Pembalasan Istri Yang Disingkirkan

Pembalasan Istri Yang Disingkirkan
Jesica yang arogan


__ADS_3

Sedangkan di sisi lain, tepat nya di sebuah kamar khusus yang ada di club , seorang wanita belia baru saja membuka mata nya dengan pelan...


Wanita itu mencoba menetralkan penglihatan nya yang berada di tempat sangat asing, Jesica mencoba memegang kepala yang terasa sakit dan berdenyut,


Seperti nya efek alkohol yang dia teguk tadi malam belum hilang dengan sempurna,


Membuat Jesica ingin segera bangkit dari tidur nya, tapi ketika Jesica ingin bergerak, Tiba-tiba saja dia merasakan pelukan erat dari tangan kekar seseorang...


Hingga Jesica menjadi terkejut setengah mati...,


"Ya Tuhan... siapa dia? "


Tanya Jesica yang masih belum sadar dengan kejadian tadi malam, Jesica terus memperhatikan siapa pria itu, hingga akhirnya Jesica dapat mengingat sedikit demi sedikit kejadian dimana dia dan pria yang sedang memeluk diri nya saat ini tadi malam habis melakukan hubungan Terlarang..


Jesica langsung menutup mulut nya menggunakan tangan...


"Apa yang aku lakukan? kenapa aku melakukan hubungan yang tidak semestinya aku lakukan dengan pria asing ini, bagaimana jika aku sampai hamil, ... ya Tuhan aku tidak mau itu terjadi"


Gumam Jesica merutuki kebodohan nya sendiri, dengan pelan dia mulai menurunkan tangan pria tersebut yang sedang memeluk erat perut nya...


Dan setelah berhasil sedikit demi sedikit, Jesica mulai bangkit dari tidur nya..


Hingga beberapa menit kemudian... ada sebuah suara yang membuat Jesica. menjadi terkejut setengah mati..


"Kau mau kemana? apakah kau sudah tidak mau lagi bermain dengan ku seperti tadi malam"


Ucap pria asing itu yang masih memejamkan mata,


Jesica langsung menatap ke arah wajah pria tersebut, dan dia mulai meneliti pria yang sudah mulai membuka mata nya dengan pelan....


"Selamat pagi cantik"


..


Sapa Arga tersenyum manis, Jesica hanya membulatkan mata nya saja, dia benar benar tidak menyukai pria yang berwajah sangat menyeram kan tersebut...

__ADS_1


"Jangan sok kenal, karena aku tidak mengenal mu, dan begitu pun sebaliknya"


Jawab Jesica dengan sangat arogan, setelah itu dia mulai menggeser kaki Arga yang masih menimpa paha nya,


Arga langsung tertawa dengan lucu, seperti nya wanita kecil ini tidak takut sedikit pun dengan dirinya...


"Apa kau tidak takut dengan ku? "


"Cih... kenapa harus takut, aku bahkan tidak takut dengan papa ku sendiri, orang yang sangat keji kepada siapa pun, kalau hanya orang seperti kau, tidak berpengaruh sedikit pun untuk ku, karena kau hanya lah pria miskin dan tidak kaya raya... "


Ucap Jesica dengan sangat sombong membuat Arga menjadi marah dan langsung terduduk di atas ranjang...


"Wah... ternyata benar informasi yang di berikan oleh wartawan jika keluarga Rodrigues adalah keluarga yang di penghuni dengan orang orang sombong dan arogan seperti diri mu ini, sayang sekali ya karena hati mu tidak secantik wajah mu itu"


"Terserah kau mau berkata apa, yang pasti aku sangat menyesal karena sudah memberikan keperawanan ku kepada pria miskin seperti mu, lihat lah.. bahkan kau tidak sanggup untuk menyewa hotel yang lebih mewah dari pada kamar ini"


"Bangsat.... apakah kau sedang menghina ku saat ini"


"Menurut mu bagaimana,? bukan kah kau mempunyai otak, jadi kau pasti bisa mencerna semua ucapan ku ini, "


Arga yang memperhatikan Jesica pun mulai menelan ludah nya dengan kasar, terlihat jika wanita itu berjalan dengan sangat pelan tapi berusaha untuk tetap kuat ..


