Pembalasan Istri Yang Disingkirkan

Pembalasan Istri Yang Disingkirkan
Kejujuran kakek Martin


__ADS_3

Sedangkan di rumah milik keluarga Rodrigues, saat ini Arabella baru saja sampai di dalam kamar kakak Martin,


Dia mendorong kursi roda kakek Martin dan langsung membantu pria tua itu untuk naik ke atas ranjang...


Dengan perlahan kakek Martin bangkit dari kursi roda menuju ke atas ranjang, Arabella memapah nya dengan sangat sabar,


Dan setelah duduk di ranjang, Tiba-tiba saja Kakek Martin memegang tangan Arabella dengan sangat erat membuat Arabella langsung menatap ke wajah kakak Martin...


"Ada apa kek, apakah kakek membutuhkan sesuatu? "


Tanya Arabella penasaran...


Kakek Martin langsung terisak dengan sangat sedih, membuat Arabella menjadi terkejut sekaligus bingung...


"Kakek,kenapa kakek menangis, apakah kakek merasa sakit? "


Tanya Arabella mulai panik,..


Dengan cepat kakek Martin menggeleng kan kepala nya, dia langsung menaruh kedua tangan Arabella di atas keningnya...


"Maafkan aku Amelia, maafkan aku"


Ucap kakek Martin dengan pilu,...


"Maaf kenapa kek, apakah kakek melakukan kesalahan? "


"Amelia,sebenarnya aku adalah orang jahat yang sangat keji, aku sama seperti Aaron Rodrigues yang sudah membunuh kedua orang tua mu"


"Tidak... apa maksud perkataan kakek, tidak mungkin kakek juga terlibat atas pembunuhan itu? "


"Bukan pembunuhan orang tua mu Amelia, tapi pembunuhan atas kakek mu, yaitu Ayah dari Ayah mu"


"Apa.......!!!!


" Benar Amelia, kakek tanpa sengaja telah menabrak beliau hingga meninggal di tempat, dan saat itu Ayah mu masih sekolah menengah atas, aku dengan tega meninggalkan mereka bertiga, kakek mu dan juga Ayah serta saudara Ayah mu"


"Benarkah itu kek, lalu bukan kah Ayah ku dan juga papa Alnord mereka berteman baik, itu artinya kakek......


" Iya, kakek berpura-pura tidak merasa bersalah, kakek menutupi kejahatan kakek dari Ayah mu, sampai Ayah mu mengalami. kesusahan, dia di tinggal oleh Ayah nya karena ulah kakek, sedangkan saudara nya meninggal kan diri nya karena mendapatkan tawaran menjadi bodyguard untuk keluarga kaya, maafkan kakek Amelia, karena aku lah Ayah mu menjadi menderita "

__ADS_1


"Kakek, kenapa kakek sangat tega, bahkan sampai Ayah ku meninggal dunia, kakek tidak pernah memberi tahu kejahatan kakek itu? bukan kah kakek tidak sengaja melakukan nya, lalu kenapa kakek harus menutupi nya kek? "


Tanya Arabella mulai luruh dari berdiri nya, dia duduk di lantai kamar itu sambil menangis tersedu sedu..


"Maafkan aku Amelia, aku adalah pria sombong dan juga angkuh, bahkan aku melarang putra ku untuk berteman dengan Ayah mu, karena aku selalu merasa takut jika melihat wajah Ayah mu itu, aku benar-benar jahat dan juga pengecut"


"Hiks... hiks... , aku tidak pernah menyangka jika banyak rahasia dari kalian semua, sekarang aku hanya bisa menerima nya karena mereka telah pergi sebelum aku melihat mereka"


Ucap Arabella dengan tatapan kosong, menurut nya tidak ada yang perlu di benci saat ini, karena semua orang yang dia sayangi juga sudah tenang berada di alam sana...


"Apakah kau mau memaafkan ku Amelia? "


Tanya Kakek Martin menatap wajah Arabella yang hanya diam membisu..


"Aku memaafkan mu kek, aku bersyukur karena kau sudah menyesali perbuatan mu itu dan mau mengakui kesalahan mu kepada ku, walaupun terlambat tapi setidaknya kau sudah mengatakan nya dengan tulus... "


"Terimakasih Amelia, ternyata kau benar-benar keturunan Antonio, orang yang sangat baik dan juga berhati tulus..


