
Dengan sangat teliti, saat ini Arabella sedang mengobati luka Alnord dengan obat antiseptik dan juga plester
Setelah selesai melakukan tugas nya, Arabella mengelus luka tersebut dengan rasa sayang yang dia miliki..
Alnord yang di perlakukan seperti itu pun mulai merasa tidak tenang, seperti nya otak mesum nya mulai travelling ke arah dunia lain..
"Aah.........
Desah Alnord tanpa sadar membuat Arabella langsung menatap ke arah wajah nya,
"Ada apa Al? apakah terasa sakit? "
Tanya Arabella merasa panik..
Membuat Alnord kembali sadar dari khayalan nya tersebut..
"Oh tidak sayang, tapi bisa kah kau jangan mengelus bagian luka itu , lebih baik kau mengelus bagain yang lain nya"
Ujar Alnord tanpa tahu malu membuat Arabella langsung membulatkan kedua mata nya, mengelus bagian lain, kata kata itu mulai Arabella cerna dengan sangat baik, hingga detik kemudian, dia mulai memukul lengan tangan Alnord...
Plakk....
"Auw... kenapa kau malah memukul ku sayang? "
"Apa maksud perkataan mu, "mengelus bagian yang lain nya", apakah kau sedang memikirkan ke arah yang mesum? "
Tanya Arabella menatap Alnord dengan sangat dekat..
Alnord langsung tersenyum tipis, seperti nya dia sudah ketahuan saat ini, dan tidak dapat menyangkal nya lagi,
Lebih baik mencoba jujur saja, mana tahu sang kekasih akan mengerti dan melakukan apa yang Alnord bayangkan saat ini
"Kenapa malah tersenyum seperti itu? jangan bilang jika kau sedang memikirkan hal yang macam macam Al"
"Iya, seperti nya aku memang sedang memikirkan hal yang macam macam, apakah boleh jika kita mencoba nya sekarang? "
Tanya Alnord menatap Arabella dengan sangat dalam, Arabella langsung down di tatap seperti itu,
Bagaikan ada sengatan listrik yang menyerang bagian mata nya, sampai turun ke arah hati....
"Mencoba apa yang kau maksud Al? "
Tanya Arabella yang mulai merasa kepo, dia benar benar merutuki diri nya sendiri, seperti nya otak dan hati nya mulai tidak berjalan dengan baik...
"Tentu saja, mencoba menjadi pasangan suami istri yang saling mencintai dan menyayangi, bukan kah kau sudah pernah menikah sebelum nya, aku rasa kau sangat lah berpengalaman bukan, ? "
__ADS_1
"Tidak.., aku tidak tahu Al, kau kan tahu hubungan ku bersama Devian tidak sebaik pasangan pada umumnya"
"Oh iya, aku lupa,... tapi tidak ada salah nya jika kita mencobanya, aku rasa aku lebih pintar dari pada mantan suami mu itu, apakah kau mau mencoba nya..? "
Tanya Alnord semakin merapat kan tubuh nya ke tubuh Arabella, bahkan kini mereka sudah tidak berjarak lagi, Alnord bisa merasakan sebuah gundukan lembut yang menyentuh dada nya ...
"Al..., kenapa kau mengapit ku seperti ini, bagaimana jika ada yang melihat nya? "
"Tidak akan Ara, paman dan bibi ku tidak berani keluar dari kamar lagi, sedangkan kakek dia sudah tidur bukan.. "
"Iya, bagaimana dengan para pelayan di rumah ini, ? "
"Mereka sudah berada di belakang, dan sekarang hanya tinggal kita berdua, Ayo sekarang katakan kepada ku, kau mau mencoba nya disini atau di kamar ku"
"Apa....!!! jangan Al, kita kan belum resmi menikah"
"Aku tahu, kita kan hanya sedang mencoba nya saja, aku janji tidak akan lebih, lagian.... dua hari lagi kita akan segera menikah"
"Benarkah...! kenapa sangat cepat Al"
"Tentu saja karena aku sudah tidak dapat menahan nya lagi, .... sekarang aku akan mencoba nya.... "
Ucap Alnord memaksa, dia menatap wajah Arabella dengan perasaan mendamba membuat Arabella menjadi malu dan juga salah tingkah..
