Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 33


__ADS_3

Lagi, dan lagi. Baik Kenzo maupun Pelangi kini tampak menikmati pagu tan itu. Pelangi kembali merasakan kenyamanan yang diberikan Kenzo melalui ciumannya.


Tubuhnya memang menolak, tapi hatinya tidak. Kenzo pun demikian. Dia tampak menikmati ciuman itu selagi Pelangi masih memberikan kesempatan. Tangan Kenzo bahkan kini menekan tubuh Pelangi hingga tak berjarak. Sejenak rasa nyaman itu masih menaungi hati mereka masing-masing.


Namun setelah itu ada semacam dorongan dari tubuh Kenzo yang meminta lebih dan semakin menuntut. Tapi kesadaran Pelangi lebih dulu mengingatkan saat merasakan ciuman Kenzo sudah berbeda. Pelangi dengan cepat mendorong tubuh Kenzo hingga jatuh terduduk. Keduanya sama-sama kehabisan pasokan oksigen.


“Ini tidak benar Ken!” ucap Pelangi sambil membuang muka.


“Apa salahnya? Kita pasangan suami istri. Dan sah-sah saja jika kita melakukannya.” Jawab Kenzo.


“Ingat dengan kata-kata kamu sendiri kalau aku ini adalah pelakor.” Ucap Pelangi dengan sinis.


Kenzo segera beranjak dan memeluk tubuh Pelangi dari belakang. Mencium aroma wangi tubuh dan rambut Pelangi sejenak membuat Kenzo menjadi lebih tenang. Pelangi berusaha melepaskan dirinya namun sulit.


“Aku mohon beri aku waktu untuk menyelesaikan ini semua. Dan kata-kataku tadi memang benar adanya.” Ucap Kenzo yang semakin membuat Pelangi bingung.


“Jangan katakan apapun. Jangan ganggu aku menikmati aroma tubuhmu.” Ucap Kenzo lagi.


Pelangi akhirnya hanya bisa diam. Sebenarnya dia juga sangat menikmati momen seperti ini namun hatinya masih terasa gamang. Apa yang dimaksud Kenzo meminta waktu untuk menyelesaikan ini semua. Entahlah. Saat ini Pelangi tidak bisa berpikir jernih. Bahkan dia mengakui bahwa selama ini hatinya tidak mudah goyah. Tapi kenapa jika dengan Kenzo selalu lemah seperti ini.


Kini Pelangi sudah bisa melepaskan diri dari pelukan Kenzo, walau pria itu masih enggan.


“Aku mau balik Ken.” Ucap Pelangi.


“Balik kemana? Kamu belum menjelaskan semuanya padaku.” tanya Kenzo.


Akhirnya Pelangi mau tidak meu menceritakan semuanya pada Kenzo. tentang anak kecil bernama Jovita dan juga tentang masa lalunya bersama mendiang ibu Jovita. Kenzo hanya manggut-manggut mendengarnya. Namun dia teringat dengan pria yang ia temui saat di restaurant tadi. seketika hati Kenzo dipenuhi amarah.


“Apa kamu mau memberi kesempatan sama duda itu?” tanya Kenzo penuh selidik.


“Nggak Ken. Aku hanya menyayangi Jovita saja.” Jawab Pelangi.


“Aku nggak akan biarkan duda itu mendekati kamu. Jadi lebih baik nanti kamu bawa baju-baju kamu dan tidur disini. Jangan tidur di rumahnya.” Ucap Kenzo.

__ADS_1


“Nggak bisa gitu Ken. Pasti Jovita akan nangis mencariku.” Tolak Pelangi.


“Selama ini dia tidak masalah kan kalau tidak ada kamu disampingnya? Apa kamu memang suka dengan pria itu?” tanya Kenzo.


“Astaga Ken!! Aku sudah bilang bukan kalau aku menyayangi Jovita. Dan kesempatan ini aku gunakan untuk meluangkan waktuku bersamanya.” Jawab Pelangi.


“Ya sudah kalau gitu aku yang akan ikut kamu menginap disana. Tidak ada penolakan.” Ucap Kenzo tajam.


Pelangi yang malas berdebat dengan Kenzo akhirnya hanya diam saja dan menuruti kemauan suaminya.


Siang hari sebenarnya Pelangi ingin kembali ke rumah Rezvan karena sejak tadi Rezvan terus menghubunginya dan mengatakan kalau Jovita mencarinya. Namun Kenzo masih menahan dirinya untuk berlama-lama di dalam kamar hotelnya. Meski mereka tidak melakukan apa-apa.


