
Ciuman itu berlangsung cukup lama. Tanpa sadar keduanya masih terus berpa gut dan saling menikmati. Tangan Pelang sudah mengalung ke leher Kenzo, sedangkan tangan Kenzo menekan tengkuk Pelangi untuk memperdalam ciu mannya.
2 menit, 3 menit, 5 menit, dan sampai menit ke 7 Pelangi merasa kehabisan pasokan oksigen. Dia tersadar dengan apa yang sedang dilakukan. Kemudian dia mendorong dada bidang Kenzo dan segera beranjak.
“Kamu mau kemana?” tanya Kenzo dengan tangan yang sudah mencekal tangan istrinya.
“Aku mau istirahat. Kamu kembalilah ke unit apartemen kamu.” Jawab Pelangi tanpa melihat wajah suaminya.
Sejurus kemudian Kenzo berdiri dan mengusap sisa saliva pada bibir tipis Pelangi. Pelangi sangat gugup saat merasakan ibu jari Kenzo menyentuh bibirnya yang masih basah.
“Sudah bersih. Terima kasih.” Ucap Kenzo lirih.
“Aku sudah sangat ngantuk Ken.” Ucap Pelangi berusaha menghindari tatapan mata Kenzo.
“Pelangi, aku mencin-“
“Selamat malam. Maaf aku sudah lelah.” Ucap Pelangi cepat dan segera masuk ke kamarnya.
Kenzo hanya menghela nafas saat melihat pintu kamar istrinya sudah tertutup. Entah kenapa mulutnya tadi reflek mengatakan kalau dirinya mencintai Pelangi. Namun sebelum kalimat itu terucap sempurna, Pelangi sudah memotongnya. Alhasih Kenzo merasa kecewa, kemudian memutuskan untuk kembali ke unit apartemennya sendiri.
Waktu masih menunjukkan pukul 8 malam. Memang bukan waktu untuk tidur. Tapi bagi Pelangi saat ini berada di dalam kamar adalah pilihan terbaiknya. Dia tidak menyangka kalau dirinya tadi sangat menikmati ciu man itu. Bahkan ini adalah durasi terlama yang pernah dia lakukan bersama Kenzo.
Pelangi masih memegangi bibirnya. dia masih teringat bayangan ciu man tadi. mengapa rasanya dia ingin mengulanginya lagi. Dan mengapa dia merasa sangat nyaman dengan adegan itu.
“Bodoh!!! Ingat Bre, dia sudah milik orang lain. Lo hanya istri kontrak saja.” Gumam Pelangi dalam hati.
Sementara itu Kenzo yang kini sudah berada di dalam kamar hanya bisa berdiam diri karena masih terbayang juga dengan kegiatannya baru saja dengan sang istri. Kenzo juga merasakan ingin mengulangi ciu man itu. Terlebih bibir istrinya yang begitu manis dan membuatnya candu. Namun bagaimana caranya jika dia ingin mengulangi kejadian itu lagi. Kenzo sangat yakin kalau kalau Pelangi pasti menolaknya.
di waktu yang sama di tempat yang berbeda kini tampak dua orang wanita beda usia sedang duduk menikmati minuman yang beberapa menit yang lalu disajikan oleh pelayan café. Kedua wanita itu sedang terlibat pembicaraan serius yang membahas sesuatu.
“Ken sepertinya sudah mulai terpengaruh dengan pelakor itu Tante.” Ucap seorang wanita muda dengan wajah sendunya.
__ADS_1
“Kamu tenang saja Sayang. Kamu jangan takut Ken akanjatuh ke pelukan perempuan itu. Tante pasti akan membantumu.” Jawab si wanita paruh baya.
“Terima kasih Tante. Hanya Tante yang bisa membantuku. Sementara Om Damian, Tante sendiri kan kalau suami Tante sejak dulu tidak suka denganku.” Ucapnya.
“Kalau masalah itu biar Tante yang mengatasinya. Yang penting kamu harus bisa bersanding dengan Kenzo setelah waktu yang Kenzo tentukan tiba. Agar misi kita segera terwujud.” Ucap wanita paruh baya itu sambil tersenyum sinis.
Ya, Eva dan Rosalina bersekongkol untuk mendapatkan semua harta kekayaan Damian. Eva bertugas merayu dan mendekati Kenzo, sedangkan Rosalina tugasnya merayu sang suami yaitu Damian.
Apalagi saat ini Kenzo sedang memegang penuh perusahaan milik mendiang orang tua Pelangi, jadi Rosalina bisa membayangkan betapa banyaknya harta yang dia miliki jika perusahaan milik suaminya dan juga milik Kenzo berpindah tangan padanya. Setelah itu dia akan pergi meninggalkan pria yang berstatus sebagai suaminya itu.
