
Setiba nya di ruang rapat, Devian pun begitu terkejut dan juga gugup,
Dia tidak pernah menyangka jika saat ini, 90% para investor dan juga klien yang bekerja sama dengan perusahaan cabang yang dia pegang kini sudah hadir dan berkumpul di dalam gedung milik nya...
Devian sempat menghentikan langkah kedua kaki nya, saat tiba di depan pintu ruang rapat, tapi... ketika dia ingin berbalik arah, wajah nya pun langsung bertatapan dengan sang wanita yang dia sukai, bagaimana bisa dia terlihat menjadi pria pengecut di depan Arabella...
"Ada apa tuan Devian..? "
Tanya Arabella yang tanpa sengaja menoleh ke arah samping
"Hah..., tidak, aku tidak apa apa Bella"
Jawab Devian mencoba tenang, walaupun saat ini sudah tampak jelas raut wajah panik yang terpancar di wajah Devian..
"Oh.. bagus jika begitu, sekarang ayo kita duduk, karena seperti nya mereka semua sudah sedari tadi menanti kan kamu tuan Devian"
Ajak Arabella tersenyum manis, membuat Devian menjadi kaku dan tidak bisa menolak..
"Baik"
Jawab nya singkat sambil berjalan menuju kursi khusus untuk dirinya..
Setelah semua duduk di tempat masing-masing, para Investor dan juga Klien yang merasa kecewa dengan berita pagi ini pun mulai berdiri dan angkat bicara...
"Tuan Devian, saya sebagai rekan bisnis anda benar-benar merasa kecewa dengan anda, asal anda tahu saja tuan Devian, jika karena berita pagi ini, omset penjualan saya yang bekerja sama dengan perusahaan anda langsung turun drastis, saya mengalami kerugian tuan Devian"
Jelas salah satu klien tersebut tampa basa basi, di susul oleh keluhan yang lain nya,
"Tuan Devian, bukan kah keluarga Rodrigues sangat menjaga rahasia pribadi nya, bahkan keluarga anda sangat jauh dengan berita miring, kecuali berita kesuksesan perusahaan Rodrigues, tapi mengapa sekarang jadi seperti ini tuan? "
Tanya Salah satu investor yang menanamkan saham di perusahaan cabang milik Devian, sedangkan Devian, saat ini mulai mengeluarkan keringat dingin, jujur ini adalah kali pertama nya dia mengalami masalah seperti saat ini..
Niat hati ingin melarikan diri, tapi dia urungkan karena harus menjaga harga diri dan juga martabat di depan wanita yang dia sukai,
Tanpa dia tahu, jika wanita tersebut saat ini sedang tersenyum bahagia di dalam hati nya, melihat dirinya yang mulai panik dan mati kutu...
"Tuan... seperti nya telah terjadi kesalah pahaman dengan video tersebut, aku rasa saat ini aku memiliki musuh yang sengaja ingin menyerang nama baik ku"
__ADS_1
Jawab Devian mencoba menjelaskan, sedangkan mereka semua yang mendengar kan mulai menggeleng gelengkan kepalanya..
"Itu bukan lah alasan yang kuat tuan Devian, maaf seperti nya saya tidak bisa melanjutkan kerja sama kita lagi, aku benar-benar kecewa terhadap integritas anda"
Ucap salah satu klien sambil menyerahkan berkas penting di depan Devian duduk..
"Apa maksud mu tuan Jo, ? dan ini berkas apa tuan? "
Tanya Devian terkejut, dia bahkan tidak berani untuk membuka isi dari berkas tersebut..
"Itu adalah surat pemutusan kerja sama kita, tuan Devian sudah melanggar janji kesepakatan, dan aku tidak dapat mentoleransi nya"
"Apa....! kenapa seperti itu, bukan kah semua bisa di bicarakan dengan baik, besok aku akan melakukan klarifikasi atas berita tersebut"
Ujar Devian mulai berdiri, dia memasang wajah panik bercampur kecewa...
