
Saat ini Alnord dan juga Arabella sudah berada di dalam mobil, begitu pula dengan Asisten Bram yang bertugas untuk menjadi sopir untuk mereka berdua..
Sedangkan Paman Dominic, dia sudah berada
di depan mobil mereka untuk memantau jalan menuju ke tempat yang akan di tuju
Arabella masih terkejut atas kejadian yang terjadi di loby resort setengah jam yang lalu,
Alnord menjerit dengan keras saat mengetahui jika Paman Dominic akan memeluk tubuh Arabella, hingga detik kemudian..
Paman Dominic yang merasa sangat rindu dengan seniornya Antonio, dia tidak menyianyiakan waktu yang ada,
Dengan erat Paman Dominic sudah memeluk tubuh Arabella sebagai tanda syukur karena sudah di pertemukan kembali dengan putri dari Antonio
Bahkan Dominic tidak dapat mendengar kan jeritan dari seorang pria yang sudah menatap mereka dengan mata yang sangat tajam...
"Sayang.... , apakah kau masih marah dengan ku"
Panggil Arabella yang memperhatikan Alnord sedari tadi..
Bahkan setelah kejadian itu, Alnord tidak mengajak Arabella berbicara, mereka sudah hampir setengah jam berada di dalam mobil dan duduk saling berdampingan, tapi tetap saja Alnord masih betah menutup mulut nya dengan rapat....
"Sayang...., kenapa tidak menjawab dan hanya diam saja,? "
Tanya Arabella kembali, tapi tetap saja Alnord diam dan malah memutar duduk nya menatap arah kaca samping mobil,
Arabella yang mengerti dengan keadaan Alnord yang sedang me ngambek dengan diri nya pun langsung mencari akal agar Alnord tidak mencueki nya kembali...
"Hemmm..... baiklah jika kau tidak mau mengajak aku berbicara, maka aku akan mengajak asisten Bram saja sebagai teman mengobrol ku"
Ucap Arabella membuat kedua pria yang mendengar perkataan itu mulai membulatkan kedua mata mereka...
"Ya Tuhan.., apa maksud dari perkataan nona Arabella, jangan bilang jika dia ingin mengajak ku mengobrol di depan tuan muda, bisa habis gajih ku di potong terus menerus"
Ujar asisten Bram merutuki Arabella di dalam hati nya,...
__ADS_1
Sedangkan Alnord dia hanya diam tanpa menjawab pernyataan Arabella tersebut, niat hati ingin menjawab, tapi sekali lagi rasa gengsinya terlalu besar untuk mengalah sekarang...
"Oh.., kau tidak memperdulikan ucapan ku ini ya, baiklah jika begitu, aku akan mengajak Asisten Bram saja untuk bercengkrama"
Ucap Arabella tersenyum senang, setelah itu dia pun mulai memajukan duduk nya agar dapat mendekati asisten Bram dari kursi belakang, sangat kebetulan saat ini Arabella duduk tepat di belakang kursi kemudi yang di duduki oleh Asisten Bram...
"Asisten Bram..., aku ingin bertanya kepada mu, apakah mendiamkan orang lain itu adalah perbuatan yang tidak baik? "
"Hah.. tentu saja nona Arabella, kita sebagai sesama manusia tidak boleh mendiamkan orang lain tanpa sebab yang jelas, jika memang orang itu memiliki kesalahan ada baik nya, kita menjelaskan nya kepada orang tersebut"
Jawab asisten Bram dengan sangat bijak sambil menyindir seorang pria yang sedang ngambek kepada kekasih nya...
"Wah... Jawab kamu benar benar brilian Asisten Bram, aku setuju sekali dengan pemikiran mu itu Asisten Bram"
Ucap Arabella memuji, bahkan dia mulai menepuk Otot lengan Bram hingga mengeluarkan suara yang telah menganggu penglihatan dan juga pendengaran Alnord...
