Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 59


__ADS_3

“Ada apa Div Lo kesini?”


Tiba-tiba saja Alex datang diwaktu yang tepat. Dan dia melihat Pelangi menutup mulutnya rapat sepertinya menahan rasa mual yang ingin dia muntahkan.


“Bre, sejak kapan Lo disini? Lo kenapa?” tanya Alex pura-pura.


Kemudian Alex segera masuk ke rumahnya dan mempersilakan Pelangi masuk. Kecurigaan Diva tidak terbukti kalau Pelangi tinggal di rumah Alex. Lalu dia mengikuti Pelangi masuk ke dalam.


“Ada apa Div?” tanya Alex.


“Oh, nggka ada apa-apa, Lex. Gue tadi nggak sengaja aja pas lewat terus lihat Aubre duduk di teras rumah Lo. Gue kira Aubre tinggal di rumah Lo, ternyata tidak.” Jawab Diva.


Tiba-tiba saja terdengar suara Pelangi yang sedang muntah. Diva yang ingin melihat keadaannya pun dicegah oleh Alex. Dan Alex pun meminta Diva agar pulang saja.


Dengan berjuta tanya dalam benaknya, Diva sangat penasaran. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Pelangi. Bahkan Alex terlihat sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


Setelah Diva pulang, Alex menghampiri Pelangi yang sedang berada di dalam kamar mandi. hati Alex kembali berdenyut saat melihat sahabatnya terlihat begitu rapuh dengan wajah yang pucat. Harusnya momen seperti ini adalah momen yang membahagiakan. Dimana seorang istri yang sedang hamil muda selalu ada suaminya yang siap siaga menemani masa ngidamnya. Tapi tidak dengan Pelangi.


“Lo udah baikan, Bre? Gue buatin teh hangat dulu ya.” Ucap Alex dan diangguki oleh Pelangi.


“Thanks ya Lex.” Ucap Pelangi setelah meminum teh hangat buatan Alex.


“Iya. Ya sudah, gue mau mandi dulu.” Ucap Alex.


“Lex!” panggil Pelangi.


“Om Richard sedang dirawat di rumah sakit. Kata tante Agatha kena serangan jantung. Gue bingung Lex harus bagaimana.” Ucap Pelangi sambil menyeka air matanya.


“Lo doain saja semoga Om Richard cepat sembuh. Jangan pergi kesana dulu, nanti akan memperparah keadaan Om Richard jika tahu masalah Lo. Tunggu surat perceraian Lo dulu, baru pergi kesana.” Saran Alex dan diangguki oleh Pelangi.


***

__ADS_1


Dua bulan sudah berlalu. Perut Pelangi sudah sedikit membesar. Dia masih mengalami morning sickness meski intensitasnya sudah berkurang. Dan sampai saat ini dia juga tak kunjung mendapatkan surat cerai dari Kenzo. bahkan panggilan untuk sidang pun tidak ada. Pelangi khawatir jika Kenzo tidak mengurus surat perceraiannya. Atau bahkan pria itu tidak mau menceraikannya.


Setelah Alex sarapan dan pergi ke bengkel, Pelangi mendengar ketukan pintu dari luar. Dia segera membukakan pintu ternyata yang datang adalah seorang pegawai pos. Pelangi heran, bagaimana bisa pegawai pos itu mengirimkan surat atas namanya tapi dengan alamat rumah Alex. Dan setelah menerima surat itu, Pelangi kembali masuk ke rumah.


Air mata Pelangi meluncur begitu saja saat tahu isi dalam amplop besar itu yang ternyata adalah akta cerai. Baru saja dia mengharapkan akta cerainya dari Kenzo, dan kini sudah menjadi kenyataan. Ternyata Kenzo benar-benar menceraikannya. Pria itu benar-benar tidak mencintainya. Pria itu benar-benar telah mempermainkan perasaannya. Itu semua terlihat jelas karena tidak ada perjuanagn Kenzo yang untuk memperbaiki hubungannya. Semenjak kedatangannya dua bulan yang lalu, Kenzo sudah tidak lagi menemuinya.


“Maksih Ken. Maksih atas luka yang pernah kau ukir indah dalam hati ini.” ucap Pelangi dengan berlinang air mata.


Setelah mengusap air matanya, Pelangi segera bergegas untuk membereskan baju-bajunya dan memasukkannya ke dalam koper. Dia juga langsung memesan tiket penerbangan menuju London. Ya, setelah ini dia memilih akan tinggal menetap di London.


