
“Lo nggak perlu repot-repot ngajarin gue jadi istri yang baik. Lagian gue nggak selera dengan laki lo!” ucap Pelangi dan langsung keluar dari apartemen.
Kenzo seketika sangat murka saat mendengar perkataan Pelangi. Baru kali ini ada perempuan yang terang-terangan mengakatakn padanya kalau dia tidak berselera dengan laki-laki seperti dirinya yang selalu dikagumi oleh kaum hawa karena ketampanannya.
Namun rasa murka Kenzo menguap begitu saja dan berganti dengan rasa tertarik. Tertarik ingin mengubah mindset Pelangi yang tidak berselera dengannya menjadi tergila-gila padanya.
“Ken, kamu kenapa?” Tanya Eva.
“Ah nggak apa-apa.” Jawab Kenzo.
Setelah itu mereka berdua segera menuju ke ruang makan untuk makan malam. Namun, tiba-tiba ssaja ponsel Eva berdering. Eva ijin pulang pada Kenzo karena mamanya memintanya untuk segera pulang. Saat Kenzo akan mengantar, ternyata Eva menolak dan memutuskan untuk naik taksi saja.
Selepas kepergian Eva dari apartemennya, Kenzo juga keluar dari apartemennya. Pria itu tidak berselera makan jika tidak ada orang yang menemaninya. Entah kenapa, biasanya juga Kenzo makan sendiri. Tapi saat ini dia ingin makan ditemani oleh Pelangi.
Sebelum datang ke unit apartemen Pelangi, Kenzo memastikan terlebih dulu kalau motor perempuan itu masih ada di basement. Dan ternyata masih ada disana. Itu berarti Pelangi tidak pergi kemana-mana.
Ting tong
Terdengar seseorang menekan bel pintu apartemennya, membuat Pelangi penasaran siapa yang datang berkunjung. Dia membatalkan niatnya yang ingin menyuapkan nasi k eke mulutnya dan memilih membuka pintu untuk seseorang yang sedang bertamu. Tanpa melihat siapa orang di balik pintu itu, Pelangi segera membukakan pintu.
Cklek
“Elo?” Tanya Pelangi heran.
“Iya ini gue.” Jawab Kenzo datar.
Pelangi bingung dengan kehadiran Kenzo yang tiba-tiba ada di depan unit apartemennya. Dari mana suaminya itu tahu kalau dirinya juga tinggal di apartemen yang sama.
“Lo nggak nyuruh suami lo masuk?” Tanya Kenzo saat melihat Pelangi hanya diam saja sejak tadi.
Seperti terhipnotis, Pelangi mempersilakan suaminya masuk ke dalam tanpa mengucapkan satu patah kata pun. Kenzo pun menarik sudut bibirnya tersenyum. Dia kira akan diusir oleh istrinya. Namun ternyata dugaannya salah.
“Ngapain lo kesini? Keluar!!” ucap Pelangi saat menyadari Kenzo sudah berada di dalam apartemennya.
“Gue laper!” jawab Kenzo datar dan segera melangkahkan kakinya ke ruang makan.
Kenzo melihat disana ada makanan yang kelihatannya baru saja dibeli oleh Pelangi. Pria itu dengan tidak tahu malunya langsung memakan makanan yang belum sempat dimakan oleh Pelangi.
__ADS_1
“Bukannya tadi lo udah dimasakin sama calon istri lo?” Tanya Pelangi.
“Gue maunya makan bareng istri gue.” Jawab Kenzo.
Pelangi pun hanya berdecak kesal dengan tingkah laku Kenzo. Padahal dirinya sejak siang tadi belum sempat makan karena begitu banyaknya pekerjaan di bengkel yang tidak bisa ditinggalkan. Namun saat baru sempat akan makan ternyata makanannya diserobot oleh makhluk tampan yang berstatus suaminya.
“Apaan sih kok malah muji dia tampan.” Batin Pelangi dalam hati.
Pelangi hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar saat melihat Kenzo dengan lahap makan makanannya. Akhirnya dia memutuskan keluar dari apartemennya dan membeli makanan lagi.
“Apaan sih?” ucap Pelangi saat tangannya dicekal oleh Kenzo.
“Lo mau kemana?” Tanya Kenzo.
