuk menutupinya.
Pelangi menutup kembali pintu kamarnya tanpa mempedulikan tatapan kedua orang yang sedang berada di ruang tengah. Dia segera keluar dari apartemen milik suaminya untuk makan malam. Namun langkahnya terhenti saat mendengar ucapan Eva.
“Jadi istri itu harus pintar memanjakan suami. Termasuk pintar memasak.” Ucap Eva tiba-tiba.
“Hei nona, lo bicara sama gue?” Tanya Pelangi sambil menunjuk dirinya sendiri seperti yang dilakukannya saat pertama bertemu Eva di dapur tadi.
Eva hanya berdecak kesal melihat tingkah perempuan itu. Bisa-bisanya di dunia ini dia bertemu perempuan bar-bar seperti Pelangi.
“Lo ngajarin gue jadi istri yang baik? Lo udah siap gue merebut kekasih lo?” Tanya Pelangi sambil melirik Kenzo yang sejak tadi hanya diam.
Eva semakin kesal dengan ucapan Pelangi. Niat hati ingin memaki perempuan itu, justri kini harus disudutkan oleh perempuan itu dengan pertanyaannya sendiri.
“Lo nggak perlu repot-repot ngajarin gue jadi istri yang baik. Lagian gue nggak selera dengan laki lo!” ucap Pleangi dan langsung keluar dari apartemen.
.
.
.
__ADS_1
*TBC