Dengan cepat Arabella mencoba membuang wajah nya ke arah samping, rasa nya tidak sanggup jika harus di tatap terus menerus dengan pria setampan Alnord Martinez....
Bisik Alnord tepat di telinga Arabella, membuat Arabella merasakan sesuatu yang sangat geli di sekujur tubuh nya...
"Kau sangat wangi sayang, seperti nya aku mulai kecanduan dengan mu"
"Ahh... jangan seperti ini Al, aku.... aku....
" Biarkan Ara, kita akan mencoba nya sedikit saja....
Cuppp...
Ciuman hangat mulai mereka lakukan, dengan sangat mesra dan juga penuh cinta,
Alnord bersama Arabella kini mereka sama sama telah terbakar oleh cinta yang mereka nyala kan, bagaikan api yang sudah membara dan hidup dengan sangat besar,
Itu lah yang menguasai mereka berdua, bahkan mereka sampai lupa jika saat ini sedang berada di ruang tamu rumah mewah milik keluarga Rodrigues...
Hingga detik kemudian, Tiba-tiba terdengar suara jeritan dari seorang gadis yang baru saja masuk ke dalam rumah...
"Aaakhhh......... apa yang kalian berdua lakukan! ".
__ADS_1
Ucap gadis itu sambil menutup kedua mata nya,
Alnord bersama Arabella langsung terlonjak sangat kaget, bagaimana mungkin mereka melupakan satu orang yang belum pulang dan masuk ke dalam rumah tersebut...
Arabella merasa kalang kabut, dia sungguh malu karena telah terperegok oleh wanita yang lebih muda dari diri nya...
Alnord mencoba untuk tetap santai dan cool, jangan sampai harga diri nya turun drastis di depan adik kecil nya tersebut..
"Alice.... kau dari mana saja, kenapa jam segini baru pulang? "
Tanya Alnord dengan berdiri tegak, dia melipat kedua tangan nya di atas dada seperti seorang ayah yang sedang menghakimi putri nya..
"Kak, jangan bersikap seperti itu, seharus nya Alice yang menghakimi kakak, kakak sedang melakukan apa bersama kakak ipar? ".
Tanya Alice dengan tatapan tajam, Arabella langsung menutup wajah nya,
Sungguh dia benar-benar malu saat ini, mau ditaruh di mana wajah nya di depan sang adik ipar...
Sedang kan Alnord dia langsung bejalan mendekati Alice, setelah itu dia merangkul bahu adik nya sambil menjitak kepada Alice dengan sedikit kuat...
"Aww.... kenapa kakak menjitak kepala ku? "
Tanya Alice tidak Terima..
"Siapa suruh kau menanyakan hal yang tidak boleh kau ketahui, sekarang kau harus melupakan kejadian yang baru saja kau lihat, awas saja jika kau mengingat nya di dalam otak kecil mu itu, maka aku yang akan mencuci otak mu agar bersih kembali"
Ujar Alnord yang tak mau salah, sedang Alice langsung cemberut dengan menatap Alnord tajam...
"Kakak sangat pintar menbuat orang merasa bersalah, padahal seharusnya aku yang marah kepada kakak, karena telah melakukan adegan dewasa di tempat umum, "
"Apa....!! Alice siapa yang mengajari mu mengatakan hal itu? "
"Alice sendiri yang tahu, kak Alice sudah dewasa, sebentar lagi juga tamat sekolah SMA, jadi alice sudah mengerti dengan perbuatan kakak barusan yang kakak lakukan bersama kakak ipar"
"Uh.... dasar bocah bandel, sekarang kau harus tutup mulut, awas saja jika kau mengatakan nya dengan ibu mu yang kepo itu"
"Siap kak, tapi harus ada bayaran nya"
ucap Alice tersenyum sambil menodongkan tangan nya di depan Alnord...
Dengan cepat Alnord mengeluarkan kartu Kredit milik nya, dan memberikan nya ke telapak tangan Alice.. membuat gadis itu langsung tertawa dengan bahagia..
"Haha... terimakasih kakak ku yang baik, aku sangat menyayangi kakak, kaka ipar sekarang bisa lanjut lagi kok, Alice mau masuk ke kamar"
Ucap Alice langsung berlari meninggal kan mereka berdua,
__ADS_1
Sedangkan Arabella mulai menatap Alnord dengan tatapan yang sangat tajam....
"Wah.... seperti nya kekasih ku marah... "