Alex yang baru saja membuka bengkelnya, terpaksa harus kembali pulang saat mendapat telepon dari Pelangi yang mengatakan akan pergi ke London.


“Kenapa Lo buru-buru sih Bre? Dan apa harus mendadak sekarang juga?” tanya Alex.


Pelangi yang masih sibuk mempacking baju-bajunya kemudian berhenti sejenak. Setelah itu dia mengambil amplop besar berwarna coklat dan menunjukkan pada Alex. Alex membacanya. Dia tidak percaya kalau itu adalah akta cerai Pelangi dan Kenzo.


“Sudah jelas bukan. Sudah tidak ada alasan lagi gue bertahan disini Lex. Gue secepatnya harus pergi ke London. Dan gue akan memulai hidup baru gue disana.” Ucap Pelangi.


Alex tidak mampu berkata-kata. Sebenarnya dia tidak rela ditinggalkan sahabat baiknya pergi. Tapi itu semua demi kebaikan Pelangi. Disana juga ada keluarga Pelangi yang pasti akan lebih melindunginya.


“Bre, kalau Lo sudah tinggal disana jangan lupa untuk selalu kasih kabar ke gue ya.” Ucap Alex.


“Tentu saja. Lo jangan khawatir. Gue nggak akan melupakan sahabat baik gue.” Jawab Pelangi sambil tersenyum tipis.


Beberapa saat kemudian mereka tiba di bandara. Pelangi rasanya sudah tidak sabar untuk segera tiba di London. Perlahan dia sudah melupakan kesedihannya. Dia mengusap perutnya yang mulai membuncit sambil tersenyum.


“Hanya kamu sumber kebahagiaan Mama saat ini Nak.” gumam Pelangi dalam hati.


Setelah berpamitan dengan Alex, akhirnya Pelangi memasuki pesawat yang sebentar lagi akan mengantarnya ke London dan siap menjalani hidup barunya sebagai calon orang tua tunggal tentunya.


“Selamat tinggal masa lalu. Selamat datang masa depan.” Gumam pelangi saat pesawatnya sudah lepas landas.

__ADS_1


***


Sementara itu saat ini di kediaman Damian, sedang ada Kenzo, Damian, Rosalina dan juga Eva. Mereka sedang membahas pernikahan Eva dan Kenzo yang sebentar lagi akan digelar.


“Apa tidak sebaiknya pernikahan ini diadakan secara sederhana saja?” tanya Kenzo pada Eva.


“Ken, ini pernikahan kita sekali seumur hidup. Aku ingin pernikahan kita ini sangat berkesan.” Jawab Eva sambil bergelayut manja di lengan Kenzo.


“Benar yang dikatakan oleh Eva, Ken.” Bela Rosalina.


“Lalu kapan orang tua kamu akan tiba di Indonesia, Ev?” tanya Damian.


“Kemungkinan 2 hari sebelum hari hari H, Om” Jawab Eva.


“Ya sudah terserah kalian saja. Tapi apa kamu siap menghadapi semuanya jika nanti diadakan pesta mewah?” Tanya Damian yang membuat Eva, Rosalina, dan juga Kenzo bingung dengan pertanyaan Damian.


“Apa maksud Papa?” tanya Rosalina.


“Ehm, maksud Papa bukankah perut Eva sudah sangat besar. Sudah pasti para tamu nanti menanyakan itu semua. Disamping itu semua orang juga tahu kalau Kenzo sudah menikah dengan Pelangi.” Jawab Damian.


“Oh kalau itu, Mama dan Eva sudah punya jawabannya, Pa. karena Pelangi tidak bisa memberikan keturunan jadi Kenzo menceraikannya dan menikahi Eva. Kalau soal perut Eva yang sudah besar, kita tinggal bilang kalau sebelumnya mereka sudah menikah secara agama.” Ucap Rosalina bangga.


Kenzo sejak tadi hanya terdiam. Dia masih tidak terima mendengar ucapan Mamanya yang mengatakan kalau mantan istrinya tidak bisa memberi keturunan. Mengingat dia pernah menemukan sesuatu dalam tas istrinya saat itu.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


jgn lupa like dan komentarnya utk terus menyemangati othor🤗🤗😘😘😘 vote dan hadiahnya jg boleh😁😁


Happy reading😘😘


__ADS_2