
Saat ini Pelangi dan Kenzo sedang berada di pusat perbelanjaan terbesar di kota J. sejak tadi Kenzo dengan setia menemani istrinya berbelanja. Mulai dari pakaian untuk dirinya sampai pakaian untuk calon anaknya.
“Sayang, bukankah kita belum mengetahui jenis kelamin anak kita? Lantas bagaimana kita membeli pakaiannya? Warna apa?” tanya Kenzo.
Pelangi terdiam sejenak dan membenarkan perkataan suaminya. Memang benar jenis kelamin anaknya belum diketahui. Karena saat pemeriksaan, posisi alat kelaminnya tidak terlihat karena tertutup dengan kakinya.
“Nggak apa-apa lah, Ken. Kita beli warna netral saja. Dan jenis pakaian yang umum dipakai oleh anak perempuan dan laki-laki saja. Nanti jika sudah kelihatan jenis kelaminnya, baru kita belanja lagi yang sesuai.” Jawab Pelangi.
“Baiklah kalau begitu. Tidak ada salahnya juga.” jawab Kenzo.
Kurang lebih selama 2 jam Kenzo menemani istrinya belanja. Sebenarnya tidak masalah bagi Kenzo. hanya saja dia khawatir dengan keadaan istrinya kalau terlalu lama berdiri bisa membuat Pelangi capek.
Sedangkan orang yang sedang dikhawatirkan justru terlihat santai. Bahkan Pelangi tampak menikmati kegiatan shoppingnya. Entah kenapa baru kali ini dia sangat puas berbelanja. Biasanya wanita itu anti yang namanya shopping dan berlama-lama di dalam mall. Mungkin karena anak dalam kandungannya yang menginginkan ini semua.
“Sayang, kamu nggak capek?” tanya Kenzo.
Pelangi sejenak melirik suaminya dan matanya terbelalak saat melihat beberapa paper bag memenuhi kedua tangan suaminya. Padahal dirinya tadi sudah merasa cukup membeli pakaian, tapi Pelangi melupakan untuk membeli pakaian dalam.
“Maaf, kamu keberatan bawa belanjaanku ya, Ken?” tanya Pelangi merasa bersalah.
“Nggak. Bukan itu maksudku. Aku takut kamu nanti kecapekan.” Jawab Kenzo.
“Ya sudah sebentar lagi kita pulang. Ini yang terakhir. Aku mau membeli pakaian dalam dulu.” Jawab Pelangi.
Kenzo hanya mengangguk tersenyum dan mengikuti langkah kaki istrinya yang sedang memilih beberapa jenis pakaian dalam. Kenzo mengacuhkan tatapan kaum hawa yang sedang ada di outlet pakaian dalam wanita. Bahkan sebagian dari mereka sangat mengagumi Kenzo yang sangat setia menemani istrinya memilih pakaian dalam.
“Ambil satu set yang ada di maneqin itu!” bisik Kenzo tepat di telinga istrinya.
Tanpa menjawab, Pelangi mengikuti arah pandang suaminya. Dimana ada satu set lingerie warna hitam dengan dengan bahan yang sangat tipis. Seketika tubuh Pelangi meremang saat membayangkan memakai lingerie itu.
“Nggak, Ken. Harganya sangat mahal.” Tolak Pelangi beralasan.
__ADS_1
“Kamu yang ambil atau aku sendiri yang ambil?” bisik Kenzo lagi sambil mengerlingkan matanya.
Pelangi tergagap dan segera mengambil satu set lingerie itu karena dia tidak mau jika Kenzo yang mengambilnya. Saat Pelangi mengambil lingerie itu, beberapa wanita yang sedang ada dalam outlet itu terperangah. Karena bagi mereka lingerie itu adalah lingerie kaum sultini. Selain memang dari brand terkenal, harganya juga sangat fantastis.
Setelah selesai mengambil lingerie itu, Pelangi membawa barang belanjaannya ke kasir. Kemudian menyerahkan kartu saktinya. Lalu mereka berdua pulang. Namun saat akan menuju pintu keluar, pandangan Pelangi tertuju pada sebuah kedai es krim. Terlebih dia melihat seorang anak perempuan sedang makan es krim blepotan. Pelangi pun reflek ikut menelan ludahnya.
“Ken, aku ingin makan es krim boleh, ya?” tanya Pelangi merengek seperti anak kecil.
“Hei sejak kapan kamu bisa merajuk seperti ini. kamu mintanya seolah aku tidak mau membelikannya. Ya sudah ayo kita beli.” Ajak Kenzo kemudian.
