
Hari semakin malam, karena waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari,
Sedangkan pria tampan yang bernama Alnord baru saja turun dari mobil nya untuk menuju ke arah Lift apartemen...
Di dalam Lift Alnord mencoba untuk memejamkan mata sambil bersandar di dinding tersebut, dia berjanji di dalam hati nya, jika nanti dia sudah berhasil menghancurkan para musuh nya maka Alnord akan beristirahat sejenak untuk menikmati masa mas pernikahan nya bersama Arabella...
Satu bulan, ya.. satu bulan lagi Arabella sudah selesai dengan masa perceraian nya, setelah itu Alnord akan langsung menikahi wanita malang tersebut...
"Jebakan akan segera aku lakukan Aaron Rodrigues, dan kau harus siap untuk menerima kehancuran mu"
Gumam Alnord sambil keluar dari pintu lift yang sudah terbuka...
Beberapa hari ini, sebenarnya Aaron sudah mulai mencurigai diri nya, karena beberapa kali para anak buah Alnord telah memergoki para suruhan Aaron untuk mengikuti dan juga memata matai dirinya...
Alnord yang mengetahui hal itu pun, langsung bertindak dengan cepat, dia menyuruh para anak buah nya untuk menangkap mereka orang suruhan Aaron dan menghabisi nya dengan cepat...
Bahkan Alnord tidak segan segan langsung mengirim kan surat ancaman kepada Aaron Rodrigues dengan menitipkan sebuah telapak tangan yang sudah di mutilasi, milik salah satu anak buah Aaron yang sudah mereka habisi...
Dan saat itu pula, Aaron Rodrigues langsung terkejut setengah mati, dia mulai menyadari jika Alnord Martinez, ternyata sangat berbeda dengan sahabat nya yang sudah dia habisi...
Awalnya Aaron mengira, jika Alnord memiliki sifat yang sama seperti papa nya, tapi semua di luar ekspektasi,...
Hingga akhir nya Aaron menyimpulkan jika bukan Alnord yang telah menyerang diri nya, karena Alnord adalah tipe pria yang tidak mau mengganggu jika tidak di ganggu...
Tak lama kemudian, kini Alnord sudah tiba di dalam apartemen milik Arabella, dia langsung masuk ke dalam kamar tersebut untuk mengistirahatkan tubuh nya di samping sangat kekasih...
Alnord mencium seluruh wajah Arabella yang tampak sangat cantik dan mempesona,
__ADS_1
"Selamat malam Ara,maaf jika aku telah meninggal kan mu sebentar, sekarang ayo kita tidur, aku berjanji akan menemani mu sampai pagi menyapa"
Ucap Alnord pelan dan langsung berbaring di atas ranjang sambil memeluk tubuh sang kekasih tercinta...
***
Tidak terasa pagi sudah datang menyapa, membuat semua orang kembali untuk melakukan aktivitas mereka masing-masing
Sama hal nya dengan keluarga Rodrigues saat ini, papa Aaron Rodrigues sudah siap dengan stelan jas nya, karena dia akan mengadakan rapat penting bersama rekan bisnis nya yaitu Dominic...
Mama Agnes yang masih tidak setuju dengan keputusan dari suami nya itu pun hanya menatap diam tanpa banyak bicara...
Rasa nya dia benar benar tidak ikhlas karena aset dan uang milik nya kini sudah di ambil oleh suami nya untuk modal pembukaan tambang di negara B...
Sedangkan Devian dan Jesica hanya diam memperhatikan mereka berdua,
Papa Aaron tersenyum tipis melihat ke arah anak anak nya tersebut, terlihat dari wajah Devian yang masih memiliki banyak memar di seluruh wajah dan tubuh nya...
Tanya papa Aaron dengan senyum mengejek...
