
Suara tertawa dari kesepuluh brandal yang mengepung Arabella mulai menggema di dekat club tersebut..
Disana memang adalah tempat berkumpul nya para penjahat, yang akan melakukan interaksi pekerjaan dan juga menikmati hiburan dari wanita ****** yang ada di dalam club ..
Hari semakin sore, dan entah mengapa Arabella bisa menyasar ke tempat seperti itu, awal nya dia hanya ingin berjalan jalan meninggalkan kedua pria yang terus saja berdebat,
Menikmati suasana beda di luar hotel dengan menyambangi jalanan yang tidak terlalu padat dan juga sedikit sunyi,.
Dan tampa Arabella tahu jika tenyata tempat sunyi itu adalah tempat yang sangat berbahaya, seperti nya kali ini Arabella harus bersikap. keras dan juga menantang agar para penjahat yang sudah mengepung nya tidak akan dengan mudah memperlakukan dirinya secara tidak bermoral..
"Hahaha..... kau adalah wanita yang sangat berani ya, aku sangat suka melihat wanita tangguh seperti mu"
Ucap salah satu penjahat tersebut , tanpa mereka semua tahu jika di belakang mereka sekitar puluhan meter sedang berlari dua orang bos gengster yang sangat di segani di wilayah nya masing-masing..
Alnord dan Alvin mulai mendekat dan mengarahkan senjata Masing-masing ke arah tubuh penjahat tersebut
Alnord melemparkan pisau tajam nya ke arah punggung salah satu penjahat, sedangkan Alvin mulai mengeluarkan timah panas milik nya yang tidak mengeluarkan suara.
"Aakhhh.........!!
Suara jerit kesakitan mulai terdengar dari bibir para penjahat yang sudah terluka di punggung nya..
darah segar memuncrat dari belakang tubuh mereka, membasahi aspal jalanan yang terlihat kotor dan juga lusuh,
Hingga membuat rekan penjahat yang lain nya, merasakan terkejut ketika melihat kedua teman mereka langsung jatuh ke bawah aspal...
Brukkk...
Kedua penjahat tersebut mati di tempat, dengan darah yang terus mengucur dari bagian tubuh yang terluka, Arabella menutup mulut nya dengan rapat,.
Rasa nya baru kali ini dia melihat sendiri seseorang mati di depan mata nya dengan darah yang terus mengalir..
"Siapa yang telah berani menyerang mereka? '
Teriak rekan yang lain nya, hingga detik kemudian terdengar suara sepatu yang berlari mulai mendekat ke arah mereka berkumpul..
" Lepaskan wanita itu"
Ucap Alvin dengan wajah berubah sangar, para penjahat tersebut langsung melotot kan kedua mata nya..
Bagaimana mungkin seorang ketua Gengster yang sangat terkenal di negara C telah datang dengan keadaan yang sangat marah..
__ADS_1
"Kau... kau Alvin Fernandez kan? "
Tanya mereka terkejut..
"Tentu saja aku Alvin Fernandez, berani sekali kalian mengganggu adik ku ya"
"Adik... jadi wanita ini..!"
Tunjuk mereka ke arah Arabella, merasa terlalu banyak bicara, dengan cepat Alnord langsung menyerang mereka semua, dia mencabut senjata tajam milik nya dari tubuh yang dia bunuh tadi..
"Jangan banyak bacot kalian semua, sekarang Terima kemarahan ku"
Teriak Alnord dengan wajah memerah.. Arabella yang melihat sikap dari suami nya tersebut pun langsung mundur mencari tempat yang aman untuk berlindung,
Hingga Alnord memudahkan diri nya untuk langsung menyerang para penjahat tersebut.
Alnord melayang kan pisau yang dia pegang ke arah tubuh para penjahat itu, membuat mereka melawan dan terjadi lah pertengkaran yang sangat sengit.
"Hiat... hiat.... "
Suara pertengkaran mulai terdengar, dan tentu saja mereka yang ada di dalam club mulai menatap ke arah pertempuran tersebut ..
