Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 67


__ADS_3

Bukan tanpa bukti Alex menceritakan itu semua pada Kenzo. karena diam-diam Alex mencari tahu tentang keadaan sahabatnya melalui Leo, sepupu Pelangi yang dia juga mengenalnya. Alex menceritakan semua pada Kenzo kalau memang Pelangi sedang tidak baik-baik saja. Meski sudah periksa dan janinnya sangat sehat.


“Tapi gue belum bisa kesana dalam waktu dekat Lex. Gue mau beresin masalah perusahaan dulu.” Ucap Kenzo.


“Ya udah terserah Lo aja deh. Yang penting gue udah sampaikan ini sama Lo. Gue pamit pulang kalau gitu.” Jawab Alex.


“Thanks ya Lex.” Ucap Kenzo dan diangguki oleh Alex.


Setelah Alex pulang, Kenzo masih duduk terdiam di sofa ruang tamunya. Dia masih memikirkan ucapan Alex. Jadi benar apa yang dikatakan oleh Barra tadi. dia semakin mengkhawatirkan keadaan Pelangi. Tapi bagaimana dengan perusahaan jika dirinya pergi ke London.


Setelah itu Kenzo masuk ke dalam kamarnya dan mengambil beberapa berkas penting yang tertinggal dan setelah itu dia akan pulang ke rumah Papanya.


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, Kenzo sudah tiba di rumah Papanya. Tampak Papanya sedang menunggunya di meja makan. Dengan cepat Kenzo meletakkan tasnya kemudian mencuci tangan dan segera bergabung dengan Damian untuk makan malam bersama.


“Maaf, Pa. Kenzo tadi ada urusan penting dan pulang sedkit terlambat.” Ucap Kenzo.


“Nggak apa-apa. Papa bisa makan terlebih dulu, lagi pula Papa juga baru saja turun.” Jawab Damian.


Mereka menikmati menu makan malam itu sambil melakukan obrolan ringan. Damian mengatakan kalau lusa ada sidang putusan pengadilan untuk mantan istrinya dan juga Eva. Damian mengatakan kalau dirinya dan Kenzo wajib hadir dalam sidang itu sebagai saksi.


“Akan Kenzo usahakan untuk hadir Pa.” jawab Kenzo.


“Pa, apa tidak masalah jika minggu depan Kenzo pergi ke London?” tanya Kenzo.


“Buat apa? Bukankah masalah perusahaan belum selesai?” tanya Damian.


Akhirnya Kenzo menceritakan semuanya. Tentang Pelangi yang sering mersakan sakit yang berhubungan dengan kehamilannya. Kenzo menyampaikan rasa kecemasannya pada sang Papa. Lagi pula masalah perusahaan sudah sedikit teratasi setelah dibantu oleh Barra.


“Tidak perlu menunggu minggu depan. Setelah sidang putusan Rosa dan Eva, kamu bisa langsung berangkat kesana. Papa sangat khawatir dengan keadaan menantu dan calon cucu Papa.” Ucap Damian.


“Apa Papa serius?” tanya Kenzo tak percaya dan diangguki oleh Damian.


***

__ADS_1


Hari itu pun tiba. Damian dan Kenzo sudah hadir dalam persidangan Rosalina dan Eva. Sidang itu berlangsung cukup lancar karena Rosalina tidak mampu lagi mengelak dengan semua bukti kejahatannya. Bahkan dia tidak punya sanak saudara yang membelanya. Karena memang Rosalina tidak punya siapa-siapa lagi.


Sedangkan Eva masih mempunyai orang tua yang kaya, dan bisa membayar pengacara untuk mengatasi masalahnya dan memperingan hukumannya. Ditambah kondisinya sedang hamil.


Akhirnya putusan pengadilan itu menyatakan kalau Rosalina dikenai hukuman 7 tahun penjara. Sedangkan Eva hanya 3 tahun. Jika kesalahan Eva telah terlibat persekongkolan dengan Rosalina karena telah memalsukan tanda tangan dan menjual beberapa saham perusahaan Kenzo. sedangkan Rosalina terkena pasal berlapis. Selain memalsukan tanda tangan, dia juga telah menyalah gunakan obat illegal yang fungsinya untuk mencegah kehamilan dan membahayakan nyawa seseorang. Mengingat obat itu sudah diberikan pada Pelangi meski belum sempat diminum olehnya.