"Untuk apa papa menanyakan keadaan ku, sedangkan papa tidak pernah mau mempercayai omongan ku "
"Cih... jangan memulai nya lagi Devian, aku tidak akan mungkin percaya dengan omong kosong mu itu, yang selalu menuduh Alnord Martinez sebagai dalang dari penyerangan yang kau Terima, apa untung nya untuk dia menyerang mu dan juga perusahaan cabang, bukan kah kita tidak memiliki masalah dengan dia"
Jelas papa Aaron yang kini sudah tidak berani menuduh Alnord Martinez sebagai musuh di balik kehancuran perusahaan milik nya...
"Pa..., kenapa papa sangat yakin jika memang bukan Alnord musuh kita sebenarnya, Mungkin papa memang tidak memiliki masalah apa pun dengan nya, tapi dengan ku... kami memiliki masalah pa, dia marah kepada ku karena aku sudah berusaha untuk mengambil kekasih nya Arabella... "
__ADS_1
Teriak Devian dengan perasaan kesal, sedangkan papa Aaron langsung tertawa dengan terbahak bahak...
"Haha....... Devian..., kenapa kau terlalu percaya diri begitu? sekarang kau do'akan saja agar pertambangan yang papa buka bisa maju dengan pesat, karena jika itu terjadi maka bukan hanya Arabella saja yang akan tunduk kepada mu, tapi semua wanita tercantik di dunia ini pun akan mengejar ngejar dirimu Devian"
"Ya.. Baik lah..., semoga saja usaha papa berhasil, karena kalian sudah berkorban banyak untuk membuka tambang di negara B itu"
Jawab Devian dengan malas, sambil melanjutkan acara sarapan nya,
Sedangkan Jesica, setelah kejadian malam kelam beberapa minggu yang lalu, dia berubah menjadi gadis yang sangat pendiam dan tidak banyak bicara..
Bahkan dia yang biasa nya selalu melawan dan tempramental kini sudah tidak mau memperdulikan apa yang tejadi dengan keluarga nya, Jesica terlalu malas untuk berkomentar karena di dalam lubuk hati nya yang terdalam,
Dia sedang menyimpan rasa takut yang teramat sangat, yaitu... " Bagaimana jika aku hamil"
Ucap jesica di dalam hati nya, sambil menatap ke arah sang papa...
Sedangkan papa Aaron, dia tidak mengetahui isi hati dari putri nya tersebut, baginya tidak ada yang berubah pada diri Jesica, dan setelah selesai sarapan pria paruh baya itu langsung bangkit dari duduk nya..
"Baik lah, sekarang papa akan pergi ke kantor, Karena hari ini juga papa akan menandatangani surat kerja sama bersama rekan papa yang bernama Dominic , dan jika perusahaan tambang itu sudah mulai beroperasi, maka papa akan memberikan kalian uang setiap Minggu nya sebesar 200 juta per kepala,... hahaha...... pasti kalian terkejut bukan? dan itu lah yang akan kita dapatkan disetiap hari nya, "
Jelas papa Aaron sambil tertawa bahagia, begitu pun dengan Devian, dia berharap agar usaha papa nya bisa berjalan dengan sukses, jadi Dia tidak perlu melakukan pekerjaan haram lagi tentu nya..
Hanya berleha leha dirumah dan malam nya main ke bar, itu lah keinginan Devian saat ini...
Menikmati jerih payah papa nya tanpa harus capek bekerja, sedangkan mama Agnes dia hanya diam tanpa menjawab, entah mengapa hati kecil nya mengatakan jika ada sesuatu hal yang akan terjadi kepada keluarga...
"Ya Tuhan... semoga saja firasat ku ini salah,, dan semoga saja yang di ucapkan oleh mas Aaron benar ada nya, aku sangat takut jika uang yang sudah kami investasi kan ke perusahaan tambang malah merugi dan akan membuat kami jatuh miskin..., tidak... aku tidak boleh berfikir seperti itu, aku yakin jika mas Aaron lebih licik dan pintar dari siapa pun"
__ADS_1
Gumam mama Agnes dengan perasaan khawatir, setelah itu papa Aaron langsung keluar dari ruangan tersebut,
Dengan semangat empat lima, dia mulai menuju ke perusahaan milik nya, Untuk menandatangani surat kerja sama....