
Tidak terasa, masa bulan madu yang Alnord lakukan bersama istri nya telah berakhir satu hari yang lalu,
Dan saat ini Alnord bersama Arabella telah bersiap siap untuk menghadiri sidang putusan untuk keluarga Rodrigues dan juga putri keluarga Julio...
Arabella yang telah selesai dengan stelan celana panjang kain dan juga baju kemeja berwarna putih itu pun mulai menarik nafas dengan dalam
Hari ini dia akan bertemu kembali dengan pria yang pernah dia anggap sebagai ayah nya sendiri dan juga mantan suami yang pernah dia hormati...
Arabella sudah tidak sabar menyaksikan putusan hakim untuk menjatuhkan mereka bertiga dengan hukuman mati dan hukuman seumur hidup..
Karena kejahatan mereka bertiga benar-benar sudah tidak dapat ter maafkan lagi,
"Sayang... apa yang sedang kau fikirkan saat ini? "
Tanya Alnord yang sudah memeluk tubuh Arabella dari arah belakang.
Alnord mencium ceruk leher itu, yang terasa sangat wangi dan juga memabukkan..
"Aku hanya sedang membayangkan, putusan yang akan di berikan oleh hakim kepada mereka bertiga"
"Oh... seperti nya istri ku sudah tidak sabar untuk melihat mereka hancur lebur ya, "
"Hemmm... mungkin bisa di bilang seperti itu, apakah aku terlihat sangat jahat Al? "
Tanya Arabella berwajah sedih
"Tentu saja tidak, mereka lah yang jahat Ara , karena mereka bukan lah manusia, sekarang jangan fikir kan apa pun lagi, ayo kita turun segera"
Ajak Alnord memegang tangan Arabella, dengan cepat Arabella langsung mengangguk kan kepala nya, dan mereka mulai berjalan menuju keluar dari kamar
Sesampainya di bawah, kakek Martin bersama yang lain nya, sudah siap untuk ikut ke pengadilan, karena mereka ingin melihat sendiri bagaimana hancur nya wajah Aaron sang pembunuh berantai itu...
Selain kakek Fernando dan juga nenek Maria, terlihat juga Alvin Fernandez yang telah hadir di ruang tamu tersebut, pria aneh itu memutuskan untuk pindah tugas ke negara A, karena ingin memastikan sendiri keselamatan adik sepupu nya..
Alnord yang menatap kedatangan pria tersebut pun langsung membuang wajah nya ke arah samping, rasa nya semangat nya langsung menghilang setelah melihat sang kakak ipar yang sangat menyebalkan itu..
"Selamat pagi adik ku, dan selamat pagi untuk para nenek dan kakek disini"
Ujar Alvin tersenyum ramah..
__ADS_1
"Pagi juga Alvin, apakah kau akan ikut ke pengadilan juga? "
Tanya nenek Maria yang penasaran...
"Iya nek, karena aku ingin melihat seperti apa tampang dari para penjahat yang sudah berani membuat paman ku Antonio meninggal dunia sehingga menyebabkan hidup adik ku menjadi menderita"
"Baiklah.. jika begitu ayo kita pergi sekarang, sayang apakah kau sudah siap? "
Tanya Alnord menatap ke arah Arabella..
"Sudah... ayo jalan sekarang, jangan sampai kita terlambat, kak Alvin tolong bawa nenek Maria dan juga kakek Fernando ya"
"Baiklah adik ku, "
jawab Alvin tersenyum manis... membuat Alnord merasa malas untuk melihat ke arah nya..
Setelah itu lima mobil tersebut langsung berangkat menuju ke kantor pengadilan,
Arabella terus berdoa di dalam hati nya, agar tuntutannya untuk pembunuh kedua orang tua nya dan kedua orang tua Alnord akan di kabulkan oleh hakim dan di jerat dengan hukuman mati,
Alnord yang melihat kecemasan dari istri nya tersebut pun langsung menggenggam tangan Arabella dengan erat..
Dia bahkan memberikan ciuman di tangan tersebut..
"Iya... aku percaya kepada mu sayang, oya apakah kau mengetahui kabar tentang bibi Agnes? "
Tanya Arabella menatap wajah Alnord..
