
Pagi ini Pelangi bangun tidur lebih dulu daripada Kenzo. semenjak kemarin dia merasakan hawa sejuk pagi hari di taman belakang, pagi ini Pelangi akan mengulanginya lagi. Atau bahkan tiap hari dia akan jalan-jalan di taman itu.
Pelangi hanya memakai dress longgar di bawah lutut. Dia berjalan menyusuri area taman yang di tengahnya terdapat kolam ikan. Sungguh pemandangan yang sangat menyejukkan mata. Ditamabh udara pagi hari yang belum tercemar dengan polusi dan masih sangat bersih.
“Kamu senang bukan tinggal bersama Papa kamu? Bahkan kamu sekarang sudah tidur dengan dipeluk Papa.” Gumam Pelangi mengajak anaknya berbicara.
“Kamu jangan rewel lagi, karena Papa kamu akan selalu ada di samping kamu.” Tambahnya.
Pelangi masih terus mengajak anaknya berbicara, karena itu sangat membantu merangsang perkembangan otak anak dalam kandungannya. Selain itu, mengajak berkomunikasi dengan janin dapat membuat anak tersebut semakin terikat kuat batinnya dengan kita.
“Kamu memang benar-benar anak Papa.” Ucap Kenzo yang kini sudah berdiri di belakang Pelangi.
“Ken! Bisa nggak sih kamu nggak ngagetin gitu?” kesal Pelangi.
“Sorry, kamu sih nggak bangunin aku untuk ngajak jalan-jalan. Ya udah aku susulin saja.” Jawab Kenzo.
Kemudian Kenzo duduk berjongkok sambil mengusap perut Pelangi kemudian mengecupnya. Kenzo sungguh sangat menikmati momen ini. meskipun pernah menyesal karena telat mengetahui kehamilan sang istri, kini Kenzo seolah mempunyai banyak waktu untuk menjadi suami yang selalu siaga selama masa kehamilan Pelangi.
“Kamu mau kemana?” tanya Kenzo saat Pelangi tiba-tiba berdiri dari duduknya.
“Perutku sangat lapar, Ken.” Keluh Pelangi sambil mengusap perutnya.
“Hei, ini masih jam 6 dan Bik Siti belum selesai memasak.” Ucap Kenzo.
“Ya udah ayo, kita keluar beli makan. Aku sedang ingin makan bubur ayam.” Jawab Pelangi.
Kemudian Kenzo bergegas mengikuti langkah kaki istrinya. Kemudian masuk ke dalam rumah dan menyambar kunci mobil yang selalu dia letakkan di atas meja. Setelah itu Knzo segera mengajak istrinya keluar untuk membeli bubur ayam.
“Memangnya jam segini sudah ada orang jualan bubur ayam ya?” tanya Kenzo.
“Ya mana aku tahu. Kamu cari lah Ken. Kamu mau anak kamu ini lahir nanti ngeces terus?” jawab Pelangi.
Kenzo hanya diam tak menjawab ucapan istrinya. Matanya sedang memandang jalanan, barangkali ada tukang jualan bubur ayam. Dan setelah memutari jalanan keluar area kompleks perumahannya, Kenzo menemukan tukang jualan bubur ayam.
Pelangi dari jauh juga sudah melihatnya. Rasanya ibu hamil itu sudah tidak tahan ingin segera menyantap bubur ayam yang masih mengepulkan asap. Bahakn dia menelan ludahnya seolah sudah menyantap bubur ayam itu.
Kenzo menghentikan mobilnya tepat disamping stand bubur ayam itu. Mereka berdua segera turun dan memesan bubur ayam. Disana ada beberapa kursi yang memang tersedia untuk pembeli yang ingin memakan bubur ayam di tempat.
__ADS_1
“Pak, bubur ayamnya satu porsi.” Pesan Kenzo.
“Kamu nggak pesan Ken?” tanya Pelangi dan Knezo mengeleng.
“Ya udah kita pulang aja kalau kamu nggak mau makan bubur juga.” ucap Pelangi dengan nada kesal.
“Aku nggak bisa makan bubur ayam kalau pagi-pagi begini. Perutku pasti akan sakit nanti.” Sanggah Kenzo, namun Pelangi langsung berdiri.
“Tambah satu porsi lagi, Pak.” Ucapa Kenzo pada bapak penjual bubur itu.
Kenzo tidak tega melihat istrinya cemberut hanya karena bubur ayam. Alhasil dia mengalah dan ikut memesan bubur ayam. Entah apa yang akan dia easakan nanti setelah makan bubur ayam, yang terpenting istrinya tidak marah.
