Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 23


__ADS_3

Balita berusia 3 tahun itu tampak lengket dalam gendongan Pelangi sejak keluar dari rumah sakit kemarin. Pelangi pun tak keberatan dengan tingkah bocah itu. Namun Pelangi harus bisa membujuk Jovita bagaimana caranya agar mau ditinggal. Karena dia sudah 3 hari tidak pulang.


“Jovi minta apa? Nanti biar Mama beliin deh?” tanyanya.


“Jovi mau ikut Mama!” jawabnya dengan gaya Bahasa ala anak seusianya.


Pelangi bingung bagaimana caranya membujuk Jovita. Sedangkan ayah dari balita itu sedang tampak sibuk dengan pekerjaannya. Memang selama ini waktu Jovi kebanyakan dihabiskan dengan baby sitternya semenjak bundanya meninggal setelah melahirkan Jovi dulu.


Akhirnya Pelangi meminta baby sitter Jovita untuk menghubungi Rezvan agar membantu membujuk anaknya. dan tak lama kemudian Rezvan pulang dari kantornya dengan tergesa-gesa.


“Ada apa Bre? Apa Jovi demam lagi?” tanyanya.


“Bukan. Jovi sehat-sehat saja. Aku minta Mas Rezvan bujuk Jovi karena aku mau pulang.” Ucap Pelangi masih menggendong Jovi.


Rezvan mengusap wajahnya kasar. Dia lupa kalau perempuan yang sedang menggendong anaknya itu juga mempunyai kepentingan pribadi. Dan dengan bodohnya dia membiarkan Pelangi menemani anaknya setelah keluar dari rumah sakit. Bahkan Rezvan terkesan menahan Pelangi agar tidak pulang. Namun dia ingat dengan statusnya saat ini. walau Rezvan sendiri juga tidak tahu status Pelangi sekarang.


“Jovi Sayang, mau nggak besok jalan-jalan sama Ayah?” Tanya Rezvan sambil berusaha meraih Jovi dari gendongan Pelangi.


Bocah itu seketika mengulurkan tangannya dan mau berpindah ke gendongan ayahnya. Dan entah kenapa Rezvan merasa sangat bersalah pada anaknya yang memang selama ini jarang dia perhatikan. Dia lebih mementingkan pekerjaannya, walau semua itu digunakan untuk keperluan Jovi.


“Tapi jalan-jalannya sama Mama juga.” ucap Jovita.


“Iya, besok kita jalan-jalan sama Mama. Sekarang Jovi minum obat terus tidur ya.” Bujuk Rezvan dan diangguki oleh Jovi.


Kemudian Rezvan menyerahkan Jovi pada baby sitternya karena memang sudah malam. Tadi kebetulan dia sedang lembur dan tepaksa pulang setelah mendapat telepon dari baby sitter anaknya.


“Bagaimana jika Jovi besok menagih janjinya ingin jalan-jalan sama aku?” Tanya Pelangi pada Rezvan.

__ADS_1


“Kamu tenang saja. Pasti anak itu sudah lupa.” Jawab Rezvan.


“Ya sudah, kalau gitu aku mau beresin baju terus pulang.” Ucap Pelangi dan segera masuk ke kamar tamu. Namun tangannya dicekal oleh Rezvan.


“Maaf. Apa kamu mau pulang sekarang juga? ini sudah malam lho Bre.” Ucap Rezvan dan segera melepas tangannya dari tangan Pelangi.


“Maaf Mas. Aku masih banyak urusan. Kedatanganku kesini memang buat Jovi. Dan sekarang Jovi sudah sembuh. Jadi lebih baik aku pulang.” Jawab Pelangi datar dan segera masuk mengemasi bajunya.


Lagi-lagi Rezvan lupa dengan statusnya. Sikap Pelangi yang datar seperti itu memang sengaja ia tunjukkan karena tidak ingin memberikan kesempatan pada siapapun untuk mendekatinya. Namun Rezvan seolah tidak peduli. Meskipun statusnya duda anak satu. Dia berharap suatu saat nanti Pelangi mau menerimanya.


Akhirnya malam itu juga Pelangi memutuskan untuk pulang. Perjalanan dari rumah Rezvan yang memang berada di luar kota dan sangat jauh. Membutuhkan waktu sekitar kurang lebih 4 jam perjalanan. Pelangi memutuskan menginap di hotel untuk istirahat sejenak sebelum besok melanjutkan perjalanan pulang.


