
Tidak terasa pagi telah datang menyapa, membangun kan seorang pria tampan yang sedang fokus menatap wajah kekasih nya..
Alnord tersenyum senang saat menatap wajah cantik Arabella yang ada di pelukkan tubuh nya...
Dia menaruh telunjuk tangan nya itu tepat di pipi Arabella,
"Kenapa kau terlihat sangat menggemaskan sayang"
Kata Alnord tersenyum senang, membuat seorang wanita yang sedari tadi masih tidur itu langsung terbangun karena sentuhan yang Alnord berikan...
"Sayang... jangan menganggu ku"
Ucap Arabella mengerucutkan bibir nya,
Alnord tertawa kecil saat menatap raut wajah Arabella, dia langsung memeluk dengan gemas tubuh wanita yang masih ada di samping nya tersebut...
"Aku benar-benar gemas dengan mu sayang"
"Al...., jangan seperti ini, aku tidak bisa bernafas... "
"Bohong, mana mungkin kau tidak bisa bernafas baiklah jika begitu aku akan memberikan kamu nafas buatan.. "
"Jangan...., tidak boleh Al"
Teriak Arabella dengan suara yang sedikit menghilang, karena Alnord telah memeluk wajah nya dengan erat...
Mereka menghabiskan waktu hampir setengah jam lama nya untuk bermain main di atas ranjang...
Dan setelah itu, Alnord dan juga Arabella mulai melakukan kegiatan masing-masing untuk membersihkan diri....
Arabella yang sudah selesai melakukan kegiatan nya,langsung keluar dari kamar untuk menuju ke dapur...
Saat ini dia akan membuat makanan yang praktis dan juga lezat,
Dan saat sedang asyik melakukan kegiatan nya, Tiba-tiba saja sudah ada tangan kekar yang memeluk Arabella dari arah belakang, dia sudah mengetahui siapa orang yang melakukan nya...
Arabella pun tersenyum manis sambil memegang tangan pria tersebut...
"Sayang, aku belum selesai memasak sarapan untuk mu"
"Iya... aku tahu, tapi kan aku tidak sedang mengganggu mu saat ini"
"Tidak mengganggu bagaimana? aku kan belum selesai memasak nya, "
"Baiklah... jika begitu sekarang juga aku akan membantu mu untuk memasak"
Jawab Alnord tersenyum dan dia langsung mengarahkan tangan nya untuk memegang spatula yang di pegang juga oleh Arabella...
__ADS_1
Akhirnya mereka benar benar memasak secara bersama sama, hingga setengah jam kemudian , makanan yang mereka masak sudah terhidang di atas meja...
Alnord dan Arabella mulai duduk menatap makanan tersebut, seperti nya sejak Alnord merasakan masakan Arabella yang pertama kali, saat itu juga lah Alnord menjadi jatuh cinta dengan masakan wanita tersebut...
Dan benar yang di katakan oleh orang-orang, jika dari perut terpuaskan maka bisa menimbulkan rasa cinta kepada sang pembuat nya...
"Bagaimana...! apakah enak? "
Tanya Arabella kepada Alnord...
"Hemmm.... kau sangat sempurna sayang, selain cantik, kau juga sangat pintar dalam memasak... "
"Benarkah...! wah... aku sangat tersanjung mendengar nya sayang"
jawab Arabella tersenyum malu...
"Jangan memasang wajah seperti itu sayang, aku jadi ingin juga memakan mu"
Ucap Alnord memasang wajah frustasi...
"Memakan ku, memang nya aku bisa dimakan? "
"Tentu saja, apakah kau mau mencoba nya? "
Tanya Alnord menatap dengan intens, Arabella yang mengetahui maksud dari perkataan Alnord pun langsung mencubit otot pria itu dengan kuat....
"Karena kamu sudah berfikir di luar batas, aku tahu maksud perkataan mu itu"
"Oh iya..? memang nya apa maksud dari perkataan ku? "
Tanya Alnord memasang wajah sok lugu....
"Alnord.... kenapa kau menjadi mesum begini,? "
Tanya Arabella dengan kesal, membuat Alnord langsung tertawa terbahak bahak"
"Haha....kau serius sekali sayang, aku kan hanya bercanda saja"
"Baiklah, sekarang ayo kita habiskan makanan nya segera, sebelum makanan ini berubah menjadi dingin"
Ucap Arabella mengajak Alnord untuk segera menyantap kembali makanan mereka... Hingga beberapa menit kemudian, kini mereka berdua sudah menyelesaikan acara sarapan tersebut...
