Pembalasan Istri Yang Disingkirkan

Pembalasan Istri Yang Disingkirkan
Alnord menang satu langkah


__ADS_3

"Apakah nona Arabella memikirkan perasaan saya? " tanya Devian penasaran


"Tentu saja tuan Devian, anda kan tamu di perusahaan saya, mari tuan kita keluar sekarang"


"Iya, terimakasih nona Bella"


Jawab Devian bahagia, bagaikan terbang ke atas langit itu lah yang Devian rasakan saat ini, hati nya berbunga bunga mendengar penuturan yang di ucapkan oleh Arabella...


Sampai akhirnya mereka sudah tiba di depan butik, dan Devian yang berlari kecil dengan niat ingin membukakan pintu kaca untuk Arabella pun langsung terhenti karena pintu kaca tersebut telah terbuka oleh dorongan dari tangan seseorang...


"Alnord... "


Kata Arabella yang berpura-pura terkejut...


"Sayang..., kebetulan sekali kau sudah ingin keluar, aku sengaja ingin menemui mu"


Ucap Alnord langsung mendekati Arabella dan memeluk nya erat, tak lupa setelah nya dia pun memberikan kecupan di kening Arabella, membuat kedua orang tersebut mematung seketika...


Cuppp. ......


Arabella merasa tegang dan terkejut, dengan apa yang barusan Alnord lakukan , dia mulai menatap wajah Devian yang telah berubah menjadi merah padam...


"Ya Tuhan.., aku seperti sedang ketahuan berselingkuh..., maafkan aku Tuhan.., tapi ini benar-benar harus aku lakukan, " gumam Arabella


"Sayang..., jangan seperti ini, malu di lihat orang"


Ucap Arabella manja, membuat Alnord malah bersemangat melakukan aksi nya kembali..


"Kenapa harus malu, semua orang juga sudah tahu jika kau adalah milik ku Ara"


Cup.. cup.. cup...


Alnord kembali melayang kan ciuman di kening dan pipi Arabella, membuat Devian merasa tidak tahan untuk melihat nya...


"Ehm..., nona Arabella, bagaimana dengan rencana kita, sepertinya kita sudah sangat terlambat untuk melakukan makan siang"


Devian mulai mengeluarkan suara nya, membuat mereka berdua yang sedang berdiri mesra langsung menatap ke arah diri nya..


"Kau..., untuk apa kau berada di butik kekasih ku? "


Tanya Alnord dengan wajah terkejut, membuat Devian langsung tersenyum menyeringai..


"Oh..., apakah kau tidak tahu jika aku dan Arabella sedang melakukan pekerjaan bisnis, kami adalah Partner saat ini, bukan kah begitu nona Arabella? "


"Eh.., iya sayang, kan minggu lalu sudah aku katakan kepada mu, apakah kau lupa sayang? " tanya Arabella mencubit belakang pinggang Alnord...

__ADS_1


"Oh..., iya aku baru ingat sayang..., " tatap Alnord ke arah Arabella, setelah itu dia kembali menatap ke wajah Devian" Devian kau sungguh beruntung karena bisa bekerjasama dengan kekasih ku yang cantik ini, tapi maaf ya.., sepertinya waktu kalian berdua sudah habis, dan ini saat nya aku mengajak kekasih ku untuk makan siang bersama "


Ucap Alnord membuat Devian melototkan kedua mata nya..


"Apa maksud mu Alnord, aku sudah sedari tadi menunggu nona Arabella, dan kau dengan mudah menggagalkan rencana makan siang kami begitu? "


"Mana aku tahu jika kau sudah menyusun rencana makan siang dengan kekasih ku, lagian apa kau kira aku akan mengizinkan kalian untuk makan berdua begitu..., jangan mimpi Devian"


"Kau....!! "


"Cukup..., kalian jangan bertengkar seperti anak kecil, apa kalian tidak malu di tatap oleh para pengunjung butik ku.. "


Kata Arabella sedikit berteriak, setelah itu dia langsung melangkah kan kaki nya mendekati Devian


"Tuan Devian, saya benar benar minta maaf, karena sudah membuat Anda kecewa, tapi sepertinya saya memang tidak bisa melanjutkan rencana kita tadi, apakah anda marah jika saya membatalkan nya? "


Arabella memasang wajah menyesal, membuat Devian merasa tidak tega, dengan tersenyum Devian pun menerima penolakan Arabella, walau di dalam hati nya saat ini benar benar marah dan dendam kepada pria yang berada tepat di depan mata nya..


