Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 62


__ADS_3

Seketika Leo merasa bersalah setelah mengucapkan kalimat yang membuat perubahan wajah pada sepupunya menjadi sendu.


“Maaf, Bre. Bukan maksudku untuk melukai perasaan kamu.” Ucap Leo.


“Nggak apa-apa. Kamu tenang saja. Aku baik-baik saja.” Jawab Pelangi dan tersenyum tipis.


Setelah itu Pelangi masuk ke dalam rumah untuk segera sarapan. Memang benar apa yang dikatakan oleh Leo.


Semnjak kedatangannya ke London, Pelangi lebih sering makan makanan seperti yang sering dia masak untuk Kenzo dulu. Dia ingin sekali makan yang lain, tapi lidahnya tidak bersahabat dengan makanan selain nasi dan lauk yang sesuai seleranya. Tantenya pun tak mempermasalahkannya. Agatha selalu memenuhi kebutuhan makanan yang diinginkan oleh Pelangi.


Sesampainya di ruang makan, disana sudah ada tante dan Omnya yang sudah menunggunya sedari tadi. Richard dan Agatha tersenyum tipis melihat Pelangi yang baru saja bergabung di meja makan. Meski sebenarnya hati Richard juga tak kalah sedihnya seperti yang dirasakan oleh keponakannya. Richard tahu kalau Pelangi menyembunyikan kesedihannya dari dirinya dan sang istri. Tapi Richard dapat merasakan sakit yang dirasakan oleh Pelangi.


Pelangi tidak tahan lagi saat melihat sajian makanan yang begitu menggugah seleranya. Dengan cepat dia mengambil piring dan mengisinya dengan nasi beserta lauk yang sangat dia sukai. Agatha dan Richard saling melirik dan tersenyum tipis saat melihat tingkah Pelangi. Dan tanpa terasa air mata Agatha meluncur begitu saja.


Pelangi menghentikan kunyahannya saat melihat Agatha mengusap air matanya. kemudian pandangannya beralih pada Richard yang sedang membuang muka sambil mengusap sudut matanya yang berair.


“Sayang, kamu mau kemana?” teriak Agatha saat melihat Pelangi meninggalkan meja makan begitu saja.


Pelangi masuk ke dalam kamarnya dan menguncinya dari dalam. Lagi-lagi air matanya meluncur begitu saja. Entah kenapa kehamilannya ini merubah dirinya menajdi cengeng.


Pelangi dapat melihat kesedihan yang dirasakan oleh Om dan Tantenya. Mereka bersedih karena dirinya. Mereka kasihan dengan keadaannya.


“Tidak. Aku nggak mau membebani Om dan Tante. Aku harus kuat. Aku harus menjadi wanita tangguh. Biar semua orang tidak kasihan melihat keadaanku.” Gumam Pelangi dan mengusap air matanya.


Tiba-tiba saja ponselnya berdering. Pelangi melihat id pemanggil itu yang ternyata adalah Alex. Segera saja Pelangi menggeser tombol hijau ponselnya.


Mereka berbicang-bincang lumayan lama. Alex menanyakan kabar pelangi dan kandungannya. Mereka sangat akrab seperti biasa. Namun tiba-tiba tawa Pelangi surut saat Alex memberitahu sesuatu. Harusnya Alex tidak mengetakan semua itu. Tapi kenapa dia mengatkan itu. Alex bilang kalau seminggu lagi Kenzo akan menikah dengan Eva.


Sebenarnya Pelangi sudah tidak mau lagi tahu tentang sesuatu yang berhubungan dengan Kenzo. dia sudah ikhlas jika Kenzo bisa meraih kebahagiaannya. Tapi kenapa tiba-tiba dadanya kembali sesak saat mendengar kabar itu.

__ADS_1


***


Hari pernikahan Kenzo dan Eva akhirnya tiba juga. pernikahan itu digelar sangat mewah di sebuah hotel berbintang yang cukup terkenal. Tamu yang diundang pun sangat banyak. Terlebih dari pihak Eva dan orang tuanya. Sedangkan dari pihak Kenzo hanya mengundang beberapa rekan kerjanya saja. Begitu juga dengan Damian.


Eva dirias oleh MUA yang berkualitas. Hingga penampilannya malam ini terlihat sangat cantik. Banyak tamu udangan yang sangat takjub melihat calon pengantin wanita yang begitu cantik dan calon pengantin pria yang tampan. Kenzo dan Eva seolah menjadi couple goals.


