
Hanya membutuhkan waku singkat, intinya yang berada di bawah kembali menukik tajam dengan sempurna. Entah mengapa, hasrat Eric begitu besar, ia benar-benar menikmati tubuh istrinya karena sangat mempesona baginya.
"Sial, dia hidup lagi," batin Eric, menyematkan senyuman kecut dengan tatapan yang liar.
Lalu, Eric mengeluarkan sesuatu yang dibawah itu, kembali memijitnya secara perlahan-lahan, tangannya kali ini tidak menjalar ke gunung kembar istrinya karena ia sudah puas bermain di sana.
Kini, tangannya kembali mengelus-elus inti istrinya. Mengusapnya secara perlahan dari tempo lambat hingga semakin kencang.
Tanpa sadar Leticia terus berdesahh. Bahkan ia sangat menikmati sentuhan-sentuhan itu tanpa sadar, bahkan area bawah tak terasa sampai basah.
Meski begitu, tetap saja Leticia seperti tidur seperti seekor kebo, dia tak terbangun sama sekali, meski telah disentuh oleh suaminya berkali-kali, apapun yang dilakukan oleh Eric benar-benar membuatnya tidak tersentak sama sekali.
Tak lama, dalam waktu 5 menit, Eric sudah menyalurkan hasratnya, sebuah gumpalan cairan yang berwarna putih pekat dan lengket sudah berada di bawah perutnya karena sejak tadi ia sibuk melakukan senam jari. Kedua tangan dimanfaatkan untuk senam jari di intinya serta milik istrimya.
__ADS_1
Lagi-lagi, Eric segera berlari dan membersihkan diri di dalam kamar mandi. Setela keluar dari kamar mandi, dia pun akhirnya merasa lelah karena sebanyak dua kali menyalurkan hasrat sendiri meski bermodalkan tubuh istrinya.
Akhirnya, Eric yang sudah merasa lelah, merapikan baju Leticia yang tampak berantakan. Baju itu dikibaskan ke bawah untuk menutupi gunung kembarnya dan celananya pun ditarik ke atas agar tidak terlihat milik wanita itu karena jika terekspose lagi akan membuat Eric semakin tergiur.
***
Pagi itu, Leticia terbangun, ia merasakan keanehan pada tubuhnya. Entah kenapa bagian bawahnya seperti merasakan kebanjiran yang belum pernah dirasakan sebelumnya.
"Apa ini, kenapa dalamanku basah sekali," kata Leticia membatin.
Ia benar-benar tidak merasakan keanehan pada tubuhnya meski sudsh melihat ********** basah kuyub.
*mandi kali ah, sampai kuyub hahaha
__ADS_1
Leticia memasukkan dalaman itu pada keranjang kotor, lalu menggantinya dengan yang baru karena dia merasa risih dengan dalaman yang terasa sangat lembab.
"Apa mungkin aku keputihan karena mau datang tamu bulanan?" Leticia semakin larut dalam pikirannya, lalu ia membasuh wajah seakan-akan mengingat mimpi yang dirasakannya tadi malam.
"Astaga! Apakah aku mimpi basah sampai dalamanku basah kuyub? Soalnya tadi malam aku merasakan keanehan sekali, mungkin karena itu aku benar-benar basah pagi ini. Tapi emangnya perempuan bisa merasakan mimpi basah?" batin Leticia kembali bertanta-tanya, ia membenahi rambut agar tertata dengan rapi.
Meski demikian, Leticia tak berprasangka buruk pada suaminya. Leticia akhirnya membuyarkan lamunannya, ia segera keluar dan melihat Eric sudah terbangun dan terduduk di atas ranjang.
"Pagi, Tuan!" sapa Leticia.
Sementara Eric hanya memalingkan wajahnya, ia tak mau menatap wajah Leticia dan ketahuan dengan apa yang diperlakukannya tadi malam.
"Loh kenapa, Tuan membuang wajah seperti itu? Tidak mau menatapku?" protes Leticia, memicingkan mata.
__ADS_1