
Kenzo mengeraskan rahangnya saat mendengar pernyataan anak kecil itu. Tapi dia harus bisa menahan kuat emosinya.
“Sayang, Om Ken baik dan tidak jahat. Jovi kan belum berkenalan.” Bujuk Pelangi.
Namun jovita masih enggan menatap wajah Kenzo yang menurutnya jahat. Pelangi pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dia hanya memaklumi sikap anak kecil itu yang baru saja bertemu dengan orang baru.
Setelah itu Pelangi mengajak Jovita bermain kembali dengan Kenzo yang masih setia ada disamping istrinya. Sedangkan Rezvan yang merasa keberadaannya tidak penting, dia memilih masuk ke ruang kerjanya.
Seharian ini Pelangi menemani Jovita bermain. Dan malam ini Pelangi tidur di rumah Rezvan seperti rencananya semula. Besok baru pulang.
Saat ini Pelangi sudah berhasil menidurkan Jovita di kamarnya. Setelah itu dia mengajak Kenzo makan malam. Sebenarnya dia sungkan dengan Rezvan. Namun Rezvan sendiri yang meminta Pelangi agar mengajak suaminya makan malam juga.
Mereka bertiga kini berada di ruang makan. Pelangi hanya menundukkan kepalanya sambil menikmati makanan. Sementara kedua pria yang saling berhadapan itu tampak sedang mengeluarkan taringnya. Entah apa yang dibicarakan oleh kedua pria itu, dalam hati mereka masing-masing seolah sedang bertarung hebat merebutkan sesuatu yang sangat berharga.
Pelangi yang sudah merasakan hawa tidak nyaman, dia mempercepat makannya dan segera pergi meninggalkan meja makan. Setelah itu dia masuk ke kamar tamu dimana dia tidur.
Pelangi menghembuskan nafasnya lega saat berhasil lolos dari dua singa jantan yang sedang mengeluarkan taringnya.
“Kenapa?” tanya Kenzo saat melihat istrinya sedang memegang dadanya.
“Ken!!” pekik Pelangi.
“Ada apa sih teriak-teriak?” tanya Kenzo tanpa beban.
“Kenapa kamu ada disini?” tanya Pelangi tanpa mempedulikan pertanyaan Kenzo.
“Tidurlah. Mau ngapain memangnya.” Jawab Kenzo.
“Kamu jangan tidur disini. Bukankah kamu nginap di hotel? Kenapa nggak kesana saja?” tanya Pelangi.
“Nggak. Aku mau menemani istriku tidur. Atau kamu memintaku kembali ke hotel karena kamu ingin dekat dengan duda itu?” tanya Kenzo tajam.
“Sudahlah. Aku malas debat sama kamu. Aku ngantuk, mau tidur.” Ucap Pelangi sambil melemparkan bantal pada Kenzo.
Kenzo yang tahu maksud Pelangi agar tidur di sofa, akhirnya menurut saja. Tidak masalah jika dia tidur di sofa, asal istrinya itu tidak bisa dekat dengan Rezvan.
Keesokan paginya Pelangi dan Kenzo memutuskan untuk pulang ke kota J. karena pekerjaan Kenzo tidak bisa ditinggalkan dalam waktu lama. Pelangi pun mau tak mau akhirnya ikut pulang bersama Kenzo.
Setelah berpamitan pada Jovita dengan melewati sedikit drama, akhirnya Pelangi pulang bersama Kenzo dan menggunakan mobil Kenzo. sementara mobilnya akan diambil oleh salah satu anak buah Damian, Papa Kenzo.
__ADS_1
Rezvan hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar saat melihat kepergian Pelangi. Pria yang sudah lama menaruh hati pada Pelangi, kini harus menerima pil pahit saat mengetahui bahwa Pelangi sudah menikah.
Beberapa jam kemudian, mobil Kenzo sudah tiba di kota J. kenzo tidak langsung pulang, melainkan datang ke kantor sebentar. Pelangi pun terpaksa mengikuti suaminya.
Saat ini Pelangi sedang duduk di ruangan Kenzo sambil menunggu Kenzo yang sepertinya sedang sibuk dengan Widya. Pelangi enggan mendengarkan apa yang sedang dibicarakan oleh Kenzo dan Widya, dia memilih memainkan gadgetnya.
Selesai pembicaraannya dengan Widya, Kenzo mengajak istrinya pulang. Kenzo juga melihat wajah lelah istrinya. Namun, dia harus mampir ke suatu tempat dulu.
“Ngapain sih Ken kita kesini?” tanya Pelangi saat melihat mobil Kenzo berhenti di sebuah butik.
“Beli gaun.” Jawab Kenzo.
“Buat siapa?” tanya Pelangi namun Kenzo tidak menjawabnya.
Kini Kenzo dan Pelangi sudah berada di dalam butik. Kenzo meminta salah satu pegawai untuk memilihkan gaun yang paling bagus untuk Pelangi.