Pelangi pun akhirnya duduk kembali setelah mendengar suaminya ikut memesan bubur ayamnya Dan beberapa saat kemudian pesanan mereka datang. Pelangi hampir meneteskan liurnya saat bubur itu sudah di hadapannya. Dan tidak perlu menunggu waktu lama lagi, Pelangi segera menyantap bubur itu. Begitu juga dengan Kenzo.
Selama kurang lebih setengah jam mereka makan bubur ayam, kini keduanya segera pulang. Karena waktu sudah siang dan Kenzo harus pergi ke kantor. dalam perjalanan ke rumah, Kenzo sudah merasakan perutnya mulai sembelit, namun dia menahannya.
Pelangi segera masuk ke kamar setelah sampai rumah. Dia ingin menyiapkan baju kerja untuk Kenzo. sementara Kenzo langsung masuk ke kamar mandi.
“Kamu sakit, Ken?” tanya Pelangi saat baru saja melihat wajah Kenzo memerah dan berkeringat.
“Perutku agak sakit saja. Tapi tidak apa-apa.” Jawab kenzo dan segera memakai bajunya.
“Kenapa kamu memaksakan diri untuk makan bubur ayam tadi jika perut kamu akan sakit begini?” tanya Kenzo.
Bukannya perhatian dan merasa bersalah, Pelangi justru menyalahkan suaminya. Kenzo terkejut mendengar pertanyaan sang istri. Bahkan dirinya juga bingung untuk menjawabnya. Bisa-bisanya Pelangi menyalahkan Kenzo karena perutnya sakit setelah makan bubur ayam. Andai saja Kenzo tadi tetap menolak makan bubur ayam pasti perutnya tidak sakit, namun bibir istrinya semakin manyun.
“Aku nggak apa-apa kok. Nanti juga sembuh sendiri.” Jawab Kenzo dengan sabar.
Pelangi langsung mencari kotak obat dan mengambil obat sakit perut dan segelas air putih. Setelah itu diberikan pada Kenzo.
“Terima kasih istriku.” Ucap Kenzo.
“Lain kali jangan memaksakan diri jika akan berakibat seperti ini. aku juga kan yang repot jadinya.” Gerutu Pelangi.
Kenzo sudah meneguk air putih dengan obat yang masih ada di mulutnya, hampir saja menyemburkan air itu saat mendengar ucapan istrinya.
“Ya Tuhan, wanita hamil memang maha benar.” Gumam Kenzo dalam hati.
__ADS_1
“Iya, maaf.” Jawab Kenzo singkat.
Setelah itu Kenzo segera pamit pada Pelangi untuk pergi ke kantor. dia akan menjemput istrinya nanti saat jam makan siang sekalian akan memeriksakan kandungannya.
“Hati-hati!” ucap Pelangi.
Cup
Kenzo tidak bisa menahan rasa bahagianya saat istrinya tiba-tiba mengecup bibirnya sekilas. Andai saja pagi ini masih ada waktu yang panjang, pasti Kenzo akan meminta hal yang lebih dari sekadar kecupan bibir.
***
Siang harinya, seperti janji Kenzo kalau saat jam makan siang dia akan menjemput istrinya untuk makan siang di luar. Setelah itu akan pergi ke rumah sakit untuk periksa kandungan.
Saat sedang berada di restaurant, Pelangi tanpa sengaja melihat seseorang yang baru saja meninggalkan restaurant. Tapi kemudian dia menggelengkan kepalanya pelan.
Selesai makan siang, mereka berdua langsung pergi ke rumah sakit. Dan kebetulan kedatangannya juga disambut oleh Joseph.
“Hai kakak ipar, apa kabar?” sapa Joseph.
“Baik. Kamu sendiri apa kabar, Jos?” tanya Pelangi balik.
“Aku juga baik-baik saja.” Jawab Joseph.
Setelah itu Joseph mempersilakan Kenzo dan Pelangi masuk ke ruangan istrinya. Joseph tersenyum bahagia saat melihat sahabatnya sudah kembali memperbaiki hubungannya dengan Pelangi.
Kini Kenzo dan Pelangi sudah berada di dalam ruangan Nova.
“Hai Pelangi, apa kabar kamu?” sapa Nova hangat.
Pelangi tersenyum dan menjawab kabarnya yang baik-baik saja. Setelah berbincang-bincang sebentar, Nova memberitahukan pada Pelangi kalau minggu depan pemeriksaan kandungan akan digantikan oleh sepupunya. Pelangi dan Kenzo yang sebelumnya sudah tahu, mereka hanya mengangguk.
“Sebentar lagi dia akan kesini. Dan aku akan mengenalkannya pada kalian.” Ucap Nova.
.
.
__ADS_1
.
*TBC