"Hentikan Ara, kenapa kau berani sekali menyentuh pria lain di depan aku"
Ucap Alnord menatap tajam ke arah Arabella, sedangkan Arabella dia mulai tersenyum dan mulai menggeser duduk nya mendekati kekasih nya tersebut
"Makan nya kau jangan mendiami ku Al, atau aku akan lebih dekat dengan Asisten mu itu"
Asisten Bram langsung terkejut setengah mati, saat mendengar ucapan dari nona nya tersebut, bagaimana mungkin kekasih bos sombongnya malah mengaitkan perdebatan mereka dengan dirinya...
"Haduh..., habis sudah gajih ku bulan ini, , aku yakin tuan Alnord pasti sudah memasang wajah sangat menyeramkan di belakang sana"
Gumam Asisten Bram yang tidak berani melihat ke arah kaca, dia hanya fokus menatap ke arah jalan raya yang akan mereka lewati..
"Apa maksud perkataan mu itu Ara.., aku tidak suka mendengar nya"
Ucap Alnord dengan suara bariton nya, Arabella langsung tertawa dengan cekikikan, seperti nya wanita itu sudah kebal dan tidak takut lagi dengan pria menyeramkan yang ada di depan nya saat ini...
"Haha..... itu ancaman karena kau sudah mendiamkan ku sayang maka dari itu mulai sekarang,kau tidak boleh ngambek kepada ku, lagi..., jujur aku tidak bisa jika harus berdiam diri dengan kamu sayang"
Ucap Arabella yang sudah duduk di atas pangkuan Alnord,
__ADS_1
Dengan berani Arabella langsung mengecup sekilas bibir Alnord yang sedari tadi memberengut kesal,dan setelah mengecup bibir Alnord Arabella langsung meletakkan kepala nya di atas bidang dada Alnord...
"Jangan marah lagi kepada ku, aku akan tidak tahu jika Paman Dominic juga tidak boleh memelukku sebagai seorang Paman kepada keponakan nya, "
"Baiklah... kali ini aku akan memaafkan mu Ara, tapi sekali lagi jika ada yang berani memeluk tubuh mu selain aku, maka aku akan langsung mematahkan tangan pria tersebut... "
"Baik lah..., aku janji akan menjaga tubuh ku ini, sekarang kita damai ya, kau sangat tampan jika tersenyum seperti ini"
Ujar Arabella sambil mendongak mengelus wajah Alnord..
Mereka mulai tertawa bahagia di dalam mobil, melupakan seorang pria yang sedang fokus menyetir dengan perasaan yang sangat dongkol...
"Apa apaan pasangan bucin yang ada di belakang ku ini, mereka benar benar terlihat lebay, sebentar marahan, sebentar mesraan, dasar aneh, apa lagi tuan muda Alnord , dia selalu saja memotong gajih ku jika sedang marah dengan nona Arabella, dan nona Arabella, selalu menjadikan ku kambing hitam agar tuan merasa iri kepada ku, wah... aku benar-benar menjadi tempat untuk pelampiasan kalian berdua., malang sekali nasib kamu Bram"
Ujar Bram di dalam hati nya, sambil menutup kedua kuping dan berpura-pura tidak melihat apa yang terjadi di belakang sana...
Alnord dan Arabella mulai kembali mesra melupakan seseorang yang ada di depan mereka...
Setelah menempuh perjalanan satu jam lama nya, akhirnya mereka sudah tiba di depan rumah yang terlihat tampak sederhana..
Mobil Paman Dominic, duluan sampai dari pada mereka, dan pria paruh baya itu langsung turun dari mobil nya untuk melihat rumah yang sudah beberapa tahun tidak dia kunjungi lagi
"Apakah sudah sampai? "
Tanya Arabella yang merasa dada nya berdetak dengan kencang...
"Iya sayang, ayo kita turun menyusul Paman Dominic"
Ajak Alnord kepada Arabella, setelah itu mereka mulai keluar dari pintu mobil masing-masing
Dan ketika Arabella sudah menginjak tanah yang ada di perkarangan rumah tersebut, Tiba-tiba saja Arabella mulai meneteskan air mata nya...
Dia dapat merasakan hembusan angin yang pernah dia rasakan sewaktu dia masih kecil dahulu...
Terasa sejuk dan menenangkan, membuat Arabella mencoba untuk memejamkan kedua mata nya....
__ADS_1
"Papa, mama.... aku kembali kerumah kita"
Gumam Arabella di dalam hati nya...