Pembalasan Istri Yang Disingkirkan

Pembalasan Istri Yang Disingkirkan
Devian dan Aaron Rodrigues


__ADS_3

"Devian....!! "


Teriak papa Aaron dengan penuh emosi, mama Agnes langsung berlari mengejar suami nya yang sudah sangat marah, dia takut jika sampai Aaron malah membunuh putra nya sendiri...


Kini papa Aaron sudah berhasil membuka pintu mobil tersebut dari luar dia dapat melihat apa yang terjadi dengan putra nya tersebut..


Devian berkeringat dan terus merancau tidak jelas, bau alkohol mulai menyeruak di indra penciuman papa Aaron membuat diri nya semakin merasa murka..


"Dasar bajingan,.... bisa bisa nya kau mabuk setelah membuat perusahaan ku bangkrut, anak sialan kau Devian...


Brukkkk....


" Aaaaakkkhhhh........ "


Teriak Devian yang merasa kesakitan, Karena telah di tarik dari dalam mobil dan langsung di banting oleh papa nya sendiri...


"Papa..... apa yang kau lakukan! "


Teriak mama Agnes terkejut, dia melihat putra nya sendiri terguling guling di depan perkarangan tersebut, dengan terus menjerit menahan rasa sakit di tubuh nya...


"Biarkan dia Agnes, jangan sekali pun kau berani membantu nya.., atau kau juga akan mendapatkan seperti yang dia rasakan saat ini"


Ancam papa Aaron membuat Mama Agnes langsung menghentikan langkah nya untuk menolong Devian....


Mama Agnes sangat tahu bagaimana sifat dari seorang Aaron Rodrigues, selain licik dia juga tidak pernah pandang bulu, siapa pun yang membuat nya marah, maka orang itu akan mendapatkan hukuman setimpal dari diri nya...


"mundur sekarang, dan masuk kau kedalam rumah"


Perintah papa Aaron membuat mama Agnes langsung berbalik menatap wajah suami nya tersebut...


"Tolong jangan bunuh putra ku, aku mohon"


Ucap mama Agnes mengatup kan kedua tangan nya, kini air mata nya sudah tidak dapat terbendung lagi, sungguh... dia benar benar merasa tersiksa saat ini, ternyata kekejaman Aaron bisa berbalik untuk keluarga nya sendiri....


"Masuk aku bilang! "


Suara bariton itu menggema di seluruh perkarangan, apalagi malam sudah semakin sangat larut...


Dengan cepat mama Agnes langsung berlari untuk masuk ke dalam, dia berdoa di dalam hati, agar suami nya tidak sampai kalap dan kehilangan akal...

__ADS_1


Setelah melihat kepergian mama Agnes, papa Aaron langsung melangkah kan kaki nya ketempat selang air di perkarangan tersebut.


Papa Aaron menarik selang itu dan menghidupkan nya tepat di depan Devian..


Suuuuuuurrrrrrrrr......


Suara air mengalir dari selang mulai terdengar membanjiri tubuh Devian, dia yang awal nya sedang teler karena mabuk dengan cepat langsung tersadar akibat siraman air di seluruh tubuh nya...


"Aaaa.... hentikan, siapa yang telah menyemprot ku dengannya air, tolong hentikan bajingan"


Maki Devian tidak terima, papa Aaron yang mendengar perkataan bajingan dari mulut putra nya itu pun malah semakin merasa kesal,


Dengan cepat dia menambahkan kecepatan air tersebut... hingga Devian tidak bisa berbicara karena kedinginan...


Braakkkkk......


Selang air langsung di buang oleh papa Aaron, dan dia mulai berjalan ke arah putra nya dengan perasaan geram,


Hingga detik kemudian...


Bukkkk.... bukkk.... bukkkk....


Teriak Devian meminta tolong, sedangkan papa Aaron tidak memperdulikan nya, dia terus saja memukul putra nya itu walau saat ini sudah jatuh tersungkur ke perkarangan tersebut..


Wajah Devian sudah penuh dengan darah bercampur dengan air yang masih membasahi wajah nya, perih dan sakit mulai menyerang tubuh nya,


Seperti nya papa Aaron benar benar akan menghabisi diri nya sebentar lagi, sedangkan mama Agnes hanya menatap pilu dari depan jendela kaca rumah nya,


Dia sangat bingung mau melakukan apa, hanya menangis lah yang dia lakukan saat ini..


