Pembalasan Istri Yang Disingkirkan

Pembalasan Istri Yang Disingkirkan
kegagalan rencana Agnes


__ADS_3

Setelah puas mendengar kan percakapan ibu dan anak tersebut, Arabella langsung melangkah mundur dengan sangat pelan


Dia akan bersikap seakan akan baru keluar dari dalam lift yang mengantar diri nya ke lantai satu...


Terdengar langkah kaki Arabella yang menggunakan sepatu hak tinggi nya, membuat Agnes dan juga Jessica langsung menoleh mengikuti asal suara tersebut...


Saat melihat dengan jelas siapa yang sedang berjalan menuju ke arah mereka, dengan tersenyum senang Agnes dan juga putri nya langsung berdiri menyambut kedatangan Arabella...


" Selamat siang nyonya Agnes, lama tidak bertemu dengan anda kembali "


Sapa Arabella dengan sopan, walau dalam hati nya saat ini sedang menahan rasa benci yang sangat besar...


"Siang juga nak Arabella, wah... lama tidak bertemu, kamu bertambah cantik saja ya sekarang! " puji Agnes..


"Benarkah tante, terimakasih untuk pujian nya, "


"Kak Arabella masih ingat sama aku gak? " tanya Jessica yang tiba-tiba ikut menimpali


"Emm.... kamu siapa, maaf seperti nya saya lupa" ucap Arabella dengan raut wajah tak enak


"Eh.., iya gak apa apa kok kak, mungkin kakak memang tidak terlalu memperhatikan aku saat satu tahun yang lalu, sekarang kenalkan kak nama aku Jessica, adik nya kak Devian"


Ucap Jessica ramah sambil mengulurkan sebelah tangan nya, dengan terpaksa Arabella pun membalas uluran tangan tersebut


"Arabella, panggil saja kak Bella"


"Baik kak, wah.... kakak benar-benar cantik dan keren, sama seperti yang kak Devian cerita kan, iya kan ma? "


Tanya Jessica menatap ke arah mama nya, Agnes yang mengetahui kode dari sang putri pun mulai melakukan sandiwara mereka....


"Iya, kamu sangat cantik lo nak Arabella, pantas saja jika anak tante sangat tergila gila dengan mu"


"Maksud tante tergila gila apa ya..? apakah Devian menyukai ku? " tanya Arabella dengan wajah penasaran..


"Iya nak Bella, dia sangat lah menyukai mu sejak lama, bahkan dia selalu membicarakan kamu setiap hari nya kepada tante dan juga suami tante"

__ADS_1


"Haha.... benarkah begitu tante,jujur saya tidak tahu menahu soal itu semua, karena selama ini saya selalu memperlakukan Devian layak nya teman bisnis"


"Bella, sebenarnya kedatangan tante ke sini, bukan hanya ingin berbelanja saja, tapi juga ingin menyampaikan hal penting kepada kamu, Ayo sekarang ayo kita duduk sebentar saja Bella"


Ajak Agnes mulai memang tangan Arabella, dengan lembut Arabella pun langsung melepaskan genggaman tangan tersebut dan menolak ajakan wanita itu...


"Maaf tante, tapi seperti nya saya tidak bisa berlama-lama disini, karena saya masih memiliki pertemuan penting dengan klien saya"


Tolak Arabella membuat Agnes sedikit meradang, sejak kapan ada seorang wanita yang menolak ucapan seorang istri dari keluarga kaya seperti dirinya,


Dengan menahan emosi, Agnes mencoba untuk merayu Arabella kembali, agar mau berbincang bincang dengan dirinya


"Nak Bella, kenapa tidak di undur saja, atau Seketaris mu saja yang kau utus untuk menemui para Klien itu"


Ucap Agnes yang mulai menampakan sedikit watak nya, Agnes memang lah wanita yang suka ikut campur dan juga mengatur,


Dia tidak pernah mau mengalah dengan siapapun, jika menyangkut keinginan nya kepada orang lain,


Sedangkan Arabella, langsung sengaja memainkan emosi Agnes yang sudah mulai terlihat..


"Tapi Bella......


