Pemuas Hasrat Tuan Eric

Pemuas Hasrat Tuan Eric
bab63


__ADS_3

"Oh my God, bisa-bisa ini berdampak buruk bagiku, kalau begitu tolong kamu cari tahu saja siapa perempuan itu. Pasti orang-orang yang ada di klub malam sudah mengetahui tentang aku dan dia!" tegas Varrel seraya memutus sambungan telepon itu secara sepihak.


***


Eric dan Nia berada di salah satu perusahaan yang menjadi target mereka untuk menelisik apa yang terjadi pada perusahaan tersebut. Ternyata perusahaan yang tengah tertimpa masalah adalah Pratama Foodies, di sana terjadi kesalahan produksi makanan sehingga menyebabkan pembelinya mengalami keracunan,!ada satu produk yang gagal dan telah diedarkan ke masyarakat.


Bahkan kabar itu santer terdengar di beberapa media yang sengaja memberitakan tentang adanya anak yang keracunan akibat menyantap snack hasil produksi Pratama foodies. Meski akhirnya, semua produk telah ditarik dari pasaran. Hanya satu orang saja yang menjadi korban karena seharusnya produk itu tidak diedarkan lantaran gagal produksi.


Eric mengumpulkan semua para petinggi yang ada di Pratama Foodies, baik manager hingga direktur, semuanya orang-orang penting yang berperan dalam produksi perusahaan.


Eric semakin kesal karena dampak kesalahan Pratama Foodies semakin mencuat terutama berdampak pada pusat perusahaan. Oleh karena itu, Eric ingin mencarikan solusi yang jelas dan memberikan kompensasi pada anak yang keracunan tersebut. Untung sajac anak itu berhasil diselamatkan dan ia hanya mengalami keram perut setelah menghabiskan snack dari produksi Pratama Foodies.


"Selamat siang semuanya, kalian pasti tahu alasan kenapa saya mengumpulkan para petinggi kantor ini!"


Ucapan Eric lantas membuat suasana menghening. Namun, Direktur bidang produksi langsung meminta maaf atas kesalahan yang terjadi, ia tak menyangka akibat kejadian itu telah mempengaruhi perusahaan pusat yang ditangani oleh Eric sampai saat ini.


"Mohon maaf, Pak! Kami tidak tahu kalau ternyata persoalan berlarut-larut malah mencuat ke publik. Padahal kami sudah menyelesaikannya secara diam-diam, anak itu pun sudah dalam kondisi baik, untuk perawatannya kita melakukan pembayaran secara penuh jadi kesehatannya sudah terjamin hingga saat ini!" ucap Direktur Produksi—Radit.


"Jadi anak itu di mana sekarang? Saya harus menemuinya, meluruskan persoalan ini karena terus berdampak pada nilai saham perusahaan pusat kita, seharusnya persoalan seperti ini tidak sampai mencuat ke media jadinya berdampak kepada perusahaan hingga para pemilik saham sudah protes karena nilai saham terus menurun!" ungkap Eric seraya menatap tajam direktur produksi tersebut.!

__ADS_1


"Iya, kami tidak menyangka ternyata ada salah satu media yang yang menyusup masuk ke dalam perusahaan, ia mendengar bahwa ada laporan dari keluarga anak kecil itu ke pihak polisi dan melaporkan Pratama Foodies. Tetapi kami sudah menyelesaikan secara baik-baik dan laporan itu telah dicabut," beber Radit.


"Jadi di mana anak itu sekarang? Kita harus menjenguknya, mendatanginya karena persoalan ini harus diselesaikan secara baik-baik. Saya tidak ingin persoalan ini semakin membesar!" sergah Eric seraya mendengus kesal.


"Kalau begitu, kami akan antarkan bapak segera ke rumah anak tersebut, karena dia sudah kembali ke rumah dan sudah pulih. Kini, dia jufa bisa bermain seperti layaknya anak biasa, hanya saja persoalan ini terlalu dibesar-besarkan oleh salah satu media," sesal Radit seraya mengernyitkan sebelah alisnya.


"Lalu sejak awal kenapa kalian tidak melaporkan persoalan ini pada saya? Bahkan, saya sendiri sampai tidak tahu apa penyebab terjadinya penurunan nilai saham di perusahaan pusat," protes Eric dengan ketus.


