
Setelah berkendara beberapa jam, akhirnya Aaron Rodrigues sudah tiba di rumah mewah milik nya,
Dia langsung keluar dari dalam mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah mewah tersebut...
Aaron berlari dengan cepat ke arah tangga menuju ke kamar putri nya, dan sesampainya disana, dia dikejutkan dengan keadaan kamar yang sudah terbuka dengan lebar...
Dan terlihat sang istri yang sudah menangis dengan menahan amarah, sedangkan putri nya Jesica sudah terduduk di atas lantai dengan tangis yang tak kalah pecah...
"Dasar anak bodoh, anak tidak berguna, bisa bisa nya kau membuat malu aku dan suami ku, sekarang apa yang harus kau lakukan hah! aku benar-benar malu memiliki anak seperti mu"
Ucap nya dengan marah, dan saat mama Agnes akan menampar pipi Jesica bertepatan dengan tiba nya Papa Aaron yang masuk ke dalam kamar tersebut..
"Hentikan! apa yang kau lakukan kepada putri ku hah! "
Teriak Aaron mencekal tangan istri nya tersebut, mama Agnes langsung menatap suami nya dengan tatapan tajam, rasa nya dia benar benar sudah tidak dapat menahan amarah lagi...
"Biarkan aku menampar nya, karena jika kau tahu maka kau akan lebih parah lagi memperlakukan nya, sekarang lepas kan tangan mu itu mas"
"Tidak, sebenernya ada apa ini? kenapa kau sangat marah dengan putri mu sendiri, bukan kah biasa nya kau yang selalu membela putri mu ini"
"Apa yang harus aku bela sekarang, coba kau lihat ini, lihat dengan jelas apa yang aku berikan kepada mu mas"
Teriak mama Agnes sambil melemparkan 10 alat tes kehamilan ke wajah Aaron dengan cepat pria itu langsung mengutip benda yang baru saja terjatuh ke lantai.
Dia memperhatikan benda tersebut hingga beberapa detik kemudian, Aaron merasakan dada nya mulai berdebar dengan kencang,...
"Apa ini Agnes? "
Tanya Aaron dengan wajah memerah..
"Tanya kepada putri mu Aaron, aku sudah tidak sanggup lagi rasa nya"
Ucap mama Agnes langsung duduk di atas ranjang,
Sedangkan Aaron dia mulai berlutut dan memegang bahu Jesica dengan sangat erat,..
Wajah Aaron sudah berubah kemerahan, karena dia sedang menahan rasa amarah yang ingin membludak...
Plakkk.....
__ADS_1
"Siapa yang telah menghamili mu Jesica! "
"Aku tidak tahu pa"
Jawab Jesica dengan berani..
Plakk....
"Dasar anak bodoh, bagaimana bisa
kau tidak tahu hah, apa kau sedang mabuk saat melakukan nya , jangan membuat ku ??tambah marah Jesica"
"Marah lah pa jika itu yang papa mau, luapkan semua amarah papa kepada ku, apa papa tahu jika aku sudah di jebak, dan aku tidak tahu siapa yang menjebak ku pa, sekarang papa bunuh aku sekarang juga, aku sudah muak hidup di dalam keluarga ini pa"
Teriak Jesica membuat Aaron langsung terdiam membisu,
Aaron tidak menyangka, jika putri nya telah di jebak oleh seseorang, sebenarnya siapa musuh nya sebenarnya, kenapa dia tidak bisa mencium dan mengetahui gerak gerik dari mereka semua...
"Bangsat..... bajingan mereka semua"
Bukkk.....bukkk... bukkk.....
" Hancur... hancur sudah keluarga ku dan juga bisnis yang ku miliki, kenapa bisa seperti ini"
Teriak nya frustasi, mama Agnes dan Jesica hanya diam sambil ikut menangis, entah apa yang harus mereka perbuat kedepan nya,...
