
Lain hal nya di dalam apartemen milik Alnord, saat ini pria dingin tersebut bersama dengan Arabella sedang melakukan kegiatan makan malam mereka yang sedikit terlambat..
Alnord terpaksa memakan makanan yang dibawakan oleh Arabella, karena pengantar makanan yang Dia pesan tadi ternyata Sudah di usir oleh Arabella saat wanita itu tidak sengaja bertemu di depan pintu Apartemen milik Alnord...
Alnord mulai meneliti makanan yang ada di depan nya tersebut, terlihat sangat menggoda dan menggugah selera,sama seperti orang yang telah membuat nya...
Yang telah berhasil memporak poranda kan hati dan perasaan Alnord yang kembali berantakan, Alnord harus bisa menahan dirinya sekuat tenaga agar tidak memeluk apalagi mencumbu wanita yang ada di depan mata nya itu,
Karena Alnord masih sangat sadar jika wanita yang ada di hadapan nya saat ini bukan lah kekasihnya, melainkan orang lain yang berstatus istri orang...
"Tuan, ayo dimakan makanan nya, kenapa anda malah menatap saya"
Teriak Arabella membuat Alnord langsung terkejut, sepertinya kali ini dia sudah tertangkap basah dengan sang pemilik tubuh tersebut..
"Siapa juga yang menatap mu, jangan kepedean begitu jadi orang"
ujar Alnord mulai ngeles, dengan cepat pria dingin itu langsung memakan Spagetti yang di masak oleh Arabella...
Jlebbb.......
Saat makanan itu masuk ke dalam mulut Alnord dan mulai mengunyah nya secara perlahan, Tiba-tiba Alnord merasakan dada nya terasa sesak....
Ya,, entah mengapa, masakan Arabella bisa sama persis rasa nya dengan masakan sang almarhum mama nya yang telah meninggal dunia tepat 10 tahun yang lalu,
Mereka meninggal akibat kecelakaan tragis disalah satu jalan tol, saat itu Alnord masih berumur 19 tahun, dan dia sedang mengikuti study nya di luar negeri...
Hingga tetap pukul 05.00 pagi, Alnord mendapat kabar jika papa dan juga mama nya telah meninggal dunia akibat kecelakaan yang sangat tragis..
Saat itu lah, rasanya dunia Alnord langsung hancur tak berbentuk, bagaimana bisa dia kehilangan kedua orang tua saat dia masih sangat remaja..
Untung saja Dia mempunyai seorang kakek yang sangat menyayangi nya, jadi setelah kepergian kedua orang tua nya, Alnord tidak terlalu merasa kesepian..
Kini Alnord bisa bangkit kembali dengan di dampingi oleh Sang Kakek... dan juga di temani oleh keluarga dari paman nya..
"Tuan.., anda kenapa? apakah makanan nya tidak enak? "
Tanya Arabella penasaran, membuat Alnord langsung terkejut dan membalas tatapan Arabella..
"Ehgh.......,iya.. makanan nya terasa asin"
Jawab Alnord asal, membuat Arabella langsung mengeryitkan keningnya..
"Benarkah tuan...? sepertinya lidah anda sedikit bermasalah? "
__ADS_1
tanya Arabella yang semakin menatap wajah Alnord dengan intens, membuat Alnord menjadi semakin salah tingkah..
"Kenapa kau tidak percaya, makanan ini memang terasa asin, baiklah jika kau tidak percaya maka aku akan mencicipi nya lagi"
Ucap Alnord kesal, dengan cepat Dia memasukkan kembali Spagetti yang di masak oleh Arabella ke dalam mulut nya, hingga beberapa kali suapan, akhirnya spagetti itu pun habis tak tersisa..
"Lihat lah, sampai habis aku makan pun, tetap saja rasanya tidak berubah,sangat asin dan tidak enak, sekarang aku akan mencoba Stik barbeque nya, lihat saja jika tidak enak juga"
ujar Alnord dengan wajah mengancam, kini pria dingin tersebut telah memegang pisau serta sendok garpu yang tersedia di samping piring,
Alnord mulai memotong daging panggang tersebut dan memasukkan nya ke dalam mulut...
Hingga detik kemudian, mata nya kembali melotot akibat terkejut dengan rasa dari daging tersebut...
Jleebbbb......
"ini persis dengan makanan kesukaan ku di restoran mewah yang sering aku kunjungi, kenapa dia bisa menyamakan rasa masakan nya dengan chef internasional,yang ada di restoran tersebut,benar benar mencurigakan.. " gumam Alnord di dalam hati..
Tanpa sadar kini Alnord sudah habis memakan stik daging tersebut, setelah itu, dia langsung meletakkan kembali pisau dan juga sendok garpu yang dia pegang ke atas nampan..
Setelah itu, Alnord langsung duduk bersandar dengan perut kekenyangan...
