Pembalasan Istri Yang Disingkirkan

Pembalasan Istri Yang Disingkirkan
Senjata makan tuan


__ADS_3

Setelah beberapa menit, akhirnya Devian sudah kembali dengan berlari tergesa-gesa, dia membawa tas milik Arabella sampai mengalungkan tas tersebut tepat di leher nya...


Arabella yang menatap itu pun mencoba menahan tawa , rasa nya ini adalah kejadian langka yang baru pertama kali Devian lakukan demi seorang wanita yang dia sukai yang ternyata adalah musuh terbesar untuk dirinya...


Saat pria itu sudah akan mendekat, Arabella mulai melakukan sandiwara nya kembali,


Dia langsung meringis kesakitan menahan rasa sakit di bagian perut nya...


"Aaakkkh....... " Ucap Arabella menjerit


"Bella, ini.. ini obat untuk mu, apakah kau masih bisa bertahan, bagaimana jika kita kerumah sakit saja" ucap Devian panik


"Tidak perlu tuan Devian, sakit ku ini akan hilang setelah aku meminum obat, sini biar aku ambil obat nya"


Arabella langsung mengambil tas yang di berikan oleh Devian, dan dia meminum obat yang sengaja dia bawa...


"Ahhh..... " ucap Arabella yang sudah meminum obat tersebut..


Devian hanya menatap heran kepada wanita tersebut, bagaimana bisa wanita yang tadi nya menjerit kesakitan, kini sudah kembali normal hanya karena meminum obat dengan satu kali suapan...


"Bagaimana keadaan mu sekarang? apakah rasa sakit nya sudah berkurang? " tanya Devian penasaran


"Sudah tuan, terimakasih ya karena anda mau menolong saya, oya anda terlihat lelah, sekarang minum lah minuman ku ini Devian"


Ucap Arabella sambil menyodorkan minuman jus milik nya,


Devian langsung terkejut menatap minuman tersebut, bagaimana bisa Arabella malah memberikan minuman yang sudah dia campur obat perangsang,


Jika dia meminum nya sama saja nama nya dengan bunuh diri, dan tidak akan mendapat kan hasil apa apa...


"Terimakasih Bella, tapi minuman itu adalah milik mu, aku akan meminum minuman ku sendiri"


Ucap Devian sambil mengambil minuman milik nya, dengan sekali tegukan, Devian menghabis kan minuman itu hingga tandas tak tersisa...


"Eeggggg....... "


Tanpa sadar, Devian bersendawa dengan sangat kencang, membuat nya langsung menutup mulut nya karena rasa malu..


"Maaf Bella"


Ucap Devian memasang wajah tak enak

__ADS_1


"Tidak masalah tuan Devian, oya, seperti nya aku harus pergi sekarang juga, karena perut ku mulai tidak enak kembali"


"Apa....! kenapa cepat sekali, bahkan kau belum sempat meminum minuman mu Bella"


Tanya Devian mulai ketar ketir...


"Maaf tuan, seperti nya aku tidak bisa meminum jus untuk saat ini, karena perut ku sedang sakit, jika begitu aku pergi sekarang, Terimakasih untuk makan malam nya tuan Devian"


Ucap Arabella sambil mengedipkan sebelah mata nya, Devian diam membisu melihat kedipan mata tersebut...


Hingga tanpa sadar kini Arabella telah pergi meninggal kan Devian,


"Hey .... Bella.... Akhh... kenapa aku gagal menyuruh nya meminum obat perangsang itu, sial.... aku selalu saja gagal dalam membuat rencana"


Ucap Devian sambil mengamuk, dia membuang semua makanan yang ada di atas meja, membuat para pelayan mulai melihat ke arah diri nya..


Hingga beberapa menit kemudian, Devian merasakan aneh pada bagian tubuh nya...


Rasa panas dan berkeringat mulai mengeluar membasahi tubuh Devian,


Dengan cepat pria tersebut langsung membuka baju kemeja yang dia kenakan..


Teriak Devian terus mengipas-ngipasi tubuh nya menggunakan baju yang sudah dia buka...