“Gue lapar. Mau beli makan.” Jawab Pelangi datar.
Kenzo merasa bersalah karena dia baru sadar kalau istrinya belum makan sejak tadi. akhirnya dia berinisiatif memesankan makanan untuk Pelangi. Namun Pelangi menolaknya. Dia tetap keluar untuk membeli makan. Kenzo pun mengikutinya.
“Ngapain sih lo ikut gue?” Tanya Pelangi.
“Gue pengen ikut aja.” Jawab Kenzo.
“Kamu ngapain makan disini sih?” Tanya Kenzo yang kini sudah ikut duduk di depan Pelangi.
“Ada apa memangnya? Ada yang salah? Udah jangan banyak bicara. Lo mau pesen nggak?” Tanya Pelangi cuek sambil mengunyah makanannya.
“Ini mbak Bre teh hangatnya. Eh siapa nih mbak? Cowoknya?” Tanya Pak Man si pemilik warung.
“Makasih Pak.” Jawab Pelangi singkat dan tidak ingin mengatakan siapa Kenzo sebenarnya.
“Pak saya juga pesan satu porsi. Samain saja sama dia.” Ucap Kenzo pada Pak Man.
Kenzo terpaksa memesan makanan di warung itu. Karena tadi dia belum menghabiskan makanan yang dibeli oleh Pelangi. Ditambah dengan bau masakan yang sangat menggugah seleranya, membuat perut Kenzo berteriak minta diisi.
Pelangi sedikit tersenyum saat melihat pria di hadapannya makan dengan lahap, ditambah dengan mulutnya berdesis karena terlalu banyak makan sambal.
Pelangi menyodorkan tisu pada Kenzo untuk mengelap keringatnya. Pria itu pun menerimanya sambil terus meminum the hangat untuk mengurangi rasa pedas yang seperti membakar mulutnya.
__ADS_1
“Lain kali jangan banyak-banyak kasih sambalnya.” Ucap Pelangi.
“Nggak apa-apa. Lagian enak juga.” jawab Kenzo.
Selesai makan, Kenzo segera beranjak dari duduknya dan membayar makanannya. Pelangi pun akhirnya pasrah melihat Kenzo membayar makanannya juga.
“Maaf Mas, kembaliannya tidak ada. Ada uang pas nggak?” Tanya Pak Man sambil memegang selembar uang ratusan ribu.
“Memang berapa sih Pak?” Tanya Kenzo.
“Cuma 40 ribu Mas.” Jawab Pak Man.
“Ya udah buat bapak aja. Nggak usah kembalian.” Jawab Kenzo.
“Wah, terima kasih Mas. Sering-sering aja mbak Bre ngajak cowoknya makan disini.” Jawab Pak Man sambil tersenyum yang menurut Pelangi semakin ngelunjak.
Setelah makan, Pelangi dan Kenzo kembali ke apartemennya. Namun Pelangi memilih ke unitnya daripada di unit Kenzo. Dan saat Kenzo menanyakan, Pelangi hanya ingin membersihkan sisa makannya tadi. akhirnya Kenzo pun mengikuti istrinya.
Saat Pelangi sedang membersihkan meja makan, tiba-tiba saja Kenzo merasakan perutnya melilit. Pelangi dapat melihat wajah Kenzo yang memerah sambil memegangi perut.
“Kenapa lo?” Tanya Pelangi sedikit khawatir.
“Gue boleh numpang ke toilet nggak? Perut gue sakit nih.” Ucap Kenzo.
Pelangi pun membuka pintu kamarnya dan mempersilakan Kenzo menggunakan toilet yang ada di dalam kamarnya. Pelangi menunggu Kenzo yang sangat lama berada di dalam toilet. Dia ingin sekali mengetuk pintu kamar mandinya.
Cklek
Pintu kamar mandi sudah terbuka dengan menampilkan Kenzo dengan wajah yang pucat dan sepertinya berkeringat dingin. Pelangi segera mendekat karena khawatir dengan pria itu. Beberapa saat kemudian badan Kenzo terasa lemas dan tiba-tiba saja sudah jatuh ke pelukan Pelangi.
“Ken!!!” teriak Pelangi dengan wajah yang sangat cemas.
.
.
.
__ADS_1
*TBC