" Hiks... hiks.... Ternyata kehidupan ku penuh dengan misteri, dan misteri itu mulai terkuak sedikit demi sedikit, terimakasih karena telah menyelamatkan peninggalan Ayah ku kek, aku berjanji akan mengembalikan uang kakek "


"Tidak nak..., perusahaan itu adalah milik mu, anggap saja sebagai tebusan atas kesalahan kakek di masa lalu, kakek membayar nya dengan menyimpan harta berharga milik Ayah mu itu"


"Terimakasih juga kek, karena Kakek mau menyimpan nya untuk ku, aku sudah memaafkan kakek, dan saat ini waktu nya untuk kakek hidup dengan bahagia"


Tanpa mereka berdua tahu, jika di balik pintu sudah berdiri seorang pria tampan yang mengintip ke arah mereka..


Tanpa terasa, air mata Alnord ikut menetes saat melihat kekasih hati nya menangis dengan sangat pilu...


Dia. tersenyum getir melihat tingkah nya saat ini, seperti nya ini adalah kali kedua diri nya menetes kan air mata, setelah kejadian kedua orang tua nya meninggal dunia..


Baru saat ini lagi Alnord menangis dengan sangat sedih, bahkan saat Arabella yang asli meninggal dunia saja, dia tidak menangis sedikit pun,


Tapi entah mengapa, ketika Melihat Arabella palsu menangis , Alnord langsung tersentuh dan ikut menangis...


"Cih.... kenapa juga aku jadi cengeng begini, bahkan aku merasa kan sakit saat menatap nya menangis dengan sangat pilu, apakah ini yang dinamakan cinta sesungguhnya, dasar bucin"


Gumam Alnord kepada diri nya sendiri, setelah itu dia langsung menutup pintu itu kembali,


Karena Arabella sudah terlihat menyelimuti tubuh sang kakek, Alnord yang tak ingin ketahuan oleh Arabella pun langsung berlari turun dari atas tangga...

__ADS_1


"Jangan sampai Arabella mengetahui, jika aku telah menguping pembicaraan mereka"


Sarkas Alnord, sambil terus berlari, dan setiba nya di bawah, Tiba-tiba saja kaki Alnord malah tersandung oleh karpet yang membentang di atas lantai..


Membuat Alnord langsung terjatuh tersungkur ke arah depan


"Aakhhh...... "


Teriak Alnord yang telah mencium karpet di lantai ruang tamu tersebut....


"Uhhhh..... lutut ku, seperti nya telah lecet"


Ucap Alnord menahan rasa sakit di bagian lutut nya...


Dengan perlahan dia mencoba untuk bangkit, dan saat dia mulai mengangkat tubuh nya menggunakan tangan, Tiba-tiba saja terdengar suara seorang wanita yang menjerit memanggil nama nya..


"Alnord.... kau kenapa...! apakah kau terjatuh? "


Tanya Arabella panik, dengan cepat dia turun dari atas tangga untuk membantu kekasih nya tersebut...


"Aku tidak apa apa sayang"


Jawab Alnord mencoba terlihat tenang, jangan sampai aura ketampanan nya turun menjadi 50 % akibat sang pujaan hati mempergokinya sedang mencium karpet lantai...


"Bohong... kau pasti terjatuh bukan, jika tidak mana mungkin kau mencium karpet seperti itu! "


Ucap Arabella membuat Alnord langsung merasa sangat malu...


"Sial, ternyata dia mengetahui jika aku terjatuh, turun sudah pesona macho ku di depan Arabella, bagaimana jika dia menilai ku adalah pria lemah, wah... ini tidak bisa di biarkan "


Gumam Alnord di dalam hati nya dengan wajah yang sudah memerah..


Tak lama kemudian, mereka sudah duduk di kursi tamu, dan Arabella yang sedang menatap ke arah Alnord tiba-tiba saja mata nya menuju ke arah dengkul Alnord yang terdapat ber cak berwarna merah di celana kantor putih nya


"Sayang, dengkul mu seperti nya telah terluka, seperti nya benturan saat kau terjatuh telah mengenai dengkul mu sayang"


Ucap Arabella menjerit panik, sedangkan Alnord langsung membuang muka nya ke arah samping..


Bagaimana bisa seorang pria tampan dan arogan seperti dia bisa terluka hanya karena jatuh tersandung, Alnord mulai merutuki diri nya sendiri...

__ADS_1


"Dasar dengkul payah..!! bagaimana mungkin dia terluka di depan wanita yang aku cintai, ini benar-benar memalukan, aku seperti pria lemah saat ini"


Gumam Alnord bersedih


__ADS_2