"Apakah kau membutuhkan bantuan? "


Tanya Arga yang sudah tidak tahan melihat Jesica,


"Tidak perlu, kau jangan pernah menyuntuh tubuh ku lagi, anggap saja kejadian tadi malam adalah anugerah untuk mu, karena untuk selanjutnya jika kau masih berani mengusik hidup ku maka aku tidak akan segan segan menghabisi mu"


Jelas Jesica sambil memungut pakaian nya yang berserak di atas lantai...


"Hahaha... kenapa kau menjadi serius begitu, bukan kah kau menikmati semua permainan yang aku berikan kepada mu, ayo lah... jangan munafik begitu"


"Cih..., itu karena aku sedang berada dalam pengaruh alkohol, apa kau kira jika aku sadar aku mau melakukan nya bersama pria miskin seperti mu, lihat lah... bahkan baju yang kau buang ini hanya baju murahan yang ada di pinggir pasar"


Hina Jesica sambil memijak mijak baju milik Arga yang tergeletak di atas lantai....

__ADS_1


Setelah selesai memakai baju nya kembali, Jesica mulai berjalan ke luar dari kamar tersebut.


Dia mengabaikan teriakan dari pria yang bernama Arga itu..


"Hey wanita sombong, aku yakin suatu saat nanti kau akan mencari keberadaan ku, karena aku sudah menanamkan benih ku yang sangat banyak di dalam perut mu itu"


Kata Arga dengan berteriak dengan kesal, tapi tetap saja Jesica tidak berbalik dan terus berjalan keluar sambil menutup pintu dengan sangat keras..


Brak....


Arga yang mendengar suara pintu di tutup pun merasa kesal dan marah, dia tidak pernah menyangka jika hubungan satu malam nya bersama putri dari keluarga Rodrigues itu akan menyisakan rasa yang sulit untuk dia artikan....


"Bangsat.. dasar wanita sombong lihat saja aku tidak akan melepaskan mu begitu saja Jesica"


Gumam Arga sambil membuang selimut dan bantal yang ada di atas ranjang tersebut ...


Sedangkan di dalam kamar mandi yang ada di dalam club tersebut, Jesica mulai luruh dari berdiri nya,


Sungguh sebenarnya dia benar-benar rapuh saat ini, bahkan perkataan dari pria asing itu kini mulai membuat dirinya menjadi sangat khawatir..


Bagaimana jika benar di dalam rahim nya sudah bersemayam salah satu di antara ribuan benih milik pria asing yang telah mengambil Keperawanan nya tersebut,


Jesica benar benar tidak dapat membayangkan nya, bagaimana dengan sekolah nya yang hampir mengikuti ujian akhir semester , dan bagaimana juga dengan keluarga nya, papa Aaron serta mama Agnes,


Jesica yakin, dia pasti akan di usir oleh kedua orang tua tersebut..,


"Hiks.... hiks.... kenapa aku sangat bodoh.., bahkan aku tidak bisa mengendalikan diri ku sendiri, sekarang apa yang harus aku lakukan,.. aku tidak mau jika aku sampai hamil anak dari pria miskin itu, "


Gumam Jesica merasa frustasi, dia benar benar menyesal karena sudah datang ke club malam ini,


Andai saja dia memiliki kakak yang bisa mengajak nya berbicara dari hati ke hati, pasti semua ini tidak akan pernah terjadi...


"Kak Dev... ini semua karena diri mu, karena kau lah aku menjadi seperti ini, kau benar benar bukan seorang kakak yang baik, karena kau tidak mau memperhatikan aku dan hanya memikirkan diri mu sendiri... aaaa...... aku benci dengan mereka semua, aku benci"......


Teriak Jesica di dalam toilet tersebut...,

__ADS_1


Kebetulan hari masih belum terlalu siang, jadi Club malam itu masih belum banyak di datangi oleh para pengunjung.


__ADS_2