Pembalasan Istri Yang Disingkirkan

Pembalasan Istri Yang Disingkirkan
Agnes frustasi


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, akhirnya Aaron Rodrigues langsung diringkus oleh pihak yang berwajib,


tinggal lah Agnes yang menangis dengan tersedu sedu, dan dia langsung luruh ke atas lantai dengan perasaan yang tidak karuan...


Tak lama kemudian, para polisi mulai membawa Aaron keluar dari rumah mewah itu, sedangkan Alnord bersama Arabella masih berdiri menatap wanita paruh baya yang sudah terlihat sangat memprihatinkan...


"Bibi, aku harap bibi bisa menerima semua kenyataan ini, bukan kah itu adalah kata kata yang selalu bibi ucapkan kepada ku dahulu? "


Ujar Arabella menatap wanita tersebut,


Agnes yang mendengar perkataan dari Arabella pun langsung menatap wanita itu dengan tatapan tajam...


"Dasar penipu... kau bahkan lebih buruk dari pada aku Amelia, kau adalah penipu terjahat di muka bumi ini, karena kau sudah menghancurkan keluarga ku"


Teriak Agnes sambil menyumpah serapahi Arabella..


"Bibi....jika aku menjadi penipu terjahat di dunia ini, lalu bagaimana dengan bibi, kira kira sebutan apa yang cocok untuk seorang penjahat seperti bibi, yang mendukung suami nya untuk membunuh dan merebut harta milk orang lain, bahkan bibi juga yang sudah mengirim ku ke dalam panti asuhan, setelah aku dewasa bibi menjadikan aku menantu di rumah ini sekaligus juga pembantu, bibi menyiksa batin dan jiwa raga ku, apa itu nama nya bukan kejahatan bibi? "


Tanya Arabella dengan panjang lebar membuat Agnes langsung diam membeku...


Seperti nya ini lah balasan dari kejahatan nya dimasa lalu, hanya saja Agnes berusaha untuk tidak menerima nya..


"Tidak... tidak mungkin aku menjadi miskin, dan tidak mungkin suami ku menjadi nara pidana, tidak... aku tidak bisa menerima ini"


Teriak Agnes dengan sangat kuat, Alnord yang melihat itu pun langsung mengajak Arabella untuk segera keluar dari rumah itu,..


Biarkan saja wanita itu menikmati penderitaan nya yang baru saja dia dapatkan..


"Ayo kita keluar sekarang juga, Karena sebentar lagi pihak bank akan datang untuk menyita rumah ini"


Ucap Alnord membuat Arabella merasa terkejut..


"Apa... !! bukan kah rumah ink adalah milik paman Aaron? "


Tanya Arabella penasaran..


"Iya, awal nya memang begitu, tapi untuk saat ini tidak Ara, karena tanpa mereka berdua ketahui. jika ternyata Devian sudah menggadaikan rumah ini secara diam diam"

__ADS_1


"Apa.....!!!! bagaimana bisa Al..., sungguh jahat manusia satu itu Al"


Ucap Arabella yang merasa tidak yakin, begitu pun dengan Agnes, yang masih bisa mendengar kan pembicaraan mereka berdua...


"Apa maksud dari perkataan mu itu hah...! kau jangan asal memfitnah putra ku, putra ku bukan lah orang yang picik seperti mu Alnord Martinez"


"Terserah kau mau percaya kepada ku atau tidak, nanti juga kau akan melihat sendiri apa yang akan terjadi, sekarang aku akan pergi bersama mantan menantu mu ini, dan kau selamat menikmati kehancuran mu nyonya Aaron Rodrigues"


Ucap Alnord langsung menggenggam tangan Arabella dan membawa nya pergi dari rumah tersebut,


Setelah mereka berdua keluar dari rumah itu, Agnes kembali mengamuk meluapkan rasa marah dan juga emosi yang tidak dapat dia tahan lagi...


Kini wanita paruh baya itu, tinggal seorang diri, bahkan kedua anak nya pun dia tidak tahu dimana keberadaan mereka...