Kenzo dan Pelangi akhirnya menuju kedai es krim. Pelangi memesan tiga cup es krim beda rasa. Satu untuk Kenzo dan yang dua untuk dirinya sendiri dan anaknya.
“Apa aku boleh menyicipi yang rasa vanilla itu?” tanya Kenzo sengaja menjaili istrinya.
“Ish, kamu ini kenapa tadi tidak milih yang vanilla saja sih? Ini kan punya anak kita. Nggak boleh. Kamu pesan saja lagi.” Tolak Pelangi.
Tapi Kenzo tidak kehabisan akal. Saat istrinya sedang menikmati es krim yang ada di tangannya, dengan cepat Kenzo mengambil es krim rasa vanilla yang masih utuh itu.
Sedangkan Kenzo hanya senyum-senyum sambil menikmati es krim yang berhasil dia rebut dari istrinya tadi. pelangi pun akhirnya pasrah.
Setelah selesai menghabiskan es krimnya, mereka berdua akhirnya pulang. Namun sebelumnya Kenzo memesan es krim
rasa vanilla sebagai ganti buat istrinya tadi.
***
Hari ini Pelangi dan Kenzo datang menghadiri acara pertunangan Alex. Acara itu diadakan secara sederhana di rumah Nancy, kekasih Alex. Kenzo tidak menyangka kalau dirinya akan bertemu dengan Dafa disana. Namun setelah itu Pelangi memberitahukan pada suaminya kalau Dafa adalah calon kakak ipar Alex. Pelangi pun meminta pada Kenzo agar bersikap baik pada Dafa, karena memang sejak dulu dirinya tidak pernah ada hubungan dengan pria yang pernah menjadi mantan kekasih Eva itu. Pelangi menganggap Dafa sebagai abangnya.
“Selamat ya, Lex! Semoga lancar sampai hari H.” ucap Kenzo menyalami tangan Alex.
“Ok, thanks.” Jawab Alex sambil tersenyum tipis.
__ADS_1
Pelangi ikut senang saat melihat sahabatnya sudah resmi bertunangan dengan seseorang yang sangat dia cintai. Tanpa sadar Pelangi meneteskan air matanya bahagia. Dia teringat dengan semua kebaikan Alex padanya selama ini. Pelangi sangat salut dengan ketulusan Alex yang benar-benar menganggapnya sebagai seorang sahabat. Bahkan Nancy pun sama sekali tidak pernah cemburu jika dirinya bersahabat dengan Alex.
“Hai bumil ngapain kamu Lo nangis?” tanya Alex.
Dan tiba-tiba saja Pelangi langsung berhambur memeluk Alex sambil menangis tergugu. Enath kenapa dia sangat cengeng. Dan Alex mendapat pelukan dari sahabatnya seketika badannya panas dingin. Dia takut Kenzo akan mengeluarkan tanduknya jika melihat adegan ini.
“Apa sudah puas adegan peluk-pelukannya?” tanya Kenzo dengan tersenyum tipis.
Pelangi pun segera mengurai pelukannya dan mengusap air matanya. lalu dia berhambur ke pelukan Kenzo. Kenzo pun menyambut pelukan hangat isstrinya.
***
Kini usia kandungan Pelangi sudah menginjak 7 bulan. Perutnya pun sudah terlihat sangat besar. Kenzo semakin protektif pada istrinya. Bahkan Pelangi sudah tidak diperbolehkan melakukan aktivitas berat. Pelangi hanya duduk santai di rumah. Meski sangat membosankan, tapi dia tetap mematuhi perintah suaminya.
Pelangi sangat bahagia dengan kehamilannya ini. berdasarkan hasil usg, janin yang berjenis kelamin perempuan itu keadaannya juga sangat sehat. Berat badannya juga seimbang.
Kenzo pun demikian. Hidupnya kini semakin berwarna seperti pelangi semenjak hadirnya Pelangi beberapa bulan yang lalu dalam hidupnya. Terlebih sebentar lagi dirinya akan menjadi seorang ayah setelah anaknya lahir ke dunia ini.
Meski Kenzo dan Pelangi dulu sempat menolak perjodohan yang direncanakan oleh kedua orang tua masing-masing, namun tanpa mereka sadari ternyata dengan jalan seperti inilah Tuhan menyatukan mereka dalam sebuah ikatan jodoh yang terbalut dalam satu ikatan suci bernama pernikahan.
Kehidupan Pelangi dan Kenzo pun akhirnya menemui bahagia.
.
.
.
*T H E E N D
Terima kasih🤗🤗😘😘😘😘😘😘❤️❤️❤️
__ADS_1