"Kenapa tuan menghabiskan makanan nya? " tanya Arabella yang masih menatap Alnord dengan intens
"Iya.., tapi bukan kah kata tuan masakan ku terasa asin dan tidak enak.., lalu kenapa malah habis tak tersisa..? "
Tanya Arabella dengan memicing kan kedua mata nya..., membuat Alnord menjadi kembali salah tingkah
"Iya..., aku terpaksa, karena aku tidak suka membuang-buang makanan, apa kau tidak tahu jika mencari uang itu sangat lah susah, makan nya aku terpaksa menghabiskan nya"
Jawab Alnord tidak mau kalah, dan kini dia sudah duduk dengan tegak sambil menatap ke wajah Arabella yang terlihat sangat menggoda...
"Iya..., kau benar tuan, tidak baik jika membuang makanan, oya mulai besok aku akan memasak makanan dengan menggunakan sedikit garam, agar tuan tidak merasa ke asinan lagi" ucap Arabella tersenyum manis
"Ya sudah, terserah kau saja"
Jawab Alnord berpura-pura bersikap cuek, tak lama kemudian, Arabella terlihat bangkit dari duduk nya dan sedikit membungkuk ke arah Alnord..
Dia sedang membersihkan meja tamu yang sedikit berantakan akibat acara makan malam mereka,
Sedangkan Alnord, saat ini dia mulai diam mematung menatap ke arah dua gundukan yang lumayan besar tersebut, tanpa sadar jika saat Arabella membungkuk, ternyata baju berbahan satin yang dia gunakan juga ikut turun ke bawah...
Sehingga tanpa sengaja Alnord menikmati hamparan bukit yang sedikit telihat dari celah celah baju tidur milik Arabella...
__ADS_1
"Sial... apa dia sengaja ingin menggoda ku" ucap Alnord frustasi
Dengan cepat Alnord mencoba menetralkan pandangan nya, dia membuang wajah nya ke arah samping agar tidak melihat kembali dua gundukan yang masih terlihat itu, tapi seperti nya setan di dalam benak Alnord lebih banyak dari pada amal baik nya,
Terbukti karena saat ini Alnord kembali menatap ke arah depan dan menikmati hamparan pemandangan haram tersebut..
"Seperti nya tidak ada salahnya jika hanya melihat nya dari kejauhan, toh... ini kan tidak sengaja" ujar Alnord tertawa kecil...
******
Tidak terasa pagi telah menyapa begitu cepat, jika di apartemen milik Alnord saat ini pria tersebut telah bangun dari tidur nyenyak nya dengan hati yang berbunga bunga..
Tapi tidak dengan Devian, yang masih berada di dalam Apartemen milik sang selingkuhan..
Devian terpaksa bangun karena telah mendengar panggilan berkali-kali dari handphone milik nya.., dan sudah di pastikan jika itu adalah panggilan dari sang papa Aaron Rodrigues...
Dengan kepala yang masih terasa pusing, Devian mencoba bangkit untuk mengambil Handphone milik nya yang berada di atas nakas...
"Hallo pa...
"Kau dimana Dev, kenapa kau tidak pulang semalaman hah...! " teriak papa Aaron di sebrang sana..
Devian yang mendengar bentakan dari sang papa pun langsung menjauhkan handphone tersebut dari kuping nya...
"Hallo... hallo.... "
"Hallo pa.., kenapa papa menelfon ku hanya untuk menanyakan pertanyaan yang tidak penting seperti itu"
"Apa.... kau bilang itu tidak penting hah...! berani sekali kau mengatakan itu tidak penting Devian!! "
"Pa..., sudah cukup papa mengatur ku selama 29 tahun ini..., aku benar-benar muak pa, aku ini adalah laki-laki dewasa, bukan anak perawan yang perlu papa khawatirkan, dan aku bisa menjaga diri ku sendiri saat ini"
"Oh..., kau sudah berani menentang papa mu sendiri Devian.., aku yakin kau pasti saat ini sedang berada di tempat wanita licik itu kan Dev... "
"Iya.., aku memang berada di rumah nya saat ini, dan ingat nama nya adalah Alexa pa..., Alexa Julio, dia bukan lah wanita licik seperti yang papa kira, bahkan dia lebih baik dari pada menantu papa yang jelek dan dekil itu pa... "
"Apa maksud ucapan mu Devian...! kenapa kau mengatai Amelia jelek dan dekil, bukan kah selama ini kau mencintai nya... Jawab papa Devian! "
Teriak papa Aaron yang mulai kembali curiga..,
Sedangkan Devian, saat ini dia benar benar keceplosan, bagaimana bisa dia mengatakan hal seperti itu untuk almarhum Amelia...
Dengan cepat Devian langsung mematikan panggilan tersebut...
__ADS_1
"Bodoh.., kenapa aku mengatakan hal jelek tentang Amelia, bagaimana jika papa curiga.. " ucap Devian frustasi...