"Pak, kami pikir perusahaan pusat tidak perlu tahu tentang kejadian seperti ini, karena kami sudah menyelesaikannya secara sepihak tetapi ternyata kami tidak menyangka kalau persoalan ini malah mempengaruhi nilai saham utama!" balas Radit.


"Sudah, jangan terlalu banyak berbasa-basi. Saya ingin kalau kita segera ke rumah anak itu, lagipula kita harus memberikan kompensasi yang besar untuk anak itu dan diliput sekaligus oleh Pratama news sehingga media kita akan semakin terangkat!" papar Eric mengarahkan.


Alhasil, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, usaha Eric begitu cepat dan konsisten untuk mengembangkan beberapa perusahaan sekaligus. Oleh karena itu, Eric tak ingin melewatkan kesempatan, ia ingin menaikkan tiga perusahaan sekaligus yakni perusahaan pusat, Pratama Foodies hingga Pratama News yang hampir diambang batas kebangkrutan.


Eric dibawa oleh beberapa direktur,!mereka tiba di rumah anak yang keracunan—Dika setelah 30 menit melalui perjalanan. Eric manatap anak itu dari kejauhan, ia memperhatikan anak itu sudah aktif bermain bersama teman-temannya bahkan tertawa dan menyantap beberapa cemilan yang ada di tangannya.


Lantas para direktur membawa Eric untuk menemui terutama kedua orang tua anak tersebut. Mereka mengagetkan orang tua sang anak, karena tidak menyangka para petinggi dari perusahaan Varrel group tiba berada di rumah mereka bahkan menginjakkan kaki di rumah kecil yang dimiliki.


Tok tok tok ...

__ADS_1


Nia mengetuk pintu dengan kencang, mencari sosok orang tua anak yang mengalami keracunan makanan dari hasil produksi mereka.


"Permisi ... Spada!!" teriak Nia sembari mengetuk pintu berkali-kali.


Seorang wanita muncul dari belakang dan membukakan daun pintu rumah dengan lebar, ia menatap penuh selidik dan memperhatikan orang-orang yang membuatnya terheran-heran. Meski dia tak mengenal Eric serta beberapa pasukan yang datang ke sana. Namun, ada satu direktur yang ia kenali karena direktur itulah yang menyelesaikan persoalan saat kemarin terjadi keracunan makanan pada anak mereka.


"Selamat siang, Ibu Sofi saya bersama petinggi perusahaan termasuk Pak CEO ingin meminta maaf atas kejadian kemarin, kami ingin memberikan kompensasi untuk anak ibu," ucap Radit dengan melayangkan senyuman lebar di wajah.


"Silakan masuk dulu, Pak." Perempuan itu mempersilahkan seluruh orang-orang masuk ke dalam rumah,duduk di ruang tamu, ia menyajikan air mineral serta beberapa cemilan yang memang dibawa oleh perusahaan Varrel group sendiri.


Ibu Sofi juga memanggil anaknya yang tengah asik bermain, ia ingin anaknya itu berkenalan dan bertatap muka langsung dengan Eric apalagi ini adalah kesempatan yang tak pernah disangka-sangka.


"Ini anak yang keracunan kemarin," ujar Ibu Sofi.


"Maafkan kami ya, Dek! Saya tidak menyangka produk kami malah lolos dari quality control. Oleh karena itu saya sudah menugaskan beberapa direktur yang ada di sini untuk mengecek kembali produksi makanan sebelum diedarkan. Kemudian, cemilan yang kemarin kamu makan sudah ditarik dari pasaran," tutur Eric menjelaskannsecara rinci.


"Nggak apa-apa, om. Oh, ya kenalin nama saya Dika baru umur 6 tahun, makanan itu padahal enak sekali loh, Om tapi bikin aku sakit perut," kata Dika dengan polos.


"Maaf, ya, Dek karena itu sekarang Om membawakan ini sebagai pergantian cemilan yang kamu makan kemarin, ini adalah hasil produksi dari Pratama Foodies. Kali ini, semuanya sudah berhasil dari quality control dan dijamin makanan ini aman dan bisa kamu makan sepuasnya." Erik menyodorkan bingkisan besar untuk anak tersebut.

__ADS_1


Sontak saja, beberapa wartawan yang datang beserta fotografer sibuk meliput kejadian itu, mereka ingin menayangkan berita untuk memperbaiki nama baik perusahaan Varrel grup.


__ADS_2