
Sedangkan di cafe tempat Arabella melakukan pertemuan, saat ini mereka baru saja selesai menandatangani surat kerja sama
Devian merasa sangat bahagia, seakan akan ada ribuan kupu kupu yang menggelitik di relung hati nya,
Dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada, bagaimana pun cara nya Devian akan optimistis untuk mendapatkan Arabella agar jatuh di pangkuan dan juga ranjang milik nya..
"Tuan Devian, seperti nya saya harus pergi sekarang juga, karena saya masih memiliki banyak pekerjaan"
Ucap Arabella yang mulai bangkit dari duduk nya, membuat Devian menjadi ikut bangkit dan berjalan keluar dari deretan meja tersebut..
"Kenapa terburu-buru Nona Arabella, bagaimana jika kita menghabiskan waktu sebentar hanya untuk bersantai sejenak, saya tahu jika Nona sudah bekerja terlalu keras.. "
Rayu Devian yang sudah berdiri di depan Arabella,
"Maaf tuan, tapi saya benar benar tidak bisa, terimakasih atas tawaran yang anda berikan"
Jawab Arabella masih menampilkan senyum manis, membuat Devian merasa terbakar dan tidak tenang...
"Baiklah, jika itu mau Nona, mari saya antar sampai kedepan cafe"
"Terimakasih Tuan Devian"
Mereka kini sudah berjalan beriringan, Arabella yang semula ingin menarik tangan Mega agar berada di tengah-tengah mereka, tanpa sengaja malah membuat dirinya sedikit tersandung dengan kaki nya sendiri..
Hingga detik kemudian, Arabella oleng ke arah depan,
"Akkh.......... "
Teriak Arabella dengan mata terpenjam, sampai beberapa detik kemudian, dia baru sadar jika tubuh nya tidak sampai jatuh ke atas lantai...
"Bau parfum ini.......
" Apakah Nona tidak apa apa...? " tanya Devian panik...
Membuat Arabella langsung tersadar dan tekejut, dia mulai mendongokkan wajah nya menatap ke atas, ternyata saat ini Tubuh nya telah di tangkap oleh Devian agar tidak sampai jatuh ke bawah lantai..
__ADS_1
"Lepaskan saya... "
Teriak Arabella dengan lantang, membuat Devian merasa ikut terkejut... "
Dengan cepat, Devian pun langsung membantu Arabella untuk berdiri kembali,setelah itu Arabella mulai membersihkan pakaian nya dari pegangan yang Devian berikan tadi..
Hingga detik kemudian...,
"Devian......! "
Teriak Seorang wanita, yang berdiri bersama kedua teman nya tepat di depan pintu masuk cafe...
Mereka semua langsung menatap ke arah depan, begitu pun dengan Devian dan Arabella, yang sama sama mengenal wanita tersebut...
Pengunjung yang berada di dalam cafe itu saling berbisik antara satu sama lain, mereka menatap intens ke arah wanita yang mereka tahu adalah seorang model terkenal, begitu pun dengan Sang pria yang baru saja membantu seorang teman wanita nya yang tak lain adalah seorang desainer terkenal di negara A...
"Apa yang kau lakukan Devian, kau... kenapa kau memeluk wanita murahan ini di depan umum Devian"
Teriak Alexa dengan emosi tinggi, kini wanita itu sudah berdiri di antara Devian dan juga Arabella, dengan tatapan penuh kebencian, Alexa mulai menatap Arabella dengan tatapan tajam...
"Arabella..., aku benar-benar sudah tidak dapat menghargai mu lagi, apa sekarang kau sudah bosan dengan kekasih mu sendiri, atau kau mulai serakah dan berniat ingin mendapatkan semua pria kaya di negara ini, iya kan.., pasti itu niat mu sesungguhnya... "
Plakk.....
"Berani sekali kau menuduh ku dengan kelakuan menjijikkan seperti itu hah...! apa kau kira aku seperti mu, seorang wanita yang rela berbuat hal kotor demi mengangkat popularitas nya.., cih..., kau benar-benar hina Alexa... "
Teriak Arabella membuat semua orang langsung merasa terkejut dengan apa yang baru saja Arabella lontar kan, begitu pun dengan Devian dan Alexa, mereka tidak menyangka jika Arabella yang terkenal lemah lembut kini bisa berubah menjadi buas dan beracun...
