
Paman Mario yang mendengar perkataan tegas dari pria muda tersebut pun langsung tertawa dengan cekikikan,
Di ikuti juga oleh putra nya yang tak lain adalah Alvin, mereka berdua tertawa sampai memegang perut masing-masing, seakan-akan sangat merasa geli dan juga lucu...
Arabella dan juga Alnord hanya menatap bingung ke arah mereka berdua, apakah ada yang lucu dengan perkataan dari Alnord
Seperti nya Alnord mengucapkan perkataan tersebut dengan gaya yang tegas dan juga cerdas, membuat orang lain jika mendengar nya akan merasa segan dan juga patuh..
Tapi.... lain hal nya dengan kedua pria berbeda usia tersebut, mereka saling tertawa hingga Alvin duduk di atas lantai ruangan tersebut..
Sedangkan bibi Tia, dia hanya tersenyum tipis, sambil menatap ke arah suami nya..
"Bibi... kenapa paman dan kak Alvin tertawa seperti itu, apakah perkataan suami ku terdengar sangat lucu? "
Tanya Arabella penasaran...
Bibi Tia hanya diam tak menjawab, hingga akhir nya terlihat paman Mario memberikan tanda isyarat kepada istri nya tersebut...
Bibi Tia langsung mengangguk kan kepala nya, lalu dia menggandeng tangan Arabella dengan tiba-tiba, membuat Arabella terkejut dah tak bisa menghindar..
Begitu juga dengan Alnord, pria itu baru menyadari jika Istri nya telah di gandeng oleh bibi Tia, untuk menjauh dari diri nya..
"Bibi... kenapa kau membawa istri ku hah! "
Teriak Alnord tidak terima, membuat Alnord langsung melangkah kan kaki nya untuk mengejar istri nya tersebut,
Dan saat Alnord mulai berlari, tiba-tiba saja, ada yang merangkul leher nya dengan erat..
Paman Mario telah menahan Alnord dan mengajak pria itu untuk duduk di kursi tamu tersebut..
"Suttt.... tenang lah Alnord, jangan goyang seperti itu, kau terlihat sangat bucin dengan keponakan cantik ku"
Ucap paman Mario mengejek Alnord,
Alnord berusaha untuk memberontak, tapi dengan cepat Alvin mulai membantu ayah nya untuk mendukung pria itu dengan sangat kuat..
"Berhenti memberontak Alnord, atau kau tidak akan bisa bertemu lagi dengan adik ku"
Ucap Alvin mengancam...
Kini Alnord sudah duduk di kursi tersebut, dengan tangan yang di pegang erat oleh Alvin dan juga paman Mario
Mereka tertawa kembali saat menatap wajah Alnord yang sudah berubah warna kemerahan..
__ADS_1
"Cih... dasar keluarga tidak waras, aku menyesal telah membawa istri ku berkunjung ke rumah kalian "
Teriak Alnord kesal..
"Jangan marah marah terus keponakan ipar, nanti kau bisa tua sebelum waktunya, sekarang nikmatilah sambutan dari kami berdua, kami hanya ingin memberikan mu jamuan yang terbaik"
Ucap paman Mario kepada Alnord, tak lama kemudian datang lah para pelayan di rumah itu, yang menyuguhkan minuman wine termahal di seluruh dunia,
Alnord yang awal nya merasa kesal pun kini mulai mencoba untuk tenang, tidak mungkin jika keluarga istri nya akan mencelakai diri nya,
Karena hal itu akan membuat Arabella merasa hancur dan juga menderita,
Alnord menatap ke arah wajah paman Mario, dia tidak mau menatap ke arah wajah Alvin karena pria aneh itu terus saja tertawa seakan sedang mengejek diri nya..
"Sekarang ayo kita bersulang Alnord, kau jangan takut, aku tidak mungkin memberikan minuman beracun kepada mu"
"Tapi... aku sudah lama tidak minum paman, "
"Hahaha..... gengster macam apa yang tidak minum Alnord, sekarang cobalah sedikit saja, hanya untuk ku dan juga Alvin sebagai penyambutan kedatangan kau dan keponakan ku"
"Baiklah... tapi setelah aku meminum minuman ini, kalian berdua harus membiarkan aku dan istri ku untuk kembali ke hotel"
"Pasti... sekarang ayo kita nikmati minuman ini"
Ajak paman Mario melakukan tos di gelas mereka bertiga, setelah itu Alnord langsung meminum minuman tersebut hingga tandas tak tersisa..
