Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 11


__ADS_3

“Bisa nggak sih lo nggak ganjen sama semua laki-laki?” ucap Kenzo.


“Gila lo ya. Apa hak lo ngelarang gue seperti ini hmmmppphhh…”


Tiba-tiba saja Kenzo membungkam bibir Pelangi dengan bibirnya. Pelangi yang terkejut dengan perbuatan Kenzo, dia segera mengepalkan tangannya dan memukul kuat perut Kenzo.


“Arghhhh!!!!!” teriak Kenzo kesakitan sambil memegangi perutnya.


“Lo tuh cewek apa cowok sih? Sukanya pakai kekerasan aja.” Kesal Kenzo dan Pelangi tidak peduli.


“Cepat bukain pintunya. Atau lo mau nambah lagi?” ucap Pelangi sambil menunjukkan kepalan tangannya.


“Kita akan ke ruamh Om Richard. Jadi diamlah.” Ucap Kenzo dan segera memacukan kendaraannya menuju rumah Om Richard.


Setelah itu keduanya saling diam selama perjalanan ke rumah Richard. Sesekali Kenzo masih memegangi perutnya yang masih meninggalkan rasa nyeri akibat bogem mentah yang diberikan Pelangi. Sebenarnya dia kuat, tapi mungkin tadi Pelangi memukulnya yang tidak tepat jadi dia masih merasaakan sakit.


Sedangkan Pelangi melirik sekilas pada Kenzo yang sedang memegangi perutnya. Dalam hati dia merasa bersalah. Apalagi dia ingat kalau semalam laki-laki itu habis sakit perut. Tapi dia juga tidak sepenuhnya salah. Karena dirinya tadi hanya melakukan perlawanan sekaligus perlindungan untuk dirinya sendiri. Salah siapa yang main nyosor aja tanpa ijin. Meskipun Kenzo meminta ijin, Pelangi juga tidak akan mengijinkannya.


Beberapa saat kemudian mereka berdua sudah sampai di rumah Richard. Kedatangannya sudah disambut hangat oleh Richard dan Agatha.


“Malam Om, Tante!” Sapa Kenzo ramah.


“Malam juga. ayo langsung masuk saja. Pelangi siapkan air hangat dulu buat suami kamu mandi. setelah itu baru kita makan malam bersama.” Ucap Agatha saat melihat Pelangi memilih masuk ke kamarnya terlebih dulu.


Kenzo masih duduk bersama Richard dan berbicara santai menanyakan kabar. Setelah itu Kenzo meminta ijin untuk masuk ke kamar istrinya. Ini adalah pertama kalinya Kenzo memasuki kamar perempuan yang berstatus istrinya. Kenzo perlahan membuka pintu kamar bercat coklat itu. Pandangannya menyapu seluruh ruangan yang didominasi dengan warna dark blue.


Kenzo tidak melihat istrinya berada dalam kamar. namun terdengar suara gemericik air dalam kamar mandi. kemudian dia duduk di bibir ranjang sambil menunggu istrinya selesai mandi. Kenzo melihat potret istrinya yang dibingkai dalam sebuah pigora besar yang menempel pada dinding kamarnya. Disana ada foto Pelangi yang masih berusia sekitar 17 tahun. Wajahnya sangat cantik natural. Ditambah senyum manis yang tersungging dari bibirnya.


Cklek


Pelangi keluar dari kamar mandi dengan memakai celana pendek di atas lutut dan kaos oblong berwarna hitam. Kemudian rambutnya yang masih basah terbungkus handuk. Jakun Kenzo naik turun saat melihat tubuh istrinya. Apalagi pahanya yang begitu mulus. Namun Pelangi cuek saja. Karena dia tahu kalau dirinya bukan selera Kenzo. Yang Pelangi tahu selera Kenzo adalah wanita dengan tampilan feminim.

__ADS_1


“Usap tuh liur yang mau netes!” ucap Pelangi tiba-tiba membuyarkan lamunan Kenzo.


Tanpa sadar Kenzo pun mengusap bibirnya yang dia kira memang benar mengeluarkan liurnya akibat melihat kemolekan istrinya. Dan ternyata Kenzo sadar kalau dirinya dikerjai oleh Pelangi. Dia segera masuk ke kamar mandi karena sangat malu. Pelangi menutup mulutnya untuk tidak tertawa lepas saat berhasil mengerjain Kenzo.


Setelah pintu kamar mandi tertutup, Pelangi mendekatkan telinganya pada pintu kamar mandi. lagi-lagi Pelangi tertawa lepas saat mendengar umpatan Kenzo di dalam kamar mandi yang ditujukan padanya.


Pelangi tadi memang sudah menyiapkan air untuk Kenzo mandi di dalam bathup. Namun bukian air hangat yang dia siapkan melainkan air panas. Dan saat Kenzo sudah masuk ke dalam bathup, pria itu mengumpat kesal pada Pelangi yang telah berhasil mengerjainya lagi.