"Alexa...., apa yang kau lakukan hah, berani sekali kau membuat keributan di depan umum, sekarang juga kau pergilah Alexa, jangan mempermalukan diri mu sendiri"
Ucap Devian yang kini sudah menarik tangan Alexa agar menjauh dari Arabella, sedangkan para pengunjung mulai mengeluarkan handphone milik mereka dan merekam nya..
"Tidak..., jangan selalu membodohi ku Devian, aku sudah muak dengan ucapan mu itu, aku melihat sendiri jika kau memeluk wanita itu, bahkan saat di depan umum, kenapa kau tidak pernah melakukan nya kepada ku Devian, tapi kau malah melakukan nya kepada wanita lain, sebenarnya kau anggap apa aku ini... "
"Alexa..., aku mohon tenang kan diri mu, kau jangan merusak popularitas kita berdua, sudah cukup dengan foto yang kau unggah minggu lalu, sekarang kau pergi dari sini, atau aku akan mengakhiri segalanya"
__ADS_1
Ancam Devian yang mulai frustasi, sepertinya dia harus membayar mahal semua pengunjung yang ada di cafe tersebut agar bisa menghapus video yang sempat mereka rekam...
"Apa kau gila Devian, kau mengancam ku...! "
"Iya, aku mengancam mu, agar kau tidak menyesal nanti nya, cepat kau pergi dari sini, atau aku akan marah besar kepada mu Alexa... "
Teriak Devian dengan menahan suara nya, membuat Alexa tidak dapat berkutik dan langsung berbalik untuk keluar dari cafe tersebut...
Setelah memastikan Alexa pergi, Devian langsung memanggil asisten nya Erik, agar bisa menahan para pengunjung dan memberikan mereka penawaran dengan sejumlah uang...
"Kau bayar mereka berapa pun itu, dan ambil semua handphone yang mereka miliki, aku tidak mau jika video tadi sampai menyebar ke publik... "
"Baik tuan.. "
Ucap Asisten Erik langsung bergerak mengumpulkan para pengunjung yang berada di cafe tersebut, sedangkan Devian kini sudah berjalan mendekati Arabella yang memasang wajah sedih...
"Maaf..., maaf Bella karena telah membuat mu menjadi bulan bulanan Alexa"
Ujar Devian penuh penyesalan...
"Jujur..., aku tidak pernah mendapatkan hinaan seperti yang Alexa ucapkan tadi, dia benar benar telah melukai hati ku Devian, dengan menuduh ku dengan perlakuan menjijikkan seperti yang dia ucapkan... "
"Iya..., aku tahu, jika itu sangat tidak pantas untuk wanita sesuci diri mu Bella, dan aku akan memberinya pelajaran, bahkan aku akan memutuskan hubungan ku dengannya, aku tidak sudi mempunyai kekasih seperti wanita kasar seperti nya"
Ujar Devian dengan serius, membuat Arabella tersenyum di dalam hati...
"Tapi..., kau tidak perlu melakukan itu tuan Devian, bukan kah kalian sudah terlihat sangat dekat, dan ada isu yang mengatakan jika kalian berdua sedang merencanakan pernikahan"
"Tidak, itu tidak benar, aku tidak berniat menikah dengan nya, karena aku hanya ingin mencari istri yang selembut mantan istri ku yang telah meninggal dunia"
"Benarkah tuan Devian....? " tanya Arabella dengan perasaan kesal
"Tapi, bukan kah anda terlihat tidak mencintai istri anda, bukti nya anda tidak pernah mempublikasikan nya setelah pernikahan"
"Anda salah Nona Bella, saya melakukan itu semua atas permintaan mendiang istri saya, dia adalah orang yang sangat tertutup, sehingga tidak ingin jika kehidupan nya selalu di lihat oleh orang lain,mungkin karena dia terlalu bahagia hidup dengan saya dan keluarga Rodrigues membuatnya merasa tidak kekurangan apa pun lagi..
__ADS_1
Jelas Devian dengan tersenyum yakin, sedangkan Arabella saat ini benar benar merasa geram...
"Dasar pria bajingan kau Devian,sangat pintar dalam bersandiwara, kehidupan bahagia apa yang kau maksud, kau dan keluarga mu, benar benar selalu membuat hidupku seperti di neraka, kalian menyiksa ku dan menjadikan ku pelayanan di rumah mertua ku sendiri, ingatlah Devian, akan aku balas setiap rasa sakit yang kau goreskan di hidupku" maki Arabella dengan menahan sakit...