
Setelah ajakan paksa yang di lakukan oleh Arabella, akhirnya dengan terpaksa Alvin mulai mengikuti langkah wanita cantik tersebut
Setiba nya di dalam butik, para karyawati langsung menunduk hormat kepada Arabella , membuat Alvin merasa bangga dengan adik nya tersebut.
Ternyata Arabella telah menjadi wanita yang pintar dan juga di segani banyak orang, walaupun sebenarnya dia hanya meminjam identitas orang lain , tapi Arabella dapat menyamakan kemampuan nya menjadi seperti sang pemilik identitas asli...
"Selamat datang kembali nona Arabella , kami senang karena nona bisa kembali masuk ke dalam perusahaa"
Ucap para karyawan dengan kompak.. Membuat Arabella langsung membungkuk dan membalas salam dari mereka semua
"Terimakasih juga untuk para karyawan yang sudah setia bekerja di perusahaan ini, karena kalian perusahaan kecil ini bisa terus berkembang dengan lebih baik lagi, dan terimakasih juga untuk penyambutan nya ya"
Jawab Arabella dengan tersenyum ramah.. setelah itu Arabella langsung mengajak Alvin untuk naik menuju kedalam ruangan milik nya..
Sesampainya di dalam, Alvin di buat terpanah dengan desain yang ada di ruangan adik nya,
Arabella ternyata memiliki selera yang sangat berkelas, pantas saja jika Wanita itu sangat tidak suka melihat penampilan Alvin yang sangat kuno dan aneh .
"Adik... apakah ini semua kau yang mendesai nya, wah.. ternyata selera dekorasi ruangan mu sangat mewah ya adik! "
Ucap Alvin dengan wajah memukau, setelah itu pria hitam manis tersebut langsung melangkah kan kaki nya menuju ke arah lemari kaca transparan yang terdapat banyak koleksi pakaian di dalam nya,
Alvin di buat terpukau karena koleksi Arabella benar benar keren dan juga unik, seperti nya tidak beda jauh dengan pakaian yang Alvin gunakan beberapa waktu yang lalu, yang mempadupadan kan warna cerah dan juga norak..
"Adik... apakah ini semua kau yang merancang nya? "
Tanya Alvin kembali, Membuat Arabella langsung berjalan mendekati Alvin berdiri..
"Iya.. ada sebagian hasil rancangan ku, dan ada sebagian lagi hasil rancangan mendiang Arabella yang asli kakak"
"Benarkah..! aku benar-benar tidak menyangka jika kau sangat pintar meracang baju ya "
"Hehehe.. aku juga masih belajar kakak, belum terlalu pintar, oya apakah kakak mau menilai pakaian mana yang cocok untuk ku gunakan sebagai pakaian ter unik yang akan perusahaan ku ikut lombakan kak? "
Tanya Arabella sambil menatap dengan bingung, Alvin langsung tersenyum senang , akhirnya adik nya Arabella mau juga menerima masukkan dari diri nya..
"Apakah kau yakin ingin mendengar kan jawaban ku Adik? "
__ADS_1
Tanya Alvin menatap Arabella...
"Iya kakak, kenapa tidak jika memang pilihan nya bagus"
"Baiklah... seperti nya baju ini sangat cocok untuk di jadikan baju ter unik mu adik, karena model nya belum pernah ada di seluruh dunia"
Ucap Alvin sambil menunjukkan satu baju yang terlihat sangat unik dan juga indah,
"Iya.. kau benar kakak, aku juga suka dengan desain baju ini, emm.... tapi aku belum menemukan model nya kak, "
"Model, bukan kah kau memiliki banyak model yang bagus bagus Adik? atau kau mau jika aku menjadi model pria nya , jadi kau tinggal cari model wanita nya"
"Wah... itu ide bagus kak, awal nya aku pernah berencana jika aku sendiri yang akan menjadi model nya, tapi... karena tubuh ku sekarang terlihat semakin subur, maka aku tidak pantas lagi jika menjadi model nya kakak"
"Ya.. kau benar adik, lagian kau juga sedang hamil jadi tidak boleh menjadi model di atas catwalk.. "
"Hemm... ya sudah nanti akan aku cari orang yang cocok ya kak"
Ucap Arabella dengan semangat, tak lama kemudian terdengar pintu ruangan milik Arabella mulai di ketuk dari luar..