“Aku nggak mau Ken. Ngapain juga sih aku harus pakai gaun ini. menyiksa tahu nggak sih!” gerutu Pelangi.
Kenzo hanya diam dan mengulum senyum saat melihat istrinya menggerutu kesal. Dia sangat tahu kalau istrinya yang terbiasa dengan dandanan simple dan selalu pakai celana jeans, pasti merasa tidak nyaman jika harus memakai gaun itu.
“Besok temani aku makan malam bersama klienku. Nggak mungkin kan kamu pakai baju seperti itu?” tanya Kenzo sambil melirik pakaian istrinya.
“Aku nggak maksa tapi ini perintah. Klienku datang mengajak istrinya, masa aku datang sendiri? Nggak mungkin kan?” ucap Kenzo.
Pelangi yang sudah merasa lelah dan malas berdebat dengan Kenzo akhirnya dia hanya bisa pasrah dan menuruti keinginan Kenzo.
Setelah dari butik,Kenzo segera pulang ke apartemennya. Jujur saja dia juga sangat lelah setelah melakukan perjalanan jauh. Dia butuh istirahat.
***
Malam keesokan harinya, Pelangi dan Kenzo akan pergi makan malam bersama kliennya. Sejak tadi Kenzo melirik jam tangannya sambil melihat pintu kamar Pelangi yang masih tertutup rapat. Kenzo tidak tahu apa yang sedang dilakukan istrinya di dalam kamar dan sedikit membuatnya kesal karena pasti akan datang terlambat.
Cklek
Rasa kesal Kenzo menguap begitu saja saat melihat seorang bidadari keluar dari kamar. Kenzo melongo tak percaya dengan dandanan istrinya yang terlihat begitu mempesona dan sangat anggun.
“Jadi berangkat nggak sih?” tanya Pelangi kesal karena Kenzo menatapnya tanpa berkedip.
“Eh, iya jadi. Ayo!” ajak Kenzo.
__ADS_1
“Tunggu sebentar! Apa kamu yakin dengan itu?” tanya Kenzo sambil melihat kaki istrinya.
Sebenarnya Kenzo sudah sangat bersyukur saat melihat istrinya memakai gaun yang ia belikan kemarin. Namun pandangan Kenzo sedikit terganggu saat melihat istrinya tidak memakai high heels yang dibelikan kemarin. Pelangi justru memakai sepatu kets yang menurutnya sangat tidak cocok dengan gaunnya.
“Iya. Kalau kamu keberatan, ya sudah aku nggak jadi ikut.” Ancam Pelangi.
“Eh jangan. Ya sudahlah, ayo kita berangkat.” Ucap Kenzo kemudian.
Kenzo dan Pelangi sudah tiba di restaurant dimana dia akan malam bersama kliennya. Dari jauh Kenzo sudah melihat bahwa kliennya sudah datang terlebih dulu.
“Selamat malam. Maaf terlambat.” Ucap Kenzo.
“Oh tidak apa-apa Tuan Kenzo. silakan duduk.” Ucap Tuan Barra.
“Perkenalkan istri saya, Pelangi.” Ucap Kenzo memperkenalkan istrinya.
Kemudian Tuan Barra menyambut uluran tangan Pelangi. Tuan Barra pun mengenalkan istrinya juga. kemudian mereka memesan makanan pada salah satu pelayan restaurant.
Pelangi merasa sangat tidak nyaman dengan gaun yang dikenakannya saat ini. dia juga melihat Carissa, istri Tuan Barra yang memandangnya aneh. Namun Pelangi tidak peduli.
Saat sedang makan, tiba-tiba saja Tuan Barra mendapat panggilan dari seseorang. Kenzo pun mempersilakan untuk menerima panggilan itu. Dan melanjutkan makannya. Pelangi juga sedikit berbincang-bincang dengan Carissa, yang dia tahu ternyata seorang designer. Pantas aja dia sangat cantik dan anggun. Beda sekali dengan dirinya yang selalu bermain dengan oli dan alat-alat perbengkelan.
Setelah menerima panggilan dari seseorang, Tuan Barra kembali bergabung dengan Kenzo dan melanjutkan makan malamnya sambil membicarakan kerjasamanya. Tidak hanya itu, Tuan Barra juga memberitahukan tentang kabar kehamilan istrinya. Kenzo yang mendengarnya pun ikut bahagia, karena selama kerjasama dengan kliennya itu membuat Kenzo semakin akrab dengan Tuan Barra.
“Selamat, atas kehamilan istri anda, Tuan Barra. Semoga selalu diberi kesehatan untuk calon ibu dan calon buah hatinya.” Ucap Kenzo.
“Terima kasih Tuan Kenzo.” jawab Tuan Barra.
“Semoga Nona Pelangi juga segera menyusul.” Ucap Carissa yang sebelumnya sudah tahu kalau klien suaminya ini masih tergolong pengantin baru.
Uhuk uhukkk
.
.
.
*TBC
__ADS_1