
malam semakin larut dan juga semakin sunyi senyap, semua orang bahkan sudah tidur di rumah mereka masing-masing..
Jalanan pun telah terlihat lengang tidak seramai beberapa jam yang lalu, karena saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 dink hari...
Tapi tidak dengan Devian, pria itu baru saja keluar dari rumah sakit setelah mendapatkan perawatan medis dari rumah sakit terdekat...
Para pelayan terpaksa membawa diri nya ke rumah sakit, karena melihat Devian pingsan tak sadarkan diri,
Dan sekarang pria itu sudah kembali pulih, walau badan nya masih terasa sangat lemas tak bertenaga...
Sesampainya di depan pintu rumah mereka pelayan yang mengantar Devian pulang langsung mengetuk pintu tersebut..
Dan beberapa menit kemudian, keluar lah Agnes yang memang sudah sedari tadi menunggu kepulangan putra nya..
"Selamat malam nyonya"
"Iya selamat malam, anda siapa ya? "
Tanya Agnes memicing kan mata nya, dia belum melihat ke arah belakang pria tersebut karena di tutupi oleh tubuh pria yang sedang berbicara dengan dirinya...
"Kami pelayan dari cafe yang di kunjungi oleh tuan Devian nyonya, dan saat ini kami sedang mengantar putra anda yang sempat pingsan di dalam cafe kami"
"Apa.....!!! bagaimana bisa putra ku pingsan hah"
Tanya Agnes berteriak, dia langsung menggeser tubuh pria yang ada di depan nya dengan kuat, membuat pria tersebut, langsung terhuyung kesamping..
"Minggir kau"
Ucap Agnes merasa kesal, dan setelah pria itu bergeser dari berdiri nya, tampak lah putra nya yang sedang berdiri dengan di papah oleh kedua pelayan lain nya...
"Devian.. ... ya Tuhan..! kamu kenapa nak! "
Teriak Agnes histeris, dengan cepat dia mulai memegang kedua pipi Devian dan mencoba menyadarkan putra nya tersebut...
Kini Devian terlihat sangat berantakan, memakai baju kaos, berkeringat dengan sangat banyak membanjiri tubuh nya dan juga bermata bengkak tak seperti biasa nya,
"Ya Tuhan....! apa yang terjadi dengan putra ku? kenapa putraku menjadi seperti ini? " teriak Agnes dengan histeris...
__ADS_1
Setelah itu mereka langsung membawa Devian masuk kedalam dan mendudukkan pria tersebut di kursi tamu yang ada di ruangan...
Agnes terus menangis histeris, membuat papa Aaron yang sudah tertidur mulai terbangun dan langsung turun ke bawah...
"Ada apa ini? "
Tanya papa Aaron heran, dia sudah berjalan mendekati kursi tersebut, yang dimana terdapat 3 orang pria berpakaian pelayan...
"Kalian siapa? kenapa ada dirumah ku? "
Tanya papa Aaron heran, mereka bertiga langsung menunduk hormat dan pamit untuk undur diri..
"Kami pelayan di cafe yang putra anda singgahi tuan, kami mengantarkan putra anda pulang. karena dia pingsan di dalam cafe, jika begitu ki permisi sekarang juga"
Pamit mereka bertiga langsung keluar dari rumah mewah tersebut...
Kini tinggallah papa Aaron yang menatap dengan penuh pertanyaan kepada istri nya tersebut...
"Kenapa kau menangis Agnes? dan ini, kenapa dengan putra kita?
" Aku.. aku juga tidak tahu mas..., tapi.... sepertinya Putra kita habis mengalami sesuatu yang sangat menguras tenaga nya, lihat lah... dia benar-benar tidak memiliki tenaga mas"
"Tunggu.... bukan kah kau mengatakan jika Devian pergi makan malam dengan Arabella... ! lalu kenapa bisa menjadi seperti ini? "
"Aku juga tidak tahu mas..., besok kita akan menanyakan nya langsung kepada Devian"
"Baiklah, sekarang aku akan mengangkat nya masuk. kedalam kamar tamu"
Dan Aaron pun langsung mengangkat tubuh Devian hingga masuk ke dalam kamar tamu..