Dan Aira langsung mempersilahkan masuk orang tersebut.
Ucap Arabella sambil menuju ke arah kursi kerja milik nya..
Hingga beberapa detik kemudian pintu mulai terbuka di susul oleh seorang wanita cantik yang masuk ke dalam ruangan Arabella..
Sekretaris Mega berdiri dengan sopan di depan bos nya tersebut, dia ingin menyampaikan materi yang akan di bahas di dalam rapat yang sebentar lagi akan segera di lakukan...
"Selamat siang nona, ini adalah materi yang harus kita bahas untuk mengikuti event bergengsi satu Minggu lagi nona"
Ucap Mega sambil memberikan sebuah buku besar yang berisi rancangan busana dan juga penjelasan nya..
Arabella langsung menerima buku tersebut, dan dia membuka serta membaca nya,
Saat sedang menunggu bos nya itu mempelajari materi yang dia berikan, tanpa sengaja mata Mega malah melihat ke arah seorang pria yang sedang berdiri di dekat lemari kaca...
Alvin sedari tadi terus menatap tajam ke arah Mega yang baru saja tiba..
__ADS_1
Dan tentu saja hal itu membuat Mega menjadi merasa tidak tenang, kenapa juga kakak dari bos nya tersebut malah menatap dirinya dengan tatapan tajam..
"Mega.. aku sudah mengerti dengan materi nya, jadi berapa lama lagi kita akan melakukan rapat? "
Tanya Arabella kepada Mega, wanita itu langsung mengarahkan pandangan nya menuju ke Arabella,
Jangan sampai bos nya itu mengetahui jika dia baru saja saling menatap tajam dengan pria yang bernama Alvin tersebut..
"Lima belas menit lagi nona, saya akan memeriksa pekerjaan para karyawan terlebih dahulu yang sedang bertugas menyusun ruang rapat"
"Ya sudah, setelah itu kembali lagi kesini"
"Baik nona"
Jawab Mega langsung berbalik menuju ke arah pintu,dan saat akan keluar entah mengapa tiba tiba saja Mega menatap tajam ke arah Alvin seakan akan sangat membenci pei tersebut,
Alvin yang di tatap seperti itu pun langsung merasa terganggu, bagaimana bisa seorang wanita biasa seperti Mega telah berani membereng nya dengan tatapan penuh kebencian,,
"Sial... seperti nya dia sudah tahu tentang perjodohan konyol itu, makan nya dia menjadi menatap ku seperti itu, apakah dia fikir dia adalah wanita yang cantik, tidak... ini tidak bisa dibiarkan, jangan sampai wanita es itu merendahkan diri ku"
Gumam Alvin langsung mengejar Mega yang sudah keluar dari ruangan milik Arabella
Arabella yang melihat kakak nya sudah berlari dengan tergesa-gesa pun hanya menatap heran..
Apakah kakak nya itu sedang sakit perut, atau ada masalah yang lain nya...
"Dia mau pergi kemana, dasar kakak yang aneh"
Gumam Arabella pelan,
Sedangkan di luar ruangan, saat ini Alvin sudah berhasil mengejar Mega menuju keruangan rapat,
Di ruang rapat itu, sudah tidak ada orang lagi, karena mereka para karyawan mulai menyiapkan berkas mereka masing-masing
Alvin yang sudah mendekati Mega pun langsung menarik tangan wanita itu dengan kuat..
"Kena kau wanita es"
__ADS_1
Ucap Alvin tersenyum menyeringai, membuat Mega terkejut dan langsung memasang wajah marah...