"Tentu saja tidak nona Arabella, bukan kah kita bisa melakukan nya lain waktu, jika begitu saya akan pergi sekarang juga, mari nona Arabella.. "


"Iya..,hati hati tuan Devian"


Jawab Arabella, mereka berdua menatap kepergian Devian hingga mobil pria tersebut hilang dari pandangan...


Setelah memastikan kepergian sang pengacau, Alnord pun langsung memeluk leher Arabella karena gemas..


"Benarkah tuan..., akan aku coba jika tuan mengizinkan"


" Jangan.., aku kan hanya bercanda, ayo sekarang kita pergi"


"Iya.., tapi lepaskan dulu tangan tuan dari pundakku, "


"Baiklah, kenapa kau sangat pendek Ara"


Ujar Devian sambil mengelus kepala Arabella, membuat wanita cantik itu merengut karena kesal


"Jangan mengusap nya tuan, anda membuat rambut ku berantakkan"


"Tidak, siapa bilang berantakan, kau terlihat masih sangat cantik dan rapi"


"Bohong.. "


"Benar Ara"


Jawab Alnord sambil masuk ke dalam mobil, setelah mereka duduk di mobil Alnord pun tiba-tiba langsung mengubah duduk nya ke arah samping dan memegang dagu Arabella agar bisa menatap diri nya..

__ADS_1


Dengan lembut Alnord merapikan rambut Arabella yang terlihat berantakan karena ulah nya, dia menyisir rambut itu menggunakan jari tangan nya...


Tanpa sengaja mata mereka berdua bertemu dan saling memandang antara satu sama lain,


Alnord menikmati kecantikan yang berada tepat di depan wajah nya, sedangkan Arabella mulai menatap Alnord dengan perasaan tak menentu...


Tanpa sadar, kini Alnord sudah mendekati wajah Arabella, dia memperhatikan bibir merah yang sangat menggoda, dan hingga beberapa Centi jarak di antara mereka bedua,


Tiba-tiba Alnord dikejutkan dengan suara yang membuatnya menjadi kalah malu...


"Tuan sedang apa? kenapa mendekati wajah saya..? "


Tanya Arabella dengan memasang raut wajah heran, sedangkan Alnord langsung kembali ke tempat duduk nya dan membuang muka ke arah samping...


"Sial... apa yang aku lakukan barusan, wanita ini, kenapa malah bertanya, aku benar-benar malu saat ini" maki Alnord..


Setelah itu, Alnord pun langsung menancap gas nya tanpa menjawab pertanyaan Arabella,


Di perjalanan, Alnord mencoba untuk membuka pembicaraan kembali, agar ke adaan tidak terlalu canggung untuk diri nya,


"Arabella, aku ingin mengetahui umur mu dan identitas mu yang sebenarnya"


Kata Alnord, membuat Arabella langsung menoleh menatap ke arah diri nya yang sedang menyetir..


"Maksud tuan, anda ingin mengetahui, identitas Amelia begitu? "


"Iya Ara, cepat jawab pertanyaan ku dengan lengkap"


"Oh.., baiklah, nama asli ku adalah Amelia, umurku jalan 22 tahun, dan aku adalah anak yatim piatu, aku tidak mengetahui asal usul ku dari mana, karena kata ibu panti aku telah di temukan oleh nya di depan panti asuhan sejak aku masih kecil"


"Benarkah....? lalu apakah ibu panti mu itu masih hidup hingga saat ini? "


"Tidak, dia sudah meninggal dunia sejak 2 tahun yang lalu"


"Meninggal karena apa Ara? apakah dia sakit? "


"Kami tidak tahu pasti tuan, karena ibu panti meninggal di saat sedang keluar dari yayasan, dia permisi ingin pergi sebentar menemui teman nya, dan beberapa jam kemudian, ada dua orang laki-laki yang menemukan ibu telah tergeletak di pinggir jalan, dengan ke adaan sudah tidak bernyawa "


"Benarkah...? lalu kenapa kalian tidak melaporkan nya kepada polisi, apa kau tidak curiga dengan kematian nya"


"Iya, awal nya sih kami curiga, tapi setelah ada saksi mata yang melihat ibu terjatuh di pinggir jalan karena kelelahan, kami akhirnya mengurungkan niat untuk melapor kepada polisi"


"Lalu bagaimana dengan paman Aaron, apakah kau sudah lama mengenal diri nya? "


"Sudah..., tepat nya saat aku berumur 5 tahun"

__ADS_1


Jawab Arabella menatap kedepan jalan...


__ADS_2