"Hiks.. hiks... kenapa keluarga ku jadi hancur begini, aku tidak mau jatuh miskin dan hidup di jalanan, tidak... aku benar-benar tidak mau, bik Sumi cepat tolong aku bik.. "


Teriak Agnes dengan perasaan yang sangat stress,,


Sedangkan Alnord bersama Arabella, saat ini mereka sudah berada di dalam mobil, Untuk menuju ke kantor polisi...


Tugas terakhir Alnord dan juga Arabella untuk melihat para musuh nya yang sudah di masukkan ke dalam jeruji besi


"Sayang... menurut mu,apakah para tersangka sudah pasti akan mendapatkan hukuman mati bukan? "


Tanya Arabella menatap Alnord yang sedang fokus menyetir..


"Tentu saja sayang,mereka terkena pasal berlapis, jadi sudah sepantasnya mereka berdua mendapatkan hukuman mati"


"Bagus jika begitu,karena jika tidak, aku ingin anak buah mu yang turun tangan membunuh mereka...


" Haha.... kenapa kau jadi sangat menyeramkan seperti ini sayang, aku rasa kau sudah sangat buas sekarang "


"Tentu saja aku menjadi buas, karena mereka sudah mengganggu diri ku dan juga keluarga ku, sayang, kenapa tadi kita tidak melihat Jesica? apakah kau tahu dia ada dimana? "


Tanya Arabella memasang wajah penasaran..


"Dia ada di club saat ini, untuk menemui seorang pria yang sudah menghancurkan kehidupan nya"

__ADS_1


"Apa...!! kenapa dia masih mendatangi pria itu, bukan kah dia sendiri yang mengatakan jika dia tidak akan mendekati pria asing itu lagi? "


"Kau benar sayang, awal nya Jesica memang berfikir seperti itu, tapi.. setelah mengetahui sesuatu fakta akan dirinya, Jesica memutuskan untuk mendatangi pria tersebut.. "


"Memang nya fakta apa yang telah dia ketahui Al? "


"Dia mengetahui jika di perutnya saat ini sudah berkembang seorang janin dari pria yang mengajak nya berhubungan terlarang pada malam itu"


"Apa...!! jadi maksud mu, Jesica hamil saat ini? "


Tanya Arabella terkejut, Alnord langsung menganggukkan kepala nya, membenarkan tebakan dari Arab tersebut..


"Ya Tuhan Al.., bahkan dia belum lulus sekolah, bagaimana mungkin dia bisa hamil saat ini? "


"Itu sudah menjadi resiko nya sayang, dan mau tidak mau dia harus bisa menerima nya, lagian menurut anak buah ku Jesica sedang mendatangi pria yang menghamili nya, bisa jadi wanita muda itu ingin meminta pertanggung Jawaban dari pria tersebut...


" Iya, semoga saja dia mau menikahi Jesica, kasihan dia Al, sungguh aku tidak tega melihat nya"


Ucap Arabella mulai menatap kosong..


"Sudah,jangan memikirkan hal yang bukan menjadi urusan mu Ara, karena kita masih memiliki rencana yang berikut nya"


"Baiklah sayang, maaf jika aku sudah terbawa perasaan.. "


"Tidak apa sayang, oya aku suruh menyuruh para anak buah ku untuk menyeret Alexa Julio menghadap ke kantor polisi, seperti nya dia selalu memberontak dan sangat marah"


"Benarkah...! ya sudah jika begitu kita pergi ke kantor polisi sekarang juga Al"


"Okey, Baik sayang, kita akan menyaksikan sendiri bagaimana Mereka semua tersiksa dan menangis darah...


Beberapa jam berkemudi, akhirnya mereka berdua sudah tiba di kantor polisi,


Alnord bersama Arabella mereka berjalan dengan saling beriringan, dan sesampainya di depan loby,


Tanpa sengaja Arabella menatap ke arah Alexa yang baru saja tiba, dan seperti nya Wanita itu tampak benar benar kesusahan..


Dan tanpa disangka, saat Arabella masih menatap ke arah Alexa, Tiba-tiba saja wanita itu juga membalas tatapan Arabella....

__ADS_1


"Kau... untuk apa kau kemari hah.. ! aku tahu jika kau pasti sedang tersenyum.mengejek ku saat ini kan Arabella"


teriak Alexa dengan emosi yang cukup tinggi...


__ADS_2