
Beberapa jam kemudian, kini Aaron Rodrigues sudah memulai pertemuan nya bersama rekan nya yang bernama Dominic...
Sebelum membahas ke masalah inti, Aaron menyempatkan diri untuk mengajak adik seniornya itu untuk sedikit bercengkrama...
Aaron sengaja ingin membuat Dominic berfikir jika dia adalah rekan bisnis yang sangat baik dan enak di ajak bicara...
"Wah... aku tidak menyangka, setelah beberapa puluhan tahun tidak bertemu kembali, ternyata kini kau sudah menjadi peneliti yang sangat sukses dan di akui oleh dunia"
Ujar Aaron memuji, membuat Dominic langsung tersenyum senang...
"Terima kasih untuk pujian nya tuan Aaron Rodrigues, saya bisa seperti sekarang juga berkat dari kebaikan seseorang yang mau mengajarkan saya, "
"Benar kah...? memang nya siapa orang itu? apakah aku orang nya, karena kau diam diam sedari dulu sudah mengagumi diri ku? "
Tanya Aaron dengan percaya diri, sedangkan Dominic langsung tersenyum miring,
Bisa bisa nya dia menemukan orang yang sangat percaya diri dan tidak tahu malu seperti Aaron Rodrigues bahkan sedari dahulu Dominic sudah tidak menyukai perangai dari seorang Aaron Rodrigues,
Karena menurutnya, Aaron itu memiliki sifat yang dominan jelek, terlalu sombong dan juga Arogan...
"Maaf... memang benar jika ini semua karena saya termotivasi dengan orang tersebut, tapi... kebetulan sekali, bukan anda orang nya tuan"
Jelas Dominic berpura-pura tidak enak.., sedangkan Aaron langsung merasa kesal akibat jawaban yang baru saja dia dengar itu...
"Apa...!!! lalu siapa orang itu Dom? "
"Orang itu adalah mendiang sahabat anda sendiri tuan, yaitu tuan Antonio"...
Deghh...... ...
Aaron langsung terdiam membisu mendengar nama itu disebut kembali, kenapa juga dia selalu kalah dengan Antonio walaupun saat ini dia sudah meninggal dunia..
" Oh... jadi Antonio orang yang kau maksud itu, ck.... ck....apa hebat nya dia, sehingga kau mau menjadikan nya motivasi untuk keberhasilan mu? "
Tanya Aaron dengan nada kesal membuat Dominic kembali menambah kekesalan dari Aaron...
"Bagi ku dia adalah seorang pria yang mampu menjadi panutan yang sangat baik, bertahun-tahun dia mau bekerja keras untuk membuktikan penelitian yang dia lakukan, bahkan dia bisa sukses walau akhirnya harus meninggal dunia"
"Cih.... itu bukan sukses nama nya, tapi itu hanya kebetulan saja, kalau sukses, itu seperti diriku, yang mampu membangun perusahaan besar dengan tangan ku sendiri"
Ucap Aaron mulai memuji dirinya sendiri,
"Iya kau benar juga tuan, tapi aku sangat menyayangkan karena perusahaan milik Antonio telah di jual oleh seseorang yang misterius, tega sekali bukan orang yang telah melakukan nya itu? "
__ADS_1
Gumam Dominic membuat Aaron langsung terdiam membisu..
"Apakah kau tahu siapa orang yang telah menjual perusahaan milik Antonio? sangat mustahil bukan jika sebelum meninggal dunia Antonio memberikan perusahaan nya kepada orang lain?, bagaimana jika menurut mu tuan Aaron? "
Degghh......
Dada Aaron berdetak dengan sangat kencang, seperti nya kejahatan di masa lalu yang dia lakukan mulai kembali membuat dirinya menjadi takut dan merasa di hantui..
Dominic yang menyadari perubahan pada wajah Aaron pun langsung tersenyum menyeringai, akhirnya dia berhasil membuat orang jahat dan serakah seperti Aaron, bisa kembali mengingat dengan apa yang dia perbuat pada masa lalu...
"Tuan... tuan Aaron! anda kenapa? apakah anda sakit? "
Tanya Dominic berpura-pura khawatir sambil berdiri mendekati wajah Aaron Rodrigues...
"Tuan ... tuan Aaron! "
"Eh... iya, ada apa Dominic? "
Tanya Aaron yang mulai tersadar dari lamunan nya
"Tuan kenapa? wajah tuan terlihat berkeringat dan memerah"
"Aku tidak apa apa,mungkin hanya kelelahan".
