
Setelah adegan peluk-pelukan itu, Alex mengajak Pelangi duduk di tempat yang lebih nyaman. Diva pun mngikutinya. Pelangi sangat senang bisa berada di bengkel itu. Namun sayangnya dia sudah tidak bisa lagi ikut bekerja, karena sedang mengandung.
“Lo pulang kapan, Bre? Kenapa nggak ngasih kabar?” tanya Alex.
“Sorry. Emang gue pulangnya mendadak jadi nggak sempat ngasih tahu Lo.” Jawab Pelangi.
Pelangi menghembuskan nafasnya kasar. Alex melihatnya seperti ada sesuatu yang ingin dibicarakan oleh sahabatnya itu. Kemudian Alex meminta Diva membelikan minuman agar Pelangi bisa leluasa untuk berbicara empat mata dengannya.
“Ada apa?” tanya Alex sesaat setelah Diva keluar.
“Gue pulang semalam sama Kenzo.” ucap Pelangi.
Pandangan Pelangi menerawang seolah hatinya sedang dilanda dilema. Dia menceritakan pada Alex sekaligus meminta solusi dari semua keraguan yang sedang dia rasakan. Pelangi menceritakan tentang kepulangannya yang mendadak. Dan keberadaan Kenzo selama beberapa hari di London. Pelangi mengatakan pada Alex kalau dia bingung dengan hubungannya saat ini. dia mengaku kalau hatinya belum bisa memaafkan Alex sepenuhnya. Tapi anak yang ada dalam kandungannya seolah tidak mau jauh dengan Papanya.
“Gue harus gimana Lex?” tanya Pelangi.
“Gue mau tanya dulu, Lo sayang nggak sama anak dalam kandungan Lo itu?” tanya Alex.
“Lo tuh ngomong apa sih Lex? Jelas sayanglah.” Jawab Pelangi.
“Kalau gitu solusinya ya dari anak Lo itu. Perbaiki hubungan Lo dengan Kenzo demi anak kalian berdua.” Ucap Alex.
Pelangi terdiam setelah mendengar saran yang diberikan oleh sahabatnya. Dia sangat tahu kalau Alex adalah tipe pria yang bijaksana. Walau dia pernah terlibat percekcokan dengan Kenzo, tapi Alex tetap mendukungnya jika itu memang terbaik baginya.
“Gue tahu kalau Lo masih teringat akan kesalahan yang pernah dilakukan oleh Kenzo. tapi nyatanya kamu sudah tahu kebenarannya bukan? Belajarlah untuk memaafkan, Bre.” Ucap Alex.
“Thanks Lex. Gue akan pikirkan.” Jawab Pelangi dan tersenyum samar.
Tak lama kemudian Diva datang dengan membawakan minuman dingin yang baru saja dia beli khusu untuk Pelangi. Dia juga membeli beberapa cemilan untuk Pelangi.
“Thanks Div.” ucap Pelangi.
“Sama-sama kakak ipar. Gue seneng benget tahu nggak Bre setelah tahu pernikahan Bang Ken sam si uler itu gagal. Apalagi setelah tahu kalau Lo nggak benar-benar cerai dari Bang Ken. Duh apa jadinya Bang Ken jika benar-benar kamu tinggalkan.” Ucap Diva nyerocos tanpa henti.
Pelangi hanya tersenyum tipis menanggapi. Sedangkan Alex hanya menggelengkan kepalanya saat melihat sifat Diva yang kalau bicara tidak bisa dikendalikan.
__ADS_1
“Lex, gue boleh pinjem Diva nggak buat gue ajak jalan ke mall? Gue butuh baju yang agak longgaran nih.” Tanya Pelangi.
“Boleh ko’. Dengan senang hati, yuk Bre!” jawab Diva bersemangat.
“Eh, gue potong gaji Lo ya?” ancam Alex.
“Nanti gue ganti deh gaji Diva yang dipotong Alex.” Jawab Pelangi menimpali.
“Apa sih Lo Bre? Gue hanya bercanda. Ya udah sana pergi jalan-jalan. Gue juga kasihan sama Diva yang nggak pernah jalan-jalan.” Jawab Alex mengejek dan membuat Diva meradang. Namun secepat kilat Alex kabur demi menghindari amukan Diva.
Pelangi tertawa terbahak saat melihat tingkah konyol Diva dan Alex. Hal seperti ini lah yang sangat Pelangi rindukan selama beberapa waktu tinggal di London.
“Ya udah, yuk Div! Lo yang nyetir atau gue nih?” tanya Pelangi sambil membawa kunci mobil yang sudah diberikan Alex baru saja.
“Lo nggak apa-apa nyetir sendiri? Gue aja deh yang nyetir, Lo kan sedang hamil.” Jawab Diva dan meraih kunci mobil yang ada di tangan Pelangi.