Alnord yang dahulu nya adalah peminum berat, seperti nya mulai tidak bisa menghentikan rasa nikmat tersebut...
Dia kembali menuang minuman ke dalam gelas milik nya dan meminum nya hingga tandas berkali kali..
Paman Mario dan Alvin mulai tersenyum secara bersamaan.., akhirnya rencana mereka telah berjalan dengan lancar..
Karena baru beberapa menit kemudian, kini Alnord sudah ambruk tertidur di sofa yang dia duduki..
"Paman... minuman nya terasa sangat nikmat, aku seperti ingin tidur sekarang"
Gumam Alnord tanpa sadar,
"Alvin, bantu dia untuk masuk ke dalam kamar tamu, kau urus dia, seperti nya sebentar lagi dia akan tertidur dengan nyenyak"
"Baik Ayah..., sekarang Ayah naik lah ke atas, nikmati pertemuan Ayah dengan adik ku yang cantik itu"
"Hahaha.... jangan berbicara seperti itu Alvin, aku tahu jika kau menyukai nya, tapi sayang karena kalian adalah sedarah, sekarang aku akan naik ke atas"
__ADS_1
Ujar Paman Mario mulai melangkah kan kaki nya menaiki tangga menuju ke kamar milik nya..
Setelah melihat kepergian Ayah nya, Alvin langsung memapah tubuh Alnord yang sangat kekar itu,
Alvin sampai terseok seok merasakan berat badan dari pria tersebut...
"Cih... dasar adik ipar banyak dosa, badan mu terasa sangat berat, aku harus ekstra kuat untuk memapah mu sampai ke dalam kamar tamu"
Ucap Alvin kesal.. sedangkan Alnord yang sudah mulai mabuk pun tiba tiba saja malah memeluk tubuh Alvin dengan sangat erat..
Dia bahkan melayang kan kecupan di seluruh pipi Alvin yang hitam tersebut...
"Istri ku, aku sangat mencintaimu, sekarang ayo kita keluar dari rumah paman mu ini, mereka itu gila dan tidak waras Istri ku, karena ingin memisahkan kita,"
Gumam Alnord tanpa sadar, Alvin yang mendapat kan ciuman dari Alnord pun mencoba untuk tetap tenang,
Andai saja ini bukan perintah dari sang ayah, sudah dari tadi Alvin menyeret tubuh Alnord di bawah lantai..
"Ishh... kenapa kau sangat menjijikkan Alnord , kau sudah berani mencium pipi mulus ku, dan kau juga mengatai keluarga ku adalah keluarga gila, awas saja kau Alnord, aku akan membalas mu suatu saat nanti"
Gumam Alvin tak kalah kesal, hingga setiba nya di samping ranjang yang ada di kamar tamu, Alvin langsung membuang tubuh Alnord dengan kasar..
Brukkk..
"Dasar pria menyusahkan, aku sangat kesal dengan mu adik ipar"
Ucap Alvin meninggal kan Alnord di kamar tersebut..
Sedangkan di kamar atas, saat ini paman Mario sudah membuka pintu kamar dengan pelan,
Dia mengintip ke arah dalam dan terlihat jika istri nya sedang berbicara dengan lembut bersama Arabella...
Arabella tersenyum bahagia saat menerima kasih sayang dari wanita paruh baya tersebut,
Dan tanpa terasa air mata nya sudah mengalir di pipi nya..
"Kenapa kamu menangis sayang? "
Tanya bibi Tia lembut
"Bibi... aku seperti merasakan kasih sayang dari ibu ku sendiri, terimakasih karena sudah mau menerima ku bibi"
"Amelia... jika kau mau, anggap lah aku sebagai ibu mu, aku berjanji akan menyayangi mu dengan tulus"
__ADS_1
"Terimakasih bibi"
Ucap Arabella langsung memeluk tubuh wanita tersebut..