
Sedangkan di dalam kamar milik Arabella, saat ini wanita cantik itu sedang berdiri tepat di depan cermin besar..
Arabella menatap kedua pipinya yang ternyata memang berubah bersemu kemerahan, sungguh ini adalah kali pertama nya dia mengalami hal seperti ini, dan entah mengapa Arabella merasakan gugup atas perlakuan Alnord barusan..
"Ya Tuhan..., aku benar-benar terkejut, ternyata begini rasa nya baper, kenapa juga aku menjadi sangat gugup, dan dada ku, berdebar dengan kencang"
Gumam Arabella berbicara sendiri...
Setelah beberapa menit berhasil menetralkan kembali perasaan nya, kini Arabella mulai keluar dari kamar milik nya..
Sesampainya di bawah, sudah terlihat seorang pria yang sedang menatap intens ke arah dirinya yang sedang berjalan menuju kursi tamu...
"Apakah kau baik baik saja Ara? "
Tanya Alnord penasaran, pria itu langsung berdiri mendekati Arabella..
"Ah..., iya aku baik baik saja tuan..,"
Jawab Arabella menunduk, tak lama kemudian tiba-tiba Arabella merasakan jika ada sebelah tangan yang menarik pinggang nya dengan sangat erat.
"Apa kau sudah siap Arabella, hari ini kita akan memulai pembalasan dendam mu, "
Bisik Alnord tepat di kuping sebelah kiri Arabella...
"Iya..., saya siap tuan.. "
Jawab Arabella terbata bata, seperti nya dia harus terbiasa mendapatkan perlakuan yang selalu tiba-tiba, agar dirinya tidak sampai terkena serangan jantung mendadak...
"Bagus, kau harus bersikap layak nya seorang partner bisnis yang merasa terkejut dan kecewa, selebih nya, aku yang akan melakukan penyerangan untuk mereka berdua"
"Hemm... aku mengerti tuan"
"Ya sudah, sekarang ayo kita pergi, aku sudah tidak sabar ingin mengetahui informasi tentang Devian dan juga Alexa"
"Iya, tapi bisakah anda melepaskan tangan tuan dari pinggang saya, seperti nya saya tidak leluasa untuk berjalan seperti ini tuan"
"Oh..., ini salah satu latihan untuk sandiwara kita selanjutnya Ara, mulai sekarang kau harus terbiasa mendapatkan perlakuan mesra dari ku, apa kau lupa jika kita adalah sepasang kekasih di mata publik? "
__ADS_1
Tanya Alnord mengingat kan,membuat Arabella langsung terdiam membeku...
"Jangan khawatir Ara, aku akan melakukan nya dengan sempurna, dan aku yakin kau akan menyukai sikap romantis ku ini"
"Haha.... baiklah terserah anda saja tuan Alnord"
Jawab Arabella pasrah, karena dia sangat sadar jika semua yang di katakan oleh bos nya saat ini, adalah benar ada nya...
Selama 30 menit menempuh perjalanan akhirnya Arabella telah tiba di depan butik milik nya, sebelum pergi Alnord memperingatkan kembali jika setelah ini dia harus melakukan pertemuan darurat kepada Devian Rodrigues, untuk membahas permasalahan yang terjadi pada pagi ini,
Setelah masuk ke dalam ruangan kerja nya, Arabella kembali melihat berita viral yang benar-benar telah menurunkan popularitas dan integritas milik Devian dan juga Alexa...
Arabella tersenyum menyeringai, karena akhirnya dia bisa melihat sendiri kehancuran kedua manusia laknat tersebut..
Tok... tok
"Masuk"
Ucap Arabella mempersilahkan Sekretaris Mega untuk masuk kedalam ruangan milik nya,
"Bagaimana Mega? apakah kau sudah menelfon pihak Rodrigues dengan kekecewaan kita terhadap berita tentang diri nya pagi ini? "
"Sudah nona, saya melakukan semua seperti yang nona perintahkan, dan pihak dari tuan Devian, benar benar meminta maaf karena telah membuat kecewa anda, dan mereka ingin jika kita bisa hadir ke perusahaan cabang untuk ikut melakukan rapat.. "
"Baiklah, jika begitu, sekarang juga mari kita pergi ke cabang perusahaan Rodrigues, aku sudah tidak sabar ingin melihat wajah frustasi dari seorang Devian Rodrigues"
"Siap nona, jika begitu, saya akan segera menyiapkan mobil untuk nona"
"Terimakasih Mega"
"Sudah menjadi tugas saya nona Arabella"
Jawab Seketaris Mega tersenyum...