“Tunggu saja pembalasanku!” gumam Kenzo saat Pelangi sudah keluar dari kamarnya.


Entah kenapa Pelangi juga sangat senang mengerjai Kenzo. Padahal jail itu sama sekali bukan sifatnya. Namun dengan mengerjai Kenzo, Pelangi seolah mendapatkan kepuasan tersendiri.


Kini Kenzo sudah turun dari kamarnya menuju meja makan. Meskipun dia sangat kesal dengan Pelangi, namun istrinya telah meniapkan baju ganti untuknya.


“Ayo Nak Kenzo makan dulu. Pelangi ambilkan makanan buat suami kamu.” Ucap Agatha.


Pelangi yang tak mau rebut dengan tantenya karena menolak melayani sang suami, akhirnya hanya diam saja dan mengambilkan makanan untuk Kenzo.


“Kamu harus terbiasa memasak dan melayani suami kamu.” Ucap Richard tiba-tiba.


“Apa Nak Kenzo tahu kalau sebenarnya masakan Pelangi itu enak banget lho, seperti masakan mendiang Mamanya. Hanya saja anak ini malas dengan kegiatan masak memasak.” Ucap Agatha membaritahu.


Kenzo hanya mengangguk tersenyum sebagai jawaban. Karena memang dia belum pernah mencoba masakan Pelangi. Yang paling sering Kenzo rasakan hanyalah masakan Eva, kekasihnya.


Mengingat nama Eva. Hampir seharian ini dia tidak mengirim pesan pada kekasihnya. Dia sampai lupa tidak membuka ponselnya sama sekali. Mungkin usai makan malam dia akan menghubungi Eva.


Setelah makan malam, Richard dan istrinya meminta Pelangi dan Kenzo untuk duduk santai dulu di ruang keluarga karena ada hal penting yang harus disampaikan oleh Richard.


“Pelangi, ada yang ingin Om sampaikan pada kamu.” Ucap Richard.


“Ya Om ada apa?” jawab Pelangi.

__ADS_1


“Om hanya menyampaikan wasiat dari mendiang Papa kamu kalau setelah kalian menikah, Om akan menyerahkan perusahaan ke tangan kamu. Kamu bisa meminta Kenzo untuk menanganinya. Dan Om harap kamu juga ikut mengurusnya.” Ucap Richard.


“Kenapa bukan Om saja yang terus menangani perusahaan? Pelangi sudah menganggap Om dan Tante sebagi orang tua Pelangi karena telah merawat Pelangi sejak kecil.” Ucap Pelangi sendu. Kenzo hanya mendengarkan saja tanpa ikut menimpali.


“Memang sudah saatnya kamu yang memegang semua harta warisan orang tua kamu. Om dan Tante sepakat akan tinggal bersama Leo. Karena perusahaan Om juga ada disana yang selama ini diurus oleh Leo.” Ucap Richard lagi.


Inilah yang paling tidak disukai oleh Pelangi saat dirinya menikah. Pelangi tahu kalau Om dan Tantenya akan tinggal di luar negeri setelah tanggung jawabnya selesai. namun Pelangi sangat berat menerima semua kenyataan ini.


Tanpa mengucapkan kata, Pelangi segera meninggalkan ketiga orang yang sedang duduk di ruang keluarga. Richard dan Agatha sebenarnya juga tidak tega jika harus meninggalkan Pelangi. Namun ini semua demi kebaikan Pelangi.


“Nak Kenzo, Om harap kamu bisa menjaga Pelangi dengan baik setelah Om dan Tante tinggal di luar negeri nanti.” Ucap Richard.


Entah kenapa Kenzo merasa ada yang aneh dengan hatinya. Mengingat dirinya menjalani pernikahan ini hanya untuk sementara. Lantas bagaimana jika nanti dirinya sudah berpisah dengan Pelangi. Om Richard juga memintanya untuk menjaganya. Kenzo benar-benar bingung.


“Nak Kenzo sanggup kan?” Tanya Agatha.


“Iya Om, Tante. Kenzo akan menjaga Pelangi dengan baik.” Ucap Kenzo mantap.


Setelah itu Kenzo masuk ke kamar Pelangi. Dia memutuskan untuk menginap karena keadaan hati Pelangi sedang tidak baik.


Kenzo melihat Pelangi sedang duduk di kursi yang ada di balkon sambil menatap langit. Kenzo mendekati istrinya dan ikut duduk di sebelahnya.


“Untuk soal perusahaan kamu,-“


“Lo turuti saja kemauan Om Richard. Setelah kita cerai, gue akan jual perusahaan itu dan gue sumbangkan semuanya ke panti asuhan.” Ucap Pelangi dan segera meninggalkan Kenzo.


Hati Kenzo terasa sakit saat mendengar Pelangi mengucapkan kata perceraian.


.


.

__ADS_1


.


*TBC


__ADS_2