Bersamaan dengan suara Handphone milik Alnord yang berdering dengan keras...
"Hallo.. "
Jawab Alnord sambil menatap ke wajah Arabella...
__ADS_1
"Apa...! bagaimana bisa? bukan kah aku tidak menyuruh kalian untuk melakukan hal seperti itu? "
"Baiklah, kalian selidiki siapa dalang di balik rencana jahat itu, karena aku juga ingin mengetahui apa motif dari orang tersebut"
Kata Alnord didalam telfon , setelah itu Alnord langsung mematikan telfon tersebut, sambil menatap ke arah Arabella yang juga menatap dirinya intens...
"Siapa? "
Tanya Arabella kepada Alnord...
"Hemmm... anak buah ku, mereka memberitahu informasi tentang Jesica anak dari Aaron Rodrigues"
"Jesica! memang nya ada apa dengan dia Al? apakah kau menyuruh mereka mereka melakukan sesuatu kepada mantan adik ipar ku itu? "
"Iya.. awal nya memang iya Ara, aku ingin memberikan serangan balasan untuk Aaron Rodrigues melalui putri nya itu, tapi saat anak buah ku akan bergerak.., ternyata sudah ada yang mendahului mereka"
"Apa...! apakah kau tahu siapa mereka Al? "
"Aku juga belum tahu pasti orang itu siapa, karena dia mengutus bodyguard yang bekerja di dalam club malam, sepertinya orang tersebut sudah berhasil menjalankan rencana nya itu"
"Benarkah...! kenapa kamu bisa sangat yakin jika mereka sudah berhasil Al? "
"Karena anak buah ku yang bertugas memantau Jesica, memberi informasi jika Jesica dan pria bodyguard itu belum keluar dari kamar hingga pagi ini"
"What.... jadi maksud kamu, Jesica..... "
"Iya.., Jesica sudah di ajak tidur oleh pria tersebut"
"Oh my god, bagaimana bisa Al.., setahu ku Jesica adalah anak baik baik, walaupun dia arogan dan juga sombong, tapi dia selalu menjaga kesucian nya"
Jelas Arabella dengan perasaan terkejut, bagaimana pun juga Jesica adalah adik ipar nya, dan dia mengetahui bagaimana sikap Jesica itu yang terlihat sombong dan angkuh walaupun sebenarnya dia itu rapuh dan penuh dengan ketertutupan dirinya..
"Jika Jesica memang wanita baik baik, laku kenapa juga dia harus mendatangi Club malam hingga pukul 01.00 dini hari Ara? "
"Aku juga tidak tahu Al, apakah mungkin Jesica memiliki masalah yang sangat berat untuk nya, atau jangan jangan ini ada sangkut paut nya dengan kebangkrutan keluarga Rodrigues, ".
" Bisa jadi, mungkin saja gadis kecil itu belum bisa menerima kenyataan yang akan menjadikan nya calon wanita miskin "
"Huh.... kau benar Al, sejujurnya kehidupan itu kita sendiri yang menentukan kedepan nya seperti apa, karena apapun yang kita tanam, itu lah yang kita papan dan kemudian hari nya"
Ucap Arabella dengan perasaan kasihan, andai saja Aaron Rodrigues tidak terlibat dalam pembunuhan orang tua nya dan juga yang lainnya, pasti Arabella tidak akan mengusir kehidupan mereka semua,
Hanya Devian lah yang akan Arabella mins pertanggung Jawaban atas apa yang dia perbuat di masa lalu,
dan sekaran, inilah balasan yang harus Aaron Rodrigues Terima, tanpa dia sadari jika Tuhan sedang menguji dirinya melalui apa yang dia miliki selama puluhan tahun tersebut...
"Ternyata Tuhan itu benar-benar maha adil, dia selalu tahu memberikan karma kepada setiap hamba nya. yang melanggar perintah nya tersebut, semoga saja kita di jauhkan dari cobaan yang melebihi batas maksimal itu"
__ADS_1
Ucap Arabella berdoa dengan tulus...