Pembalasan Istri Yang Disingkirkan

Pembalasan Istri Yang Disingkirkan
Dukungan papa Aaron Rodrigues


__ADS_3

Setiba nya di Apartemen milik Alexa, wanita cantik tersebut langsung masuk ke dalam kamar mandi yang ada dikamar nya guna membersihkan diri..


Dan setelah satu jam kemudian, kini Alexa telah selesai melakukan ritual nya tersebut, dia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan Bathrop berwarna putih sambil sambil berjalan ke lantai bawah menuju ke arah dapur untuk mengeluarkan sekotak jus jeruk siap saji yang ada di dalam kulkas..


Setelah menuangkan jus tersebut,Alexa langsung meneguk nya sambil berjalan kembali ke arah balkon, saat ini wanita tersebut benar benar merasa sangat senang dan bahagia...


Dia masih mengingat dengan jelas perkataan salah seorang suruhan nya yang mengatakan jika mereka telah berhasil menghabisi Arabella dengan tembakan jarak jauh..


Sungguh kebahagiaan tersebut, sama seperti yang dia rasakan saat dulu berhasil menyingkirkan Amelia...


"Hahaha......, aku benar-benar merasa puas saat ini, bagaimana ya reaksi Devian jika mengetahui wanita incaran nya ternyata telah menuju ke alam baka! "


Ujar Alexa berbicara sendiri, tanpa dia tahu jika sedari tadi sudah ada seorang pria yang berdiri tepat di belakang diri nya...


Dia mendengar semua perkataan Alexa dan langsung meremas kedua tangan nya dengan sangat kuat...


"Inilah balasan yang pantas untuk mu Arabella, karena kau telah lancang menggoda pria milik ku, sekarang kau sudah pergi jauh untuk selama lama nya dan besok pagi berita kematian mu pasti akan menyebar keseluruhan negara A.., haha... aku sangat tidak sabar rasa nya"


Alexa terus tertawa sambil meneguk kembali jus orens yang ada di dalam gelas nya..


Hingga beberapa detik kemudian, wanita itu pun merasakan tarikkan yang sangat kuat yang berasal dari balik tubuh nya..


"Wanita laknat kau Alexa"


Plaakkk.........


"Akhhhh............. "


Alexa langsung terhuyung ke arah pembatas balkon dia sedikit terjatuh sambil menahan tangan nya di besi pembatas tersebut.. merasakan sakit yang terasa panas di pipi mulus nya..


Tanpa menunggu lama, Alexa pun langsung menatap ke arah depan, terlihat jika kekasih nya Devian sedang berdiri dengan tatapan membunuh...


"Kenapa kau menampar ku Dev? "


Tanya Alexa marah..., dia mendudukan bokongnya tepat di bawah lantai balkon..


"Kau memang pantas mendapat kan nya Alexa, bahkan saat ini aku benar-benar ingin menghabisi mu"


Teriak Devian tak kalah emosi, saat ini wajah nya sudah berubah kemerahan akibat menahan emosi...


"Tarik perkataan mu itu Devian, apa kau sadar dengan semua ucapan mu barusan? "

__ADS_1


"Tentu saja aku sadar Alexa, kau adalah wanita iblis, apa. yang kau lakukan kepada Arabella hah...! bukan kah sudah aku peringatkan sebelum nya agar kau tidak menganggu dirinya Alexa"


"Aku tidak akan mengikuti perkataan mu Devian, apa kau kira aku ini bodoh begitu!, "


Teriak Alexa membalas perkataan Devian, kini dia mulai bangkit berdiri kembali sambil membalas tatapan Devian dengan tak kalah tajam


"Kau berani menentang ku Alexa! "


"Tentu saja aku berani Devian, karena kau adalah milik ku, kau tidak boleh menyukai wanita mana pun selain aku Devian,"


"Dasar wanita gila.., aku benar-benar menyesal telah mempertahankan mu Alexa"


"Apa maksud perkataan mu Devian.., jangan pernah kau berniat untuk memutuskan hubungan kita dan pergi meninggalkan ku, karena aku tidak akan membiarkan itu terjadi Dev"


"Memang nya apa yang ingin kau lakukan Alexa? apa yang bisa kau perbuat untuk ku, ingat Alexa, aku memiliki banyak uang, jadi aku bisa menyogok siapa pun untuk semua bukti yang akan kau berikan kepada mereka.. "


"Tidak....., aku pasti lebih pintar dari mu Devian, aku akan melaporkan mu kepada paman Aaron langsung, dengan begitu maka kita akan jatuh secara bersama-sama.. "


"Alexa......!!! ""


Teriak Devian menggema di balkon tersebut, Sedangkan Alexa langsung tersenyum bahagia saat menatap kepanikkan yang terlihat di wajah Devian...


