
Hampir setengah jam berlalu, akhirnya masalah yang menerpa mereka bisa selesai juga,
Dan kini para anak buah Alnord sudah mengambil alih sebagai pengganti pembunuh bayaran yang di utus oleh bibi Sonya,
Mereka akan segera menjebak wanita licik itu, agar mau masuk ke dalam permainan nya sendiri..
"Cepat kau telfon nomor bibi Sonya, dan ajak dia bertemu di tempat biasa, ingat Jo..., bersandiwara lah yang baik, agar wanita licik itu tidak merasa curiga"
"Baik bos, kami akan melakukan semua perintah bos"
"Oya, satu lagi Jo, jika bibi Sonya ingin meminta video bukti kecelakaan mobil ku, maka kirim saja video kecelakaan mobil almarhum Arabella yang pernah di lakukan oleh putra nya sendiri, "
"Siap bos, lalu.. bagaimana jika dia ingin melihat wajah bos dan nyonya yang sedang terluka parah?"
"Tampak kan saja foto wajah almarhum Arabella, sedangkan wajah ku, bilang saja jika aku sudah terjepit di dalam mobil tersebut"
"Baik bos, akan kami laksanakan dengan baik"
Ucap Jo di dalam telfon,
"Bagus, jika begitu aku harus pergi sekarang untuk melanjutkan perjalanan ku Jo"
"Iya pergi lah bos, semoga masalah di negara C juga bisa selesai dengan cepat"
"Terimakasih untuk doa nya Jo"
Jawab Alnord tersenyum, setelah itu dia langsung mematikan handphone milik nya dan menatap ke arah Arabella yang sudah memasang wajah penasaran..
"Bagaimana Al? "
Tanya Arabella..
"Sudah selesai, bibi Sonya akan masuk kedalam perangkap kita"
"Benarkah...! malang sekali nasib mu bibi, tapi ini juga kau sendiri yang memilih nya"
"Jangan mengasihani nya Ara, karena aku sudah memberikan kesempatan kepada nya beberapa waktu yang lalu, tapi... jika dia memilih untuk melawan, maka kita harus melawan nya juga Ara"
"Kau benar sayang, bagaimana pun apa yang di lakukan bibi Sonya sudah tidak bisa di maafkan lagi"
"Begitu lah ciri ciri manusia yang tidak pandai bersyukur Ara, mereka lebih memilih hidup susah dari pada hidup dengan keadaan tenang dan damai, Bram... ayo kita lanjut kan perjalanan"
__ADS_1
Ajak Alnord sambil memeluk tubuh Arabella...
Mereka kembali saling berbicara hingga akhir nya mobil Milik Alnord telah tiba di bandara negara A...
Setelah itu, mereka berdua keluar dari mobil, kali ini Alnord tidak akan mengajak asisten Bram, karena dia tahu jika Asisten Bram pasti sudah merasa sangat letih...
"Bram... selama lima hari, kau aku libur kan bertugas, sekarang kau kembali lah ke apartemen mu"
Ucap Alnord membuat Asisten Bram merasa sangat terkejut,
Ada angin apa sehingga bos sombongnya itu memberi kan dia cuti hingga lima hari lama nya, apa kah ini juga berkat sang nona muda
"Tuan muda..! apakah tuan muda sedang serius mengatakan nya? "
Tanya Asisten Bram tak percaya
"Tentu saja aku serius Bram, sekarang kau pergilah, biar aku sendiri yang akan membawa barang barang ku dan juga Arabella"
"Baik tuan, terimakasih tuan muda"
Jawab Asisten Bram tersenyum senang, dengan cepat pria itu langsung masuk kembali ke dalam mobil, sambil melirik ke arah Arabella...
"Terimakasih Nona muda"
Kini Alnord bersama istri nya sudah tiba di dalam pesawat, Arabella bisa mengingat nya jika perjalanan nya kali ini adalah perjalanan diri nya yang ketiga kali,
Alnord duduk di samping tubuh istri nya tersebut, sambil terus menggenggam tangan Arabella erat,..