***
Keesokan paginya Pelangi sudah kembali ke unit apartemen milik Kenzo. seperti biasa dia akan memasak untuk sarapan sekaligus bekal buat Kenzo. setelah memasak, Pelangi segera masuk ke kamarnya dan mandi.
Saat Kenzo sudah berada di meja makan menunggu istrinya dan tak lama kemudian Pelangi keluar dari kamar dengan menenteng tas ransel.
“Kamu mau kemana?” tanya Kenzo.
“Ada urusan apa? Kenapa beberapa hari?” tanya Kenzo penuh selidik.
“Ken, ingat batasan kamu. Kita hanya berteman. Dan kamu jangan terlalu ikut campur privasiku.” Jawab Pelangi tenang.
“Tapi ingat, aku ini suami kamu. Dan Om Richard sudah memintaku untuk menjaga kamu. Jadi aku berhak tahu kemana kamu pergi.” Ucap Kenzo penuh penekanan.
“Kamu tenang saja. Aku bisa jaga diriku sendiri. Aku sudah terbiasa seperti ini.” jawab Pelangi yang tetap tidak ingin memberitahu Kenzo.
Kemudian mereka berdua melanjutkan sarapan tanpa ada percakapan. Pelangi juga malas berdebat pagi-pagi yang akan membuat moodnya semakin buruk.
Setelah sarapan, Pelangi segera berangkat kerja. Sedangkan Kenzo memilih masuk ke ruang kerjanya untuk menghubungi seseorang.
Sekarang Kenzo sudah berada di kantor. dia sedang sibuk dengan beberapa dokumen yang ada di depannya. Hari ini Kenzo sudah meminta Widya untuk menjadwal ulang meetingnya. Karena selama beberapa hari ini mungkin dirinya tidak masuk ke kantor.
__ADS_1
Ya, Kenzo memutuskan nanti siang akan pergi ke luar kota mengikuti kemana Pelangi pergi. Dia sangat penasaran kemana istrinya itu akan pergi. Dia juga ingin tahu rahasia apa yang telah disembunyikan oleh Pelangi darinya.
Sebelum jam makan siang, Kenzo sudah standby di depan bengkel Alex. Namun dia memarkirkan mobilnya pada jarak aman agar tidak diketahui oleh Pelangi.
Dan tepat jam makan siang selesai, Kenzo melihat mobil Pelangi keluar dari garasi rumah Alex. Dan tidak menunggu lama, Kenzo segera mengikuti mobil Pelangi. Kenzo sempat mengernyit heran karena mobil Pelangi sudah keluar gerbang tol yang menuju kota M. Kenzo tahu kalau perjalanan dari kota J ke kota M membutuhkan waktu paling tidak selama 4 jam.
“Kemana sebenarnya kamu pergi, dan siapa yang kamu datangi?” gumam Kenzo sambil memegang kemudinya.
Kenzo sangat heran dengan istrinya yang kuat berkendara jarak jauh tanpa istirahat. Dia khawatir jika terjadi sesuatu dengan istrinya. Namun dia tidak bisa berbuat apa-apa selain terus mengukutinya.
Tepat 4 jam perjalanan, dan waktu menunjukkan pukul 5 sore. Mobil Pelangi sudah berhenti di depan rumah mewah bercat ungu. Kenzo masih memantau pergerakan istrinya sambil meregangkan otot-ototnya yang terasa pegal karena perjalanan jauh.
Kenzo melihat istrinya keluar dari mobilnya dan tak lama terdengar teriakan anak kecil sambil berlari saat melihat Pelangi.
“Mama!!!!”
Deg
Kenzo mendengar jelas panggilan anak perempuan kecil itu karena mobilnya berhenti tidak jauh dari rumah mewah dimana Pelangi memarkirkan mobilnya. Dan tidak hanya itu, Pelangi juga tampak tersenyum menatap anak itu yang sudah berada di gendongannya.
Tak lama kemudian, pada arah berlawanan ada sebuah mobil berhenti di depan rumah mewah itu. Entah mobil siapa, Kenzo juga tidak tahu. Sepertinya mobil itu akan masuk ke dalam halaman rumah itu tapi terhalang oleh mobil Pelangi.
Si pemilik mobil keluar dan tersenyum pada anak kecil yang sedang berada dalam gendongan Pelangi.
“Ayah!!! Mama sudah datang.” Ucapnya senang.
.
.
.
__ADS_1
*TBC