“Gue hamil Div, bukan sakit. Jadi gue masih bisa nyetir sendiri.” Jawab Pelangi.
Diva tak terlalu mempedulikan ucapan Pelangi. Akhirnya mereka berdua pergi ke mall untuk jalan-jalan sekalian makan siang.
Sementara itu Kenzo baru saja selesai meeting dengan Barra, kini sudah kembali lagi ke kantornya. Dia melirik jam tangannya, sebentar lagi waktunya makan siang. Kenzo ingin sekali pulang untuk makan siang bersama Pelangi. Namun hubungannya masih belum bisa dikatakan baik-baik saja.
Akhirnya terpaksa Kenzo makan siang sendiri di kantor.
Kenzo meminta Widya agar memesankan makan siang untuknya. Setelah itu dia melihat ponselnya. Kenzo melihat kontak nama istrinya ternyata masih diblokir. Dia menghembuskan nafasnya kasar, apakah Pelangi masih belum bisa memaafkannya. Kemudian dia mencoba menghubungi telepon rumahnya untuk menanyakan kabar Pelangi pada Bik Siti.
Amarah Kenzo meluap saat mendengar ucapan Bik Siti yang mengatakan kalau istrinya pergi. Terlebih Bik Siti yang memesankan taksi untuk Pelangi. Dengan cepat Kenzo menyambar kunci mobilnya untuk segera pergi ke tempat dimana istrinya berda.
Kenzo mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh. Untung saja jalanan tidak terlalu ramai. Entah apa yang dipikirkannya saat mendengar kalau istrinya berani keluar dari rumah tanpa meminta ijin dulu padanya. Meski dia tahu kalau hanya pergi ke bengkel Alex.
“Dimana istri gue?” tanya Kenzo pada Alex yang sedang tampak sibuk memperbaiki mobil.
“Istri Lo pergi sama sepupu Lo jalan-jalan.” Jawab Alex santai.
“Terus Lo biarin begitu saja? Nggak Lo cegah?” bentak Kenzo.
__ADS_1
Untung saja keadaan bengkel sedang ramai dan suara deru mesin yang bising membuat suara bentakan Kenzo hampir tak terdengar. Alex menghentikan pekerjaannya sebentar setelah itu mencari tempat yang sedikit sepi. Dan Kenzo pun mengikutinya.
“Bisa nggak Lo datang dan bertanya tanpa emosi?” tanya Alex.
Kenzo hanya membuang nafas kasar. Dia sadar kalau tindakannya memang salah. Bagaimana pun juga Alex adalah seseorang yang pernah memintanya untuk segera menjemput Pelangi ke London. Dan tidak seharusnya sikapnya seperti itu pada Alex.
“Sorry!” ucap Kenzo kemudian.
“Istri Lo sedang ke mall sama Diva. Gue nggak bisa mencegahnya karena dia bilang ingin jalan-jalan. Biarkan saja lagi pula sama sepupu Lo sendiri kan?” ucap Alex.
Kenzo masih terdiam. Meskipun istrinya pergi bersama Diva, tapi tetap saja dia sangat khawatir. Terlebih perginya Pelangi tidak meminta ijin padanya. Kenzo masih takut jika Pelangi ingin pergi darinya.
“Ya udah makasih. Sorry yang tadi.” ucap Kenzo dan segera pergi namun dengan cepat Alex memanggilnya.
“Bersabarlah menghadapi sifat keras kepala Aubre. Gue yakin dia sebenarnya masih mencintai Lo.” Pesan Alex pada Kenzo lalu pergi meninggalkan Kenzo.
Setelah itu Kenzo pergi dari bengkel Alex. Tujuannya sekarang adalah mencari keberadaan istrinya. Kenzo mengirim pesan pada Diva untuk menanyakan keberadaannya saat ini.
Setelah mendapat balasan dari Diva kalau saat ini Diva dan Pelangi sedang berada di foodcourt di salah satu mall yang ada di kota, Kenzo segera malajukan mobilnya ke mall tersebut.
Beberapa saat kemudian Kenzo sudah tiba. Dia juga sudah berada di foodcourt. Matanya mencari mengelilingi dimana Pelangi dan Diva berada. Akhirnya Kenzo bisa menemukan istrinya yang sedang duduk sambil menikmati makan siangnya. Pelangi tampak tertawa bersama Diva dan juga seseorang. Seorang pria yang tidak asing bagi Kenzo.
Tangan Kenzo mengepal kuat dan dengan langkah cepat menghampiri meja dimana Pelangi berada.
.
.
.
*TBC
Ayo dong kasih dukungan buat author dg memberikan komentar dan likenya. biar tambah semangat up... vote dan giftnya juga boleh😁😁💕💕
Happy reading🤗🤗😍😍
__ADS_1