Sesekali Alnord mencium tangan Arabella, dan jika merasa gemas, maka ciuman itu akan dia arahkan tepat di kedua pipi istri nya tersebut...
mereka menghabiskan waktu di dalam pesawat dengan saling tertawa bersama, Alnord dan Arabella kini sudah lebih mengenal karakter antara satu sama lain,
Jika Alnord sangat mengerti dengan apa yang Arabella butuhkan, maka Arabella juga tak kalah pintar, dia bahkan berhasil membuat seorang bos dingin dan juga sombong itu menjadi seorang pria yang romantis dan penuh senyuman di bibir nya....
****
Sedangkan di tempat lain, anak buah Alnord mulai mengajak bibi Sonya untuk segera bertemu,..
Mereka memilih tempat yang terdapat penjara di dalam nya,
Alnord bertekad akan menyiksa bibi nya agar sadar dengan apa yang sudah dia perbuat..
__ADS_1
Setelah melakukan janjian untuk bertemu, anak buah Alnord langsung bergerak kelokasi ,
Mereka sudah mengirim kan bukti video yang bibi Sonya minta, membuat wanita licik tersebut merasa senang dan amat bangga..
Saat ini bibi Sonya sedang berada di dalam kamar nya, dia bahkan sampai lompat lompat karena merasa sangat kegirangan..
"Hahaha.... akhirnya... akhirnya kalian berdua mati juga, aku benar-benar merasa bahagia saat ini"
Teriak bibi Sonya seperti orang tidak waras, setelah itu dia langsung bersiap siap untuk menemui orang suruhan nya..
Kali ini dia akan pergi sendiri, agar tidak ada orang yang curiga dengan dirinya,
Fikir bibi Sonya, setelah selesai bersiap dia pun langsung keluar dari kamar, dengan langkah sombong bibi Sonya mulai menampakkan ke angkuhan nya yang merasa telah berkuasa..
"Mama...., mama mau pergi kemana? '
Sapa Alice yang melihat mama nya dari kursi keluarga..
Bibi Sonya langsung membuka kaca mata yang dia kenakan, dia tersenyum kecut melihat ketiga orang tua renta yang sedang berada di dekat putri nya saat ini...
" Alice, kau jangan terlalu dekat dengan orang orang yang sudah berbau tanah Seperti mereka bertiga, karena kau masih sangat muda Alice "
Ujar Bibi Sonya menatap remeh..
"Mama... kenapa mama bicara seperti itu, ini kan kakek Alice ma"
Tunjuk Alice ke arah Kakek Martin,
Bibi Sonya langsung tertawa terbahak-bahak, seperti nya keyakinan diri nya atas kematian Alnord dan juga Arabella benar-benar telah membuat rasa sombong dan angkuh nya kembali menjalar keluar..
"Aku tahu jika dia kakek mu Alice, tapi...jangan lupa kan satu hal, jika kakek mu ini sudah bau tanah, dan sebentar lagi akan pergi menyusul anak nya ke alam baka, cih... sungguh kasihan"
Ejek bibi Sonya membuat kakek Martin menjadi meradang, bagaimana bisa mantu nya sendiri merendahkan dirinya di depan tamu dari cucu mantu nya...
"Tutup mulut mu Sonya, kau benar-benar tidak berubah, apa kau tidak malu berbicara seperti itu di depan tamu kita hah! dasar tidak punya etika kau Sonya"
"Hahaha..... Untuk apa aku malu hah pak tua, seharusnya yang malu itu kau, karena suka membeda bedakan aku dan juga anak mu sendiri, lihat saja jika Alnord dan Arabella sudah mati tertelan bumi, maka bersiap lah untuk giliran mu kakek tua"
Teriak bibi Sonya dengan lantang membuat mereka semua sangat terkejut dan juga meradang,
Tak lama kemudian, wanita licik itu langsung meninggal kan ke empat orang tersebut, jangan sampai dia di keroyok oleh putri dan juga ke-tiga tua renta tersebut.
__ADS_1
"Lihat saja, apa yang akan aku lakukan kakek tua" gumam Bibi Sonya masuk ke dalam mobilnya...