Setelah menyelimuti tubuh Devian, papa Aaron langsung keluar dari kamar, dia ingin mencari tahu dengan apa yang terjadi sebenarnya kepada putra nya tersebut...
Sedangkan Agnes, kini sudah duduk di pinggir ranjang, sungguh dia tidak tega melihat putra kesayangan nya tampak kacau seperti saat ini,
"Mama..... "
Rintih Devian yang mulai sadar., Agnes langsung memegang kedua tangan putra nya dengan sayang..
__ADS_1
"Iya.., ini mama nak..! ada apa dengan mu sebenarnya, kenapa kamu menjadi seperti ini? " tanya Agnes tak sabar..
"Ma..., aku.. aku telah gagal menjebak Arabella ma, dia pergi disaat dia belum meminum minuman nya, dan aku juga tidak tahu kenapa minuman ku terdapat obat perangsang, aku meminum obat itu ma"
"Apa....! jadi kau meminum minuman yang kau berikan untuk Arabella, bagaimana bisa minuman itu tertukar Devian, aah..... kau benar-benar ceroboh Devian"
Ucap Agnes mulai kesal, dia tanpa sadar sudah memukul bahu Devian dengan keras...
"Ma... jangan memukul ku seperti ini, apakah mama tidak tahu jika aku hampir saja mati akibat obat perangsang itu ma"
Teriak Devian membuat mama Agnes menghentikan perbuatan nya tersebut, dia menatap Devian dengan perasaan terkejut...
"Bagaimana bisa seperti itu Dev, bukan kah kau tinggal melampiaskan nya saja kepada wanita yang kau jumpai, kau bisa membawa nya dan membayar nya bukan"
"Tidak ma, cafe itu tidak terdapat wanita satu pun, aku... aku hampir gila saat itu ma, tubuh ku dan naluri ku mulai berperang tak tentu arah, di tambah rasa sakit dan panas benar benar menyiksa ku ma"
"Apa....!!! Bagaimana ini bisa terjadi, tidak mungkin kau tidak menemukan wanita satu orang pun di cafe tersebut, mana mungkin Devian"
"Tapi itu lah kenyataan nya mama, aku benar-benar frustasi ma, aku seperti akan di cabut nyawa nya saat itu jog, otak ku terasa mau pecah ma"
"Lalu apa yang kau lakukan selanjutnya, apakah kau berteriak seperti orang tidak waras...? " tanya Agnes panik
"Aku tidak tahu ma, aku benar-benar tidak sadar, dan setelah itu aku terjatuh tak sadarkan diri, "
"Ya Tuhan Devian, jangan sampai ada seseorang yang mem video kan aksi mu kembali, mama benar-benar tidak bisa membayangkan nya Devian"
"Ma..., besok mama harus datangi cafe itu, bayar mereka dengan mahal ma, hapus semua CCTV yang ada di cafe tersebut"
Ucap Devian dengan tubuh yang seperti tidak bertulang..
"Baiklah nak, sekarang kamu istirahat, jangan sampai papa mu mendengar pembicaraan kita ini"
Setelah itu Devian pun mulai memejamkan mata nya, sungguh dia benar-benar serasa berada di ambang kematian
Tidak pernah terbayang kan jika diri nya akan meminum obat yang dia taruh sendiri kedalam minuman tersebut, andai saja ada satu orang wanita yang menjadi pelampiasan nya pasti semua tidak akan seburuk ini...
"Kenapa minuman ku bisa tertukar, apa mungkin Arabella mengetahui jika di dalam minuman milik nya telah tekandung obat perangsang..., aku benar-benar tidak habis fikir, rencana ku selalu gagal dan aku selalu sial berkali kali"
__ADS_1
Gumam Devian di dalam hati, sambil mencoba memejamkan mata.....