Keesokan paginya Pelangi merasakan tubuhnya sudah terlihat lebih segar dan siap untuk melanjutkan perjalanan pulang. Selama berada di luar kota Pelangi sengaja tidak mengaktifkan ponselnya. Dan akan mengaktifkannya nanti jika sudah tiba di rumah.


Kebetulan hari ini weekend. Meskipun bengkel justru tambah ramai, tapi Pelangi memilih untuk meliburkan diri dulu. Dan setelah beberapa jam perjalanan, dia sudah sampai apartemen. Dia melihat mobil Kenzo terparkir disana. Mungkin pria itu belum ada acara keluar karena saat ini masih jam 10 pagi.


Pelangi segera menekan passcode pintu apartemen dan segera masuk. Dia terkejut saat melihat keberadaan Eva sedang duduk bergelayut manja di lengan Kenzo. padahal waktu masih pagi. bisa-bisanya mereka berdua sudah bermesraan. Atau jangan-jangan Eva nginap disini selama dirinya pergi. Tapi bodoh amat lah, Pelangi tidak peduli.


“Ev, kamu pulang dulu ya. Nanti aku akan jemput untuk jalan-jalan. Saat ini aku masih sibuk.” Usir Kenzo secara halus.


“Kenapa sih Ken? Bukannya kamu sejak tadi santai saja? Apa gara-gara tuh cewek?” Tanya Eva curiga.


“Bukan. Ini memang ada pekerjaan penting dari Papa. Ini buat kamu naik taksi.” Ucap Kenzo lagi sambil mengeluarkan lembaran uang ratusan ribu.


“Beneran ya nanti aku tunggu kamu.” Jawab Eva dan segera mengambil uang pemberian kekasihnya.


Setelah kepergian Eva, Kenzo juga ikut keluar dari unit apartemennya. Namun dia keluar untuk menuju unit apartemen Pelangi. Kenzo tahu kalau saat ini Pelangi menghindar tidak ingin bertemu dengan Eva.

__ADS_1


Cklek


Kenzo sudah masuk ke unit apartemen Pelangi yang kebetulan dia sudah tau passcodenya. Kenzo duduk di sofa ruang tamu sambil menunggu Pelangi yang sepertinya masih mandi. sungguh dia sangat senang sekali bisa melihat wajah Pelangi lagi meski wajah itu tidak pernah menampakkan senyumnya.


“Ada apa lo kesini?” Tanya Pelangi setelah kaluar dari kamar dan melihat suaminya sudah ada disana.


“Lo kemana aja selama 4 hari menghilang tanpa kabar?” Tanya Kenzo mengabaikan pertanyaan istrinya.


“Ck bukan urusan lo.” Jawab Pelangi cuek.


“Itu urusan gue karena lo istri gue. Apa lo lupa?” Tanya Kenzo penuh intimidasi namun Pelangi tak gentar dengan suara lantang Kenzo.


“Dah lah sana lo pergi dari sini.” usir Pelangi.


“Nggak akan. Lo yang harus pulang ke apartemen gue. Apa lo udah neglupain tugas lo sebagai seorang istri?” Tanya Kenzo dan segera menarik tangan Pelangi untuk segera kembali ke unit apartemennya.


Pelangi melepaskan gandengan tangan Kenzo dan memilih berjalan sendiri. Dia tidak tahu apa maksud Kenzo yang mengatakantelah melupakan tugas seorang istri. Memang apa yang dia lakukan selama ini pada Kenzo. atau jangan-jangan pria itu meminta haknya? Tidak. Pelangi tidak akan mau.


Sementara Kenzo belum ingin menanyakan tentang kemana kepergian Pelangi selama 4 hari ini. baginya yang terpenting Pelangi sudah pulang. Jadi ada yang memasakkannya lagi.


“Gue laper belum sarapan. Cepat masakin gue.” Ucap Kenzo setelah masuk ke apartemennya.


Pelangi melongo tak percaya dengan apa yang diminta oleh suaminya. Tapi dia sangat lega karena permintaan Kenzo hanya memasakkannya, bukan seperti yang ada dalam benaknya tadi.


.


.

__ADS_1


.


*TBC


__ADS_2