Setelah hakim mengetuk palu tanda sidang selesai, Kenzo dan Damian bisa bernafas dengan lega. Tapi tidak dengan wanita paruh baya dengan wajah yang tampak kusut itu. Rosalina mengeram menahan emosi. Dia masih tidak terima dengan putusan pengadilan. Tapi dirinya juga tidak bisa berbuat banyak.


“Papa baik-baik saja?” tanya Kenzo yang sejak tadi memperhatika raut muka sang Papa tampak berbeda.


“Papa baik-baik saja. Kamu nggak usah khawatir.” Jawab Damian tersenyum tipis.


Kenzo bisa merasakan kesedihan Papanya. Bagaimanapun juga selama ini sosok Mama tirinya telah menemani sang Papa. Tapi dia tidak menyangka akan perbuatan mama tirinya seperti itu. Tapi setidaknya Kenzo merasa lega, karena sudah dijauhkan dari wanita seperti Rosalina dan juga Eva.


“Cepat urus keberangkatan kamu ke London. Jangan menunda-nunda waktu lagi.” Ucap Damian.


“Iya, Pa. besok Kenzo akan terbang ke London.” Jawab Kenzo.


***


Sejak tadi perasaan Kenzo tak menentu. Rasa takut dan gugup bercampur jadi satu. Kenzo takut jika nanti kehadirannya ditolak Pelangi. Tapi hal itu wajar saja karena setahu Pelangi status mereka sudah bukan suami istri lagi.


Perjalanan selama belasan jam membuat Kenzo semakin tak sabar ingin bertemu dengan Pelangi secepatnya. Dia ingin sekali memeluk wanitanya dan menumpahkan semua rasa rindunya pada wanita itu.


Kenzo sudah tiba di London dan segera menuju rumah Richard. Dia mengetahui alamat rumah Richard dari Papanya. Tapi Kenzo sudah berpesan pada papanya untuk tidak mengatakan pada Richard tentang kepergiannya kesana.


“Nak Kenzo?” Agatha terkejut saat baru saja membukakan pintu dan mincul sosok Kenzo di hadapannya.


Agatha mempersilakan Kenzo masuk dan memanggil suaminya agar turun. Richard pun juga sama terkejutnya dengan kedatangan Kenzo. mantan suami keponakannya.


“Om, Tante apa kabar?” tanya Kenzo.


“Kami baik.” Jawab Richard dan berusaha untuk tidak emosi.

__ADS_1


“Om, maafkan Kenzo. Kenzo telah…”


Richard ingin menyela ucapan Kenzo namun dengan cepat ditahan oleh istrinya. Kemudian membiarkan Kenzo berbicara.


Kenzo menceritakan semuanya. Awlanya Richard dan Agatha tidak peduli. Kemudian Kenzo tidak kehabisan akal. Dia melakukan panggilan pada Papanya, dan Damian membenarkan apa yang telah diucapkan oleh Kenzo tadi.


“Tapi Om tidak yakin kalau Pelangi bisa menerima kamu kembali, meski kalian masih sah menjadi pasangan suami istri.” Ucap Richard.


“Kenzo tahu, Om. Tapi setidaknya Kenzo minta bantuan Om untuk meyakinkan Pelangi.” Jawab Kenzo.


Richard dan Agatha saling pandang kemudian mengangguk samar. Kemudian Kenzo menanyakan keberadaan Pelangi karena sejak tadi dia tidak melihatnya.


“Pelangi sedang pergi keluar. Katanya mau cari angin segar di malam hari sekaligus makan malam.” Jawab Agatha.


“Sama siapa Tan?” tanya Kenzo.


“Tadi perginya sama Leo.” Jawab Agatha.


Akhirnya Kenzo hanya bisa menunggu kepulangan istrinya. Lagi pula dirinya sudah berada di London dan sebentar lagi akan bertemu dengan istrinya.


Tak lama kemudian terdengar bunyi klakson mobil yang berhenti tepat di depan rumah Richard. Mereka bertiga keluar dari rumah dan melihat siapa yang datang.


Kenzo melihat istrinya baru saja keluar dari mobil setelah seorang pria baru saja membukakan pintu. Pria itu berwajah oriental dan sangat berbeda dengan garis wajah Richard maupun Agatha. Bahkan usianya terlihat seperti seumuran dengannya. Jadi Kenzo sangat yakin kalau pria itu bukan Leo, sepupu istrinya.


“Dokter Jack.” Gumam Agatha dan masih bisa didengar oleh Kenzo.


Kenzo mengeraskan rahangnya dan mempercepat langkahnya mendekati dua orang berbeda gender yang saling melempar senyum.


Bugh


.


.

__ADS_1


.


*TBC


__ADS_2