"Emmm... dia sudah di masukkan kerumah sakit jiwa sayang"
"Apa...!!! bagaimana mungkin Al, bukan kah bibi Agnes baik baik saja,? "
"Iya.. awal nya memang seperti itu, tapi setelah pihak bank menyita rumah milik nya, Agnes langsung stress dan mengalami gangguan mental, dia tidak bisa menerima kenyataan yang menimpa dirinya sayang"
"Benarkah Al..! lalu jika menurut mu apakah yang telah aku lakukan ini sudah sangat keterlaluan Al? "
Tanya Arabella mulai merasa tidak enak, dia takut jika perbuatan nya itu sudah melampaui batas balas dendam...
"Kenapa kau berfikir seperti itu sayang, sebenarnya kita ini hanya lah perantara dari Tuhan, agar orang orang jahat itu bisa terkena karma mereka sendiri, jadi jika keluarga Rodrigues hancur, itu bukan lah karena kesalahan mu Ara, tapi karena perbuatan mereka di masa lalu"
__ADS_1
"Iya kau benar Al..., kenapa aku harus merasa bersalah, sedangkan mereka tidak pernah menyesal dengan kejahatan yang telah mereka perbuat"
Gumam Arabella mulai kembali tenang..
Hingga hampir satu jam dalam Perjalanan, akhirnya mobil mereka semua terhenti di depan gedung pengadilan yang sangat megah..
Alnord langsung membantu Arabella untuk turun dari mobil, setelah nya baru lah Alnord menurunkan kakek Martin...
"Amelia..., jangan terpancing dengan kata kata manis dari mulut para penjahat itu ya, kakek tahu jika kau memiliki hati yang lembut, tapi... mereka tidak pantas untuk kau maafkan nak"
"Iya kek, Aku pasti akan tetap pada pendirian ku, jika mereka harus menanggung hukuman yang sangat setimpal"
"Bagus, kakek bangga kepada mu Amelia, kau adalah wanita yang kuat dan juga tegar"
Puji kakek Martin menatap tulus, setelah semua berkumpul akhirnya mereka mulai berjalan masuk ke dalam gedung tersebut.
Persidangan sebentar lagi akan di mulai, jadi mereka harus sudah duduk di bangku masing-masing sebelum para hakim datang
Hingga beberapa menit menunggu, akhirnya persidangan sudah di mulai oleh hakim,
Dan para tersangka mulai masuk ke dalam ruangan tersebut, tanpa sengaja Arabella menatap ke arah pria yang pernah menjadi calon suami nya,
Devian terlihat sangat kurus dan juga kumal, dia tersenyum tipis dengan memasang wajah sangat menyedihkan..
Arabella yang melihat keadaan pria itu pun langsung membuang wajah nya, Hingga tanpa sengaja Arabella malah melihat ke arah pria tua yang pernah menjadi ayah untuk nya..
Aaron Rodrigues, terlihat meneteskan air mata, saat bertatapan dengan Arabella, pria tua itu seperti sangat menyesal dengan apa yang dia lakukan di masa lalu
Arabella yang melihat itu pun, tanpa terasa telah ikut meneteskan air mata, sebenarnya masih tersimpan sedikit rasa sayang untuk pria tua itu, karena walau bagaimana pun, Aaron Rodrigues sudah sangat baik kepada Arabella
Tapi hukum tetap akan berjalan, Arabella tidak akan mencabut atau pun meringankan hukuman mereka, biarlah semua kejahatan di pertanggung jawabkan dengan seadil adil nya,
Agar orang lain bisa belajar dari apa yang mereka bertiga terima...
Setelah semua berkumpul, persidangan pun langsung di mulai dengan sangat sengit, para pengacara Alnord habis habisan membeberkan bukti dan tuntutan untuk ketiga tersangka tersebut, sehingga tidak ada kesempatan untuk para pengacara milik keluarga Rodrigues untuk melakukan pembelaan..
Hingga akhirnya hampir 4 jam berlalu keputusan mutlak langsung di ambil oleh para hakim...
Dengan mengetok palu, mereka memutuskan akan menjatuhkan hukuman mati kepada tersangka Aaron Rodrigues,
__ADS_1
Dan hukuman seumur hidup untuk tersangka Devian Rodrigues bersama rekan nya Alexa Julio,
Arabella dan yang lain nya merasa sangat puas, mereka langsung mengucapkan kata syukur karena tuntutan mereka telah di kabulkan dengan sangat cepat..