Sejak tadi wajah Kenzo terlihat murung. Harusnya dia sangat bahagia dengan pernikahan ini. bukannya ini adalah pernikahan impiannya bersama Eva. Tapi itu dulu. Sebelum hatinya tertaut pada seorang perempuan yang bernama Pelangi. Terlebih setelah mengetahui bahwa Pelangi sedang mengandung anaknya. hati Kenzo semakin tak karuan. Setelah mengetahui bahwa Pelangi sedang hamil, dia ingin sekali menemuinya, tapi sayangnya Eva selalu berhasil menghalangi niatnya.


“Ken, anak Mama tampan sekali.” Ucap Rosalina bangga.


Kenzo hanya tersenyum samar. Entah kenapa rasa sayang pada Mamanya kini mulai pudar tidak seperti dulu. Apalagi setelah mengetahui niat Mamanya yang memberikan obat pencegah kehamilan pada Pelangi.


“Ayo kita kesana. Sebentar lagi acaranya akan dilaksanakan. Eva juga sudah menunggu kamu.” Ajak Rosalina.


Memang sejak tadi Kenzo masih berdiri sedikit menjauhi kerumunan tamu undangan. Dan dengan langkah berat dia akhirnya mengikuti langkah kaki Mamanya. Tapi sejak tadi Kenzo tidak melihat keberadaan Papanya. Apakah Papanya tidak hadir dalam acara pernikahannya ini. tanya batin Kenzo.


Kini Kenzo dan Eva sudah duduk berdampingan untuk segera melakukan prosesi pernikahan. Eva sejak tadi tersenyum bahagia melihat wajah tampan calon suaminya yang sebentar lagi akan sah menjadi miliknya.


“Pa, dari mana saja sih?” bisik Rosalina, namun Damian tak menjawabnya.


“Mohon perhatiannya sebentar!” ucap Damian tiba-tiba.


Terpaksa prosesi pernikahan Kenzo dan Eva yang belum dimulai harus terjeda sebentar. Kemudian Damian mengeluarkan sebuah amplop berwarna coklat dan memberikannya pada Kenzo. Knezo semakin tak mengerti dengan maksud Papanya. Tapi dengan rasa penasaran Kenzo membuka amplop itu.


Disana tertera nama Eva sebagai pasien yang memeriksakan kandungannya di sebuah rumah sakit. Dan disana juga ada data usia kehamilan Eva yang tertulis berusia lima bulan. Padahal yang seharusnya usia kandungan Eva dengan jarak dimana dia melakukan hubungan dengan Kenzo sekitar 3 bulanan.


“Ada apa sih Ken?” tanya Eva penasaran.


“Katakan padaku Ev. Anak siapa yang ada dalam Rahim kamu itu?” tanya Kenzo tajam.

__ADS_1


Semua tamu undangan tampak berbisik-bisik membicarakan mempelai pengantin. Sedangkan wajah Eva sudah memerah kebingungan untuk menjawab pertanyaan Kenzo.


“Katakan!!” bentak Kenzo.


“Ken, jangan seperti itu. Jelas itu anak kamu.” Ucap Rosalina menengahi.


“Cepat katakan Ev!! Anak siapa yang ada dalam rahimkamu itu?” tanya Kenzo lagi.


“Anakku. Dia anakku.” Ucap seseorang yang tiba-tiba muncul.


Semua orang sangat terkejut dengan kemunculan Dafa secara tiba-tiba. Apalagi Eva. Bagaimana bisa Dafa datang diacara penting ini. Eva sangat marah pada Dafa yang telah berani menghancurkan pernikahannya.


“Itu semua tidak benar Ken. Ini anak kamu. Percayalah.” Ucap Eva memohon.


“Bukan. Itu adalah ankku. Darah dagingku. Kamu sendiri yang bilang kalau kamu tidak mau aku menjadi ayah dari anak itu karena aku tidak mampu mencukupi kebutuhan kamu. Dan kamu lebih memilih dengan dia yang lebih kaya dari aku.” ucap Dafa.


Kenzo sangat terkejut dengan pengakuan pria itu. Tapi dia kembali mengingat kalau saat itu dia melihat ada bercak darah perawan Eva setelah melakukan hubungan itu.


“Kamu, cepat kesini!” teriak Damian memanggil seorang wanita paruh baya dan membuat Eva semakin terkejut.


“Cepat katakan, apa yang telah kamu lakukan pada putraku!” bentak Damian.


“Ma…maaf. Sa saya ART Nona Eva yang diminta untuk membius Tuan Kenzo dengan obat tidur setelah Tuan Kenzo berhasil menyelamatkan Nona Eva yang akan pura-pura bunuh diri.” Ucap wanita itu tertunduk dan melanjutkan lagi penjelasannya dengan suara gemetar.


Brakk


.


.

__ADS_1


.


*TBC


__ADS_2