Tak sampai disitu, setelah membuka baju milikku nya, kini sesuatu yang membuatnya ingin melakukan hubungan intim mulai menyerang senjata nya...


kini milik Devian sudah menegang dengan sempurna, bersamaan dengan rasa sakit yang menjerat senjata nya karena tidak dapat tersalurkan dengan segera,


Devian mencoba menahan gejolak di tubuh nya tapi seperti nya usaha nya sia sia karena semakin di tahan maka rasa itu semakin terasa menyiksa...


"Aaa...., tidak mungkin aku meminum obat perangsang itu, bagaimana bisa aku meminum nya, sial sial.... "


Devian mulai berjalan mencari mangsa, saat ini dia butuh pelampiasan, sedangkan di dalam cafe tersebut, sudah tidak terdapat pelayan wanita, Alnord sengaja menyuruh orang untuk membayar mahal pemilik cafe agar memulangkan pelayan wanita dari sore tadi...


Kini Devian sudah tiba di ruang kasir, dia melihat ke sekeliling, dan dia tidak menemukan satu wanita pun yang ada di dalam cafe tersebut...


"Tidak, tolong.. tolong aku sekarang juga, aku mohon"


Teriak Devian semakin menjadi, rasa nya tubuh nya sudah tidak dapat terkontrol lagi, dia bahkan tanpa sadar sudah menggesek gesek kan senjatanya ke tembok dan juga kursi para pembeli...


Mereka para pelayan pria mulai menjauhi Devian, sungguh mereka benar benar tidak berani untuk mendekati pria tersebut, karena pria itu sedang berada dalam dosis yang sangat tinggi...

__ADS_1


Salah satu dari mereka terus mem video kan kamera milik nya,


Dan kali ini, Devian benar-benar hancur karena ulah yang sangat memalukan tersebut...


Devian teriak teriak seperti orang gila,dia ingin sekali keluar dari cafe, tapi jika dia melakukan nya makan Devian akan lebih gila dari saat ini,


Karena sudah tidak bisa menahan nya Lagi pria itu pun mulai berlari menuju ke toilet cafe, dia merendam diri nya hingga tidak sadarkan diri...


*****


Sedangkan di dalam Apartemen milik Arabella, saat ini dia sedang duduk berdua bersama Alnord,


Mereka baru saja tiba di apartemen tersebut dan langsung duduk sambil menyaksikan video live yang di lakukan oleh anak buah milik nya...


Arabella sedikit membuang wajah nya kearah samping, sebenarnya hati terdalam nya merasa tidak tega dengan perbuatan dirinya kepada Devian.., tapi lagi lagi, rasa sakit nya mulai mendominasi, jika semua perbuatan Devian dimasa lalu belum ada apa apa nya dengan yang di lakukan oleh dirinya saat ini..


"Kau kenapa Ara? "


Tanya Alnord yang menatap wajah Arabella dengan lama


"Aku...


" Kenapa? apakah kau tidak tega melihat diri nya tersiksa seperti itu? "


Arabella langsung mengangguk kan kepala nya, dan dia mulai membalas tatapan mata Alnord...


" Tapi... aku juga merasa senang melihat dia tersiksa, lagian itu belum ada apa apa nya dengan yang dia lakukan kepada ku dahulu "


"Kau memang benar Ara, mungkin kau kasihan kepada nya karena telah melakukan hal yang berlebihan, tapi.. jika tidak begitu, maka dia tidak akan pernah mendapatkan balasan nya, Ara.... semua yang kita lakukan masih belum seberapa, akan ada waktu nya kita membuat mereka jatuh sehancur hancur nya Ara, dan kau harus tega kepada mereka semua"


Jelas Alnord sambil memegang kedua pundak Arabella, dengan cepat Arabella mengangguk kan kepala nya, memang benar yang Alnord ucap kan


.


Jika kemenangan diri nya, adalah setelah melihat Devian dan Alexa hancur menjadi debu....


"Terimakasih Alnord, karena kau selalu ada untuk ku"


Jawab Arabella dengan tulus, dengan cepat Alnord pun menarik tubuh Arabella, dan memeluk nya dengan erat..


"Sudah tugas ku Arabella".... Jawa Alnord tersenyum....

__ADS_1


__ADS_2