Kenzo menahan Pelangi untuk berlama-lama di dalam kamar karena pria itu sejak tadi tak bosan-bosannya memandangi wajah jutek istrinya yang sedang menonton Tv. Kenzo beralasan menyelesaikan pekerjaan kantornya tapi sebenarnya dia asyik mencuri pandang wajah istrinya.


“Sudahlah Ken, sejak tadi kamu juga nggak ngapa-ngapain. Lebih baik aku keluar saja. Aku lapar.” Ucap Pelangi dan segera berdiri.


“Tunggu! Baiklah kita makan dulu setelah itu kita pergi kesana.” Ucap Kenzo kemudian mengajak istrinya keluar kamar.


Tak berselang lama, ponsel Pelangi berdering dan id pemanggil itu menunjukkan nama Rezvan. Kenzo yang dihinggapi rasa penasaran, dia segera menerima panggilan itu, namun dia hanya ingin mendengar apa yang dibicarakan pria itu da n dia diam saja.


“Halo Bre? Apa kamu baik-baik saja? Aku sangat khawatir dengan keadaan kamu. Siapa pria tadi Bre?” ucap seorang pria di balik sambungan telepon itu.


“Halo Bre! Kamu nanti pulang kan? Aku tunggu di rumah.” Ucapnya lagi karena tak mendengar sahutan dari si pemilik ponsel.


“Bukan urusan Lo!!!” ucap Kenzo dan segera menutup panggilan tersebut.


Tidak sampai disitu, Kenzo melihat ponsel Pelangi tanpa key lock membuatnya semakin penasaran dengan isi chat di dalamnya. Dan benar saja, pria bernama Rezvan itu telah mengirim banyak pesan pada istrinya. Isi chat tersebut sama dengan apa yang ditanyakan pada sambungan telepon tadi. bahkan pria itu menggunakan anaknya sebagai senjata agar Pelangi segera kembali. Beruntungnya Pelangi tak membalas satupun pesan itu.


Kenzo melihat istrinya baru saja keluar dari toilet, dengan cepat tangannya meletakkan ponsel milik Pelangi ke tempat semula. Dan tak lama kemudian pelayan restaurant datang dengan membawa pesanan makanan mereka.


Selesai makan, seperti yang dikatakan oleh Kenzo tadi. dia akan ikut istrinya ke rumah Rezvan. Mau bagaimanapun juga Kenzo menghargai istrinya yang sangat menyayangi anak kecil bernama Jovita.


Beberapa saat berkemudi, Pelangi dan Kenzo sudah tiba di rumah Rezvan. Awalnya Pelangi terkejut karena suaminya mengetahui arah jalan menuju rumah Rezvan. Tapi setelah itu dia ingat kalau suaminya sejak kemarin mengintainya.

__ADS_1


“Mama!!” panggil Jovita yang sedang bermain.


“Sayang, jangan lari! Nanti jatuh.” Ucap Pelangi khawatir.


Kenzo yang melihat interaksi antara istrinya dan Jovita seketika hatinya ikut menghangat. Dia tidak menyangka jika Pelangi yang selama ini begitu jutek dan cenderung dingin terhadap siapapun, kini bisa bersikap lembut seperti seorang ibu kandung pada anaknya.


Jovita yang mengetahui kedatangan Pelangi bersama seorang pria yang belum dikenalnya, membuatnya takut dan bersembunyi di balik tubuh Pelangi. Kenzo sendiri juga bingung bagaimana harus bersikap. Karena ini adalah pertama kalinya dia berhadapan dengan anak kecil.


“Kamu sudah datang Bre?” ucap seorang pria yang baru saja muncul tanpa melihat Pelangi sedang bersama siapa.


“Iya Mas.” Jawab Pelangi.


Rezvan sangat terkejut saat melihat Kenzo juga ada di rumahnya. Pria yang sedikit mengganngu konsentrasinya sejak tadi justru sekarang ada di hadapannya.


“Mas, kenalin ini Kenzo. Ken, kenalin ini Mas Rezvan.” Ucap Pelangi memperkenalkan kedua pria itu.


Mau tidak mau Rezvan mengulurkan tangannya. namun Kenzo enggan membalas sambutan tangan Rezvan.


“Gue Kenzo. suami Pelangi.” Ucap Kenzo dingin.


Pelangi hanya bisa mendengus kesal melihat sikap arogan suaminya. Tapi dia juga tidak bisa berbuat sesuatu. Kemudian dia melihat Jovita yang masih ketakutan.


“Jovi Sayang, salim dulu sama Om Ken ya.” Ucap Pelangi.


“Nggak mau. Om jahat!!” teriak Jovita.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


__ADS_2