"Maaf tuan Devian, aku sungguh sudah memikirkan nya dengan matang, hubungan kita hanya sampai disini,dan jangan lupa anda harus membayar kerugian sesuai dengan perjanjian yang ada"
"Apa..., apa kau ingin memerasku hah! "
Teriak Devian mulai emosi, membuat semua para orang orang penting yang ada di ruangan rapat tersebut, langsung ikut berdiri...
Ucap salah satu investor terbesar yang menanam saham di perusahaan cabang Devian..
"Bukan seperti itu tuan Bimo, tapi dia benar benar sudah keterlaluan, aku rasa dia ingin menjebak ku"
Tuduh Devian menunujuk ke arah klien yang memutuskan kerja sama,
"Apa maksud mu menjebak, bukan kah memang sudah seperti itu cara main nya, kau sungguh sangat mengecewakan tuan Devian, seperti nya aku juga akan ikut memutuskan kerja sama kita, aku akan segera menarik saham ku yang ada di dalam perusahaan mu ini"
"Tuan Bimo...!!
" Ayo kita bubar, bagi yang ingin bertahan, kalian bisa tetap berada di ruangan ini"
Ajak tuan Bimo, dan setelah dia meninggal kan kursi milik nya, tak lama kemudian ke sepuluh orang yang lain mulai mengikuti langkah pria tersebut.
Kini hanya tertinggal 4 orang saja yang masih setia duduk di bangku tersebut, termasuk Arabella yang mulai memasang wajah sedih menatap ke arah Devian...
__ADS_1
"Aakhhhh...........!!! kenapa jadi seperti ini"
Bukk.... bukk... bukkk....
Teriak Devian frustasi, dia mulai meninju meja rapat tersebut, dan Asisten Erik yang melihat nya pun mulai menghentikan aksi bos nya tersebut...
"Tuan... apa yang anda lakukan? " tanya Erik memegang tangan Devian
"Brengsek,... bagaimana bisa semua nya hilang dalam sekejap, apa mereka tidak tahu jika aku adalah putra dari Aaron Rodrigues, pria terkata di negara ini, kenapa mereka berani memutuskan kerja sama ini Erik"
Jerit Devian marah, Arabella yang menatap ke adaan Devian yang mulai kacau pun langsung memasang senyum tipis, sepertinya dia harus segera memulai sandiwara nya agar mendapatkan kepercayaan dari seorang Devian
"Tuan Devian..., tenang kan lah dirimu... "
Ucap Arabella berjalan menuju Devian berdiri, dia bersikap seakan akan prihatin dengan ke adaan pria yang ada di depan nya...
"Arabella..., apakah kau juga akan memutuskan kerjasama kita? "
Tanya Devian menatap Arabella..
"Tentu saja tidak, sekarang kau jangan frustasi seperti itu, bukan kah masih ada perusahaan ku dan perusahaan ke-tiga klien setia mu itu, kita akan maju bersama tuan Devian"
"Benarkah... terimakasih Bella, kau benar benar penyemangat ku saat ini"
Ujar Devian tanpa sadar, dia langsung berjalan mendekati Arabella dan bergerak mengulurkan tangan nya untuk menyentuh tangan Arabella, dan dengan cepat, Arabella langsung mundur kebelakang serta menyembunyikan kedua tangan di belakang tubuh nya...
"Tuan Devian, sepertinya aku harus segera pergi, bukan kah rapat nya sudah selesai"
"Eh..., iya, tapi kenapa terburu buru Bella,? tanya Devian penasaran,
" Iya.., karena aku harus segera menyiapkan orang orang kepercayaan ku untuk segera pindah ke perusahaan anda, jika begitu, sampai bertemu besok tuan, saya permisi "
Ucap Arabella terburu-buru, dia langsung keluar dari ruangan rapat di ikuti sekretaris Mega yang ada di samping nya...
"Nona..., hampir saja dia menyentuh anda"
Ucap Sekretaris Mega yang merasa lega
__ADS_1
"Iya, Untung aku cepat menghindari nya Mega, jujur aku benar-benar jijik dengan dirinya Mega, jangan sampai dia menyentuh tubuh ku lagi , "
Jawab Arabella penuh dengan kebencian