Dengan lihai Alnord langsung menendang tubuh ke empat orang tersebut, rasa nya dia benar-benar marah saat mendengar perkataan dari mereka untuk sang istri tercinta..
"Rasakan hukuman ku ini, kalian pantas mati di tangan ku"
Teriak Alnord membabi buta.. tak kalah kejam nya, Alvin pun juga sama dengan Alnord..
Dia menghabisi keempat orang pria yang sudah berani mengepung adik nya tersebut..
Walaupun mereka mencoba melawan dan juga sempat menyerang kembali Alvin dan Alnord dengan senjata yang mereka miliki, tapi tetap saja, mereka semua tidak bisa mengalahkan seorang Alvin Dan juga Alnord..
Hingga beberapa menit kemudian, akhirnya kedelapan pria yang telah berani mengepung Arabella telah jatuh tersungkur dengan keadaan yang sangat mengenaskan..
Bisa di pastikan jika kaki dan tangan mereka sudah patah, serta di hiasi dengan luka dari senjata tajam yang Alnord layangkan ketubuh mereka masing-masing..
Begitu juga dengan Alvin, dia melumpuhkan para musuh nya dengan memberikan tembakan di tangan maupun kaki yang dapat membuat mereka lumpuh dan merasa sangat kesakitan,
Darah segar mengalir membasahi aspal tersebut,.. hingga tak lama kemudian, datang lah para anak buah Alvin dan juga Alnord yang telah mengepung tempat tersebut...
"Kalian semua, ratakan tempat laknat ini, aku sangat jijik dengan para berandal yang tidak menghormati seorang wanita"
__ADS_1
Teriak Alvin memberikan perintah kepada anak buah nya.
Setelah semua selesai mereka bantai, Alnord langsung berlari memeluk tubuh Arabella yang masih merasa syok dengan kejadian barusan.
Arabella mencoba untuk tetap tenang, tapi tetap saja dia merasa panik dan juga takut..
Walau bagaimana pun, Arabella pernah mengalami yang namanya di ambang kematian, dan saat ini dia menyaksikan sendiri orang lain yang mati ditangan suami serta kakak nya juga...
"Sayang.. aku merasa sangat takut, kenapa kau dan juga kak Alvin harus membunuh mereka? "
"Itu karena mereka sudah menghina dan ingin melecehkan mu Ara, mereka pantas mati karena kejahatan yang mereka lakukan juga sudah terlalu banyak"
"Bagaimana kau bisa tahu Al...? "
"Tentu saja aku tahu, karena aku memang tahu akan segalanya, Ara mereka semua adalah kelompok kriminal terbesar di negara ini, bukan hanya membunuh, tapi mereka juga menjual barang haram yang dapat menghancurkan masa depan anak muda di negara ini"
"Benarkah.. pantas saja wajah mereka semua terlihat sangat menyeramkan, dan mereka ingin melecehkan ku juga"
"Ara... mulai saat ini jangan keluar sendiri tanpa aku Ara, jujur aku benar-benar sangat merasa khawatir"
"Baiklah... aku pasti akan menuruti apa kata mu itu suami ku"
Jawab Arabella tersenyum sambil memeluk tubuh pria yang sangat dia cintai
Hingga membuat pria yang sedari tadi menatap mereka berdua mulai merasa iri dan juga kesal..
"Amelia...! apakah kau sudah melupakan aku.. ? aku juga telah menyelamatkan mu Amelia"
Ucap Alvin dengan mengerucut kan bibir nya, membuat Alnord dan juga Arabella merasa lucu dan tertawa dengan sangat geli...
"Haha.... kakak,terimakasih karena sudah menyelamatkan ku juga, "
Ucap Arabella menatap tulus, sambil memeluk pria yang sudah dia anggap sebagai kakak nya sendiri...
"Amelia, aku sangat bahagia memiliki adik perempuan seperti mu, sering sering lah memeluk ku seperti ini Amelia"
Teriak Alvin mengejek ke arah Alnord...
"Dasar modus, minggir kau"
Ucap Alnord kesal dan menarik tangan Arabella meninggal kan pria tersebut...
__ADS_1