"Maaf tante, saya benar benar tidak bisa, "


Jawab Arabella membuat Agnes dan juga Jessica kembali merasa sangat kesal..


Arabella langsung berbalik guna meninggal kedua wanita tersebut, tapi saat dia akan melangkah, Tiba-tiba saja terdengar suara ucapan dari Agnes..


"Bella, apa kah kau lupa siapa kami ini? kenapa kau berani sekali menolak keinginan ku ini Bella! "


Arabella langsung menghentikan langkah nya dan berbalik arah menatap Agnes kembali, dia memasang senyuman termanis nya yang membuat orang akan kesal jika menatap senyuman itu....


"Tante Agnes yang terhormat, saya sangat tahu betul siapa tante ini, lagian mana mungkin saya tidak mengenal tante, bukan kah beberapa Minggu ini keluarga tante sedang hangat hangat nya menjadi perbincangan di dalam berita"


Jawab Arabella dengan suara besar dan lantang, membuat orang orang yang berada di dalam butik mulai menatap ke arah mereka...

__ADS_1


"Bella...! apa maksud perkataan mu itu hah? " tanya Agnes menahan malu


"Kenapa tante? apakah aku salah bicara, bukan kah tante sendiri yang menanyakan hal itu kepada ku? bahkan bukan hanya saya saja yang mengenali siapa tante, mereka semua pun mengetahui nya, apakah perlu aku juga menanyakan mereka tante? "....


" Tidak... , itu tidak perlu Bella, baiklah seperti nya aku dan putri ku harus segera pergi sekarang juga,"


Ucap Agnes sambil bersiap siap untuk melangkah meninggal kan kursi tunggu tersebut,


Arabella yang melihat kepergian wanita itu pun langsung mencekal tangan nya dengan erat...


"Tunggu tante, apakah tante sungguh tidak ingin melihat lihat dulu baju keluaran terbaru di butik saya ini? "


"Tidak, aku rasa, kami harus pergi secepatnya, karena aku telah lupa jika memiliki janji dengan orang lain, Jesi Ayo kita keluar sekarang juga nak...!


Ajak Agnes memegang tangan Jessica, mereka mulai melangkah menuju ke pintu keluar,dan tak lama kemudian terdengar suara bisikan para pembeli yang sengaja menggosipi mereka berdua..


Agnes mencoba untuk menutupi wajah nya dengan menggunakan tas yang sedang dia bawa...


Arabella yang melihat reaksi para pembeli tersebut pun mulai memanfaatkan keadaan dengan baik,


Dia sengaja berteriak kepada Agnes agar orang orang kembali menatap ke arah mereka berdua..


"Hati hati tante Agnes Rodrigues, maaf jika telah mengecewakan dirimu, aku harap kau akan kembali lagi ke butik ku ini"


Jerit Arabella di luar pintu, Agnes langsung berlari masuk kedalam mobil milik nya..


Rasa nya saat ini dia benar-benar seperti musuh yang sedang di kuliti hidup hidup, apalagi ketika para mata orang orang yang berada di luar mulai menatap dirinya dengan tatapan remeh dan mengejek....


"Aahhkkkkkk......, bangsat, kenapa aku juga terkena imbas nya, mereka semua menatap ku dengan tatapan mengejek sambil terus bergosip, berani sekali mereka melakukan hal hina itu terhadap ku"


Teriak Agnes yang sudah masuk kedalam mobil,


Jessica hanya tersenyum lucu menanggapi kemarahan mama nya tersebut, hal ini sudah lama dia rasakan dan sekarang giliran mama nya yang merasakan nya juga....


"Bagaimana rasa nya ma..! malu bukan, menjadi bahan ejekan dan olok olokan semua orang yang kita temui, itulah yang aku rasakan di sekolah ma, mereka mengejek ku serta mencaci ku dengan sangat keji, dan itu disebabkan oleh putra kesayangan mama"

__ADS_1


Teriak Jessica yang ikut kesal, dia sangat puas karena sang mama juga dapat merasakan apa yang dia alami juga selama beberapa Minggu ini....


__ADS_2