" Ya sudah, jika begitu ayo kita mulai kerja sama kita sekarang juga, Karena saya tidak memiliki waktu yang banyak, setelah ini saya akan menuju langsung ke negara B"
"Oh.. baiklah.. kenapa kau tidak mengatakan nya sedari tadi, sekarang aku akan menandatangani surat surat perjanjian kita"
Jawab Aaron masih merasa gugup, dengan cepat dia langsung menandatangani semua berkas yang ada di depan nya tersebut...
Bahkan Aaron tidak membaca nya terlebih dahulu, karena dia merasa tidak fokus saat ini...
"Tuan... apakah tuan tidak mau membacanya terlebih dahulu? "
Tanya Dominic memperingatkan...
"Tidak perlu, aku percaya kepada mu, kau adalah pria yang bisa di pegang omongan nya"
"Wah. terimakasih karena sudah memberi kepercayaan penuh kepada saya tuan, saya berjanji akan setia dan bekerja keras untuk anda tuan"
Jawab Dominic dengan penuh keyakinan, bahkan dia sampai menunduk hormat kepada Aaron agar sandiwara nya dapat berjalan dengan sangat sempurna...
"Iya bangkit lah Dominic, setelah kau berhasil mengoperasikan tambang milik ku, maka setelah itu aku akan datang ke negara B untuk melihat hasil kerja mu tersebut"
__ADS_1
"Baik tuan, akan saya tunggu kedatangan anda di negara B"
Jawab Dominic kembali hormat, setelah itu mereka mulai saling berjabat tangan sampai akhir nya Dominic pamit mohon diri untuk pergi dari perusahaan Rodrigues.....
****
Sedangkan di tempat lain, tepat nya di dalam pesawat pribadi, saat ini Alnord dan juga Arabella sudah siap untuk meninggalkan negara A tersebut,
Apa lagi setelah menerima informasi dari tuan Dominic, Alnord langsung tersenyum senang dan dengan semangat menyuruh para pilot dan pramugari untuk segera bersiap untuk take off..
"Sayang.... kita sudah berhasil mendapatkan tanda tangan dari Aaron Rodrigues"
Ucap Alnord sambil menggenggam tangan Arabella dengan sangat erat..
"Benarkah sayang...? kenapa bisa sangat mudah, bukan kah paman Aaron adalah pria yang teliti dan juga cerdik? "
"Tentu saja bisa, Tuan Dominic telah mengenai perasaan Aaron yang sudah membunuh kedua orang tua mu, dan karena hal itu lah, Aaron langsung menandatangani surat perjanjian kerja sama , karena dia terlalu takut jika Tuan Dominic akan membahas soal kematian papa mu yang terdengar sangat misterius "
"Iya.., kau benar sayang, jika kita memiliki kesalahan pada suatu yang sedang di bahas oleh orang lain, pasti kita akan merasa panik dan takut dengan sendirinya, takut jika kejahatan yang kita perbuat akan di curigai oleh orang lain"
Jawab Arabella dengan perasaan sedih..,
Alnord yang melihat perubahan pada raut wajah kekasih nya itu pun langsung memeluk Arabella dengan erat...
"Jangan bersedih sayang, aku akan memberikan balasan setimpal kepada pembunuh kedua orang tua kita"
Ucap Alnord meyakinkan Arabella, dia mengecup pucuk kepala Arabella sebagai tanda jika Alnord benar benar sangat menyayangi wanita tersebut...
"Terimakasih sayang, aku percaya kepada mu"
Ucap Arabella sambil mendongak menatap wajah Alnord...
Alnord yang mempunyai kesempatan untuk mengecup bibir merah Arabella pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut...
Mereka saling berciuman satu sama lain mengabaikan para pramugari yang tanpa sengaja sudah berdiri menatap ke arah mereka....
Asisten Bram yang juga menyaksikan kejadian itu pun langsung membuang wajah nya ke arah samping...
"Sial... benar benar bucin akut, bahkan mereka tidak menyadari jika masih ada orang lain di dalam pesawat ini"
Gumam Asisten Bram memaki di dalam hati...
"Hey kalian semua, pergi ke belakang sekarang juga"
__ADS_1
Ucap nya kepada beberapa pramugari tersebut....