****
Sedangkan di tempat lain, tepat nya di perusahaan cabang milik Rodrigues yang di pegang oleh Devian, saat ini pria tampan itu benar-benar merasa frustasi dan marah,
__ADS_1
Sejak beredar nya berita Viral tentang pertengkaran nya bersama Alexa, mulai detik itu juga Devian langsung mendapatkan banyak telfon dari semua para penanam saham dan juga partner bisnis yang bekerja sama dengan perusahaan milik nya..
Belum lagi, kemarahan dari sang papa Aaron Rodrigues, yang sedari tadi sudah berkali-kali menghubungi diri nya, dan tidak berani dia angkat..
"Aaaaakkhhhh......., sialan, kenapa aku bisa sampai kecolongan, siapa sebenarnya yang sudah menyimpan video itu, bukan nya aku sudah membersihkan nya saat itu juga, "
Ujar Devian marah dan bingung, dia masih ingat jelas, jika dia dan juga Asisten nya sudah berhasil menghapus semua video dan membeli handphone milik para pengunjung, bahkan dia juga melihat sendiri rekaman CCTV yang sudah di hapus oleh pihak Cafe tersebut. lalu bagaimana mungkin video itu masih tersisa dan bisa keluar dari cafe yang sudah dia awasi dengan ketat...
"Hancur..., bisa hancur karir ku jika begini, sebenarnya siapa yang telah berani bermain main dengan ku, bukan kah aku sudah memeriksa mereka dengan sangat teliti, dan Arabella..., pasti dia sangat kecewa kepada ku, bagaimana jika dia marah dan ingin memutuskan kerja sama ini, ahhh...... dasar bodoh kau Devian"
Ucap nya marah, tak lama kemudian terdengar suara handphone milik nya yang mulai bergetar kembali...
Nama Alexa sudah puluhan kali seliweran di dalam layar handphone milik nya, dan dengan terpaksa Devian pun mengangkat panggilan tersebut...
"Kenapa kau selalu mengganggu ku Alexa, apa kau tidak tahu, jika karena ulah mu, aku sekarang di ambang kehancuran"
Teriak Devian yang sudah mengangkat panggilan tersebut...
"Devian, apa kau kira, kau saja yang sedang frustasi saat ini, aku saat ini benar-benar sedang terjebak Dev, dan kau harus segera menolong ku"
"Apa maksud mu Alexa...! "
"Dev, saat ini aku masih berada di dalam Apartemen, dan aku tidak bisa keluar dari sini, karena para wartawan dan reporter sudah mengepung ku di luar Apartemen Devian, sekarang bagaimana cara nya agar aku bisa keluar dari sini, aku tidak mau terpenjara seperti ini Dev"
Teriak Alexa yang tak kalah frustasi, sedangkan Devian saat ini sedang meremas kuat rambut nya yang mulai acak acakan...
"Apa kau kira kau saja yang terjebak Alexa, asal kau tahu, saat ini aku lebih parah dari mu, seluruh para penanam saham dan juga teman bisnis ku, mereka ingin aku melakukan rapat darurat, apa lagi papa ku, dia sedari tadi terus meneror ku Alexa, apa kau tidak tahu jika aku lebih susah dari pada dirimu saat ini"
"Aku tidak mau tahu Devian, ini semua karena ulah mu, bukan nya kau mengatakan jika sudah mengeluarkan banyak uang untuk menutup mulut para pengunjung cafe serta pemilik nya, tapi kenapa video itu masih ada dan tersebar dengan viral..., bagaimana pun cara nya, kau harus menyelamatkan ku Devian, kau harus membawa ku pergi dari negara ini untuk sementara waktu, aku malu Dev, mereka sudah mengetahui jika aku adalah seorang pelakor, dan aku tidak mau di hujat Devian"
Alexa terus berteriak memaksa Devian, membuat Devian semakin bingung dan frustasi, dia tidak pernah menyangka jika sekali saja perbuatan jelek nya di ketahui oleh publik, maka nama dan juga popularitas yang dia junjung selama ini, akan hancur dalam seketika...
"Bangsat.....
Teriak Devian marah, sambil membanting semua barang yang ada di dalam ruangan kerja milik nya...
Tar......
__ADS_1
tar.....