"Bangun kau anak bodoh"


Teriak Papa Aaron lagi, yang kini sudah mengangkat tubuh Devian secara paksa, papa Aaron menarik kerah baju Devian hingga pria malang itu bisa berdiri kembali...


"Dasar anak bodoh! apakah kau tidak bisa bekerja sedikit pun hah, kau sudah menghancurkan perusahaan cabang milik ku, apakah kau tidak tahu seberapa besar pengorbanan ku selama 20 tahun ini, agar bisa menjadi kaya raya, dan sekarang kau dengan mudah menghancurkan nya, dimana sebenarnya otak mu itu Devian"


Teriak papa Aaron sambil melayang kan kembali tinju nya di wajah Devian...


"Aaakhhh.... "

__ADS_1


Pria itu menjerit menahan sakit yang teramat sangat, dia hampir saja jatuh tersungkur kembali, dengan keadaan yang benar-benar sudah sangat berantakan..


"Pa... ini bukan salah ku pa, aku telah di jebak pa, percaya kepada ku pa"


Jelas Devian mencoba membela diri...


"Siapa yang menjebak mu hah, tidak akan ada yang percaya dengan ucapan mu itu Devian, karena tanda tangan mu memang ada di setiap cek penarikan uang, kau sudah melakukan korupsi Devian"


"Tidak.... aku tidak melakukan nya pa..., aku memang sudah banyak menghambur hamburkan uang, tapi aku memakai uang pribadi ku sendiri pa.., selama ini aku tidak pernah menyentuh uang perusahaan"


"Tidak... aku tidak percaya, jika kau tidak melakukan nya, bagaimana bisa uang perusahaan kau tarik dengan sangat banyak, sepintar pintar nya maling, tidak akan bisa melakukan itu Devian, bahkan penjualan langsung turun drastis dan juga para penanam saham mereka memilih mundur karena sudah tidak percaya lagi dengan mu Devian , kau benar benar mengecawakan ku"


Ucap papa Aaron dengan frustasi, kini dia sudah luruh dari berdiri nya, duduk di pekarangan tersebut dengan perasaan yang sangat tidak karuan...


Harta adalah ambisi yang dia Agung agungkan selama ini, bahkan karena harta juga dia bisa dengan keji membunuh sahabat nya sendiri demi bisa menguasai harta milik sahabat nya tersebut...


"Aaakhhhh....... aku tidak mau jatuh miskin, aku tidak mau, percuma aku berkorban selama ini, jika milik ku akan hilang dan hancur begitu saja, bangsat... siaapa sebenarnya musuh di dalam selimut itu"


Teriak papa Aaron sambil menumbuki lantai perkarangan tersebut..


Mama Agnes yang melihat kehancuran suami nya pun langsung berlari mendekati pria itu,


Dia memeluk suami nya dengan erat dan mencoba untuk menenangkan nya..


"Pa... tenang lah, jangan seperti ini"


Ucap mama Agnes menangis...


"Aku telah gagal Agnes, aku telah gagal, sekarang aku sudah kehilangan harta, bahkan aku juga sudah gagal menjaga Amelia, apakah ini hukuman untuk kita Agnes, karena kejahatan ku di masa lalu, "


"Tidak... kau tidak salah mas..., kau tidak boleh putus asa, bukan kah harta kita masih banyak, perusahaan yang hancur hanya lah perusahaan cabang milik Devian, bukan perusahaan pusat, jadi kita masih bisa memperbaiki semua nya pa"


Ucap mama Agnes memberikan semangat, sedangkan Devian hanya mendengar kan semua perkataan kedua orang tua nya,


Satu yang dapat dia simpul kan jika di masa lalu papa nya telah merebut harta dari sahabat nya sendiri, tanpa mereka tahu kini Devian sudah tersenyum dengan menyeringai...


Ternyata papa nya sama dua belas dengan diri nya, jadi jangan heran jika dia menjadi penjahat dan juga pembunuh yang karena itu memang sudah mengalir di dalam darah nya sejak masih dalam kandungan...


"Cih..., benar benar keluarga yang amazing, aku bangga menjadi anak mu papa Aaron Rodrigues"

__ADS_1


Gumam Devian mengejek, sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuh nya..


__ADS_2