"Pa, ayo kita pindah keluar negeri saja, bukan kah usaha papa sudah membuah kan hasil? ".
Tanya Mama Agnes yang mencoba memberikan solusi..
Papa Aaron menatap kembali wajah istri nya tersebut, mau pergi keluar negri pakai apa, sedangkan uang milik nya sudah habis dia investasi kan untuk perusahaan tambang yang sedang dia bangun
" Mau pakai apa kita pergi, apa kau kira aku masih memiliki uang banyak saat ini"
Ucap Aaron membuat mama Agnes merasa terkejut...
"Apa maksud perkataan mu itu pa..! bukan kah seminggu yang lalu kau mengatakan jika tambang minyak mu sudah bisa menghasilkan uang yang sangat banyak, kita gunakan dulu uang itu pa"
"Tidak bisa Agnes, aku sudah bangkrut sekarang, karena Dominic telah menipu ku, dia memalsukan data pertambangan itu Agnes dan dia membawa kabur uang ku"
__ADS_1
"Apa...!!! tidak, itu tidak mungkin terjadi Aaron, aku, aku bahkan sudah memberikan semua simpanan ku kepada kau bukan, dan sekarang kau mengatakan jika kita telah di tipu, tidak Aaron, aku tidak bisa menerima ini semua, tidak Aaron".......
Teriak Agnes dengan histeris, Aaron terduduk dengan lemas, sungguh dia tidak pernah membayangkan jika dia akan mengalami kebangkrutan...
"Hiks... hiks...., maaf Agnes, aku sudah tidak mendengar kan perkataan mu, ambisi ku terlalu besar untuk tambang itu, aku benar-benar hancur saat ini Agnes"
"Tidak, aku tidak Terima Aaron, kembali kan semua harta milik ku, kembalikan Aaron Rodrigues..., aku bahkan sudah mengalah dengan mu, sekarang aku meminta hak ku kembali"
Ucap mama Agnes terus berteriak, dan perdebatan itu masih terjadi hingga beberapa jam lama nya, sedangkan Jesica dia mulai mengambil uang yang tersisa di dompet nya dan pergi meninggalkan kedua orang tua yang masih bertengkar hebat..
Jesica lari dari rumah menggunakan mobil milik sang papa,tujuan nya saat ini adalah menuju ke club yang menjadi tempat dia harus kehilangan keperawanannya....
Sedangkan di tempat lain, saat ini para petugas polisi mulai bertugas untuk melakukan misi mereka,
Mereka sudah berkendara menuju kekediaman Aaron Rodrigues, dengan membawa 10 mobil polisi, mereka semua sudah siap menangkap pria yang sudah di tetapkan menjadi tersangka .
Sedangkan Alnord dan juga Arabella memiliki misi yang lain nya, yaitu menangkap Devian Rodrigues dengan menyuruh para anak buah milik Alnord .
Mereka ingin memberikan kejutan terlebih dahulu kepada pria bajingan tersebut .
Biarkan Devian menjadi orang yang pertama kali mengetahui siapa itu Arabella yang sebenarnya...
"Apakah kau sudah siap? "
tanya Alnord kepada Arabella,
"Aku sudah sangat siap Al, sekarang ayo kita jalan kan rencana"
Ajak Arabella dengan semangat empat lima,
Alnord dan Arabella langsung turun dari dalam mobil mereka, tujuan mereka saat ini adalah memasuki bar yang menjadi tempat Devian Rodrigues menghabiskan waktu nya bersama para wanita bayaran,
Dan saat ini, Devian barus selesai melakukan percintaan bersama wanita bayaran nya
Hingga detik kemudian, dia dikejutkan dengan suara pintu yang di dobrak dari luar,
Membuat Devian bersama wanita bayaran nya langsung kaget dan menatap ke arah asal suara tersebut...
"Jangan bergerak, kalian berdua sudah kami kepung"
__ADS_1
Ucap anak buah Alnord dengan menodong kan senjata nya ke arah Devian...