"Aku adalah keutamaan mu Devian, dan aku tidak akan mengalah kepada siapapun"


Devian berjalan dengan cepat keluar dari apartemen milik Alexa, dia membawa rasa marah dan emosi nya untuk dia luapkan di dalam mobil...


Brak..... brak..... brak....


"Akan aku habisi kau Alexa, sepertinya kau benar-benar mengancam keselamatan ku saat ini"


Ujar Devian memukul stir mobil milik nya, setelah itu dia pun langsung menuju ke arah pulang ke rumah keluarga Rodrigues...


****


Hampir satu jam lebih perjalanan, kini mobil Devian telah tiba di parkiran mobil yang ada di rumah keluarga Rodrigues...


Dengan tampang kesal, dia pun mulai memasuki ruang tamu yang masih tampak terang benderang...


Devian sangat yakin, jika saat ini pasti kedua orang tua nya masih menunggu kepulangan dirinya walau waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 dini hari...


"Devian berhenti"

__ADS_1


Panggil papa Aaron dengan suara bariton milik nya, Devian langsung menghentikan langkah kaki dan membalikkan tubuh menatap malas sang papa...


"Ada apa pa..., saat ini aku benar-benar tidak ingin bertengkar dengan mu"


"Kenapa kau berfikir seperti itu Dev, aku ini papa mu, dan sedari tadi aku sudah menunggu kepulangan mu, karena ada hal penting yang ingin papa tanyakan.. "


Ujar papa Aaron tersenyum, begitu pun dengan mama Agnes yang kini juga ikut tersenyum menatap Devian..


Devian yang merasakan sesuatu pun, langsung bertanya kepada kedua orang tua nya..


"Kenapa kalian berdua tersenyum menyeramkan seperti itu? aku yakin pasti kalian sedang merencanakan sesuatu untuk ku"


Tanya Devian curiga, dengan cepat mama Agnes langsung menuntun putra nya untuk duduk di kursi yang mereka duduki...


"Duduk lah Devian, mama dan papa ingin berbicara penting dengan mu"


Devian terpaksa mengikuti perintah dari sang mama, dan detik kemudian dia mulai menatap intens ke arah wajah papa Aaron...


"Aku sudah mendengar semua nya dari asisten mu Dev.., kenapa kau tidak memberitahu papa tentang kabar bahagia ini Devian? "


"Kabar bahagia apa yang papa maksud? "


"Tentu saja, kabar bahagia soal kerja sama mu bersama perusahaan milik Arabella Dev, kenapa kau menyembunyikan nya dari papa? "


Tanya papa Aaron menatap Devian dengan ekspresi wajah kecewa, membuat Devian mengerutkan sebelah alis nya..


"Aku tidak menyembunyikan nya pa, tapi aku belum sempat mengatakan nya saja, oya.. kenapa papa terlihat sangat bahagia, apakah papa menyukai kerja sama yang aku lakukan ini? " tanya Devian penasaran..


"Tentu saja aku menyukai nya Dev, apalagi jika kau mau merebutnya dari keluarga Martinez, papa pasti akan mendukung mu"


"Maksud papa...., papa mengizinkan aku untuk mendapatkan Arabella begitu? "


"Iya sayang, begitu pun dengan mama, mama sangat bahagia jika Arabella sang desainer terkenal itu bisa menjadi menantu di keluarga kita sayang"


"Benarkah ma... " tanya Devian sekali lagi


" Lakukan kerja sama dengan baik Devian, sambil menyelam minum air, kau bisa mendekati nya melalui kerja sama ini dan merebutnya dari Alnord yang sombong itu"


"Baik pa.., pasti aku akan melakukan apa yang papa ingin kan, terimakasih pa"


Ucap Devian langsung memeluk tubuh papa Aaron dengan erat...

__ADS_1


Mereka saling berpelukan layak nya keluarga yang bahagia, tanpa mereka tahu jika sedang ada badai yang akan menerjang kehidupan mereka semua.....


__ADS_2