Pemuas Hasrat Tuan Eric

Pemuas Hasrat Tuan Eric
Bab83


__ADS_3

"Halo, Cia sedang apa?" tanya Eric melalui sambungan telepon.


Saat itu, ia sudah duduk di kursi kebesaran, sedang mempersiapkan untuk rapat selanjutnya. Namun, ia ingin memberi kabar pada Leticia karena tadi tidak sempat mengabarinitu pada istrinya, meskipun pada akhirnya ia akan menolak keputusan untuk mendaki gunung karena selama 5 hari, waktunya penuh digunakan untuk bekerja.


Oleh karena itu, Eric sudah merasa lelah saat bekerja di kantor sehingga ia merasa sangat sayang jika menghabiskan waktu liburnya hanya untuk mendaki gunung yang membuat tubuh menjadi sangat lelah.


"Halo, iya, Tuan ada apa?" balas kata Leticia, sembari menormalkan nada suara lantaran ia tidak ingin ketahuan baru saja selesai menangis.


"Aku ingin memberitahumu kalau aku tidak setuju untuk mendaki gunung, lebih baik kalau kita berlibur ke pantai saja," usul Eric dengan kata yang hati-hati karena ia tidak ingin menyinggung Leticia.


"Wah ... sepertinya aku sependapat denganmu karena jika tadinya kamu tidak setuju memang aku ingin menyarankan lebih baik kita pergi ke pantai saja," kilah Leticia dengan cepat.


"Baiklah, nanti bersiap-siap saja, aku akan mencarikan hotel di dekat pantai, kemungkinan kita akan ke pantai terdekat yang berada di Sukabumi karena perjalanannya memakan waktu hingga 4 jam saja," sahut Eric.


"Iya, Tuan nanti aku akan bersiap-siap."


"Kalau begitu, aku lanjut bekerja dulu karena harus melakukan rapat bersama anak perusahaan," pamit Eric, memutus sambungan telepon tersebut.


***


Leticia segera menghampiri Fani, ia segera turun dari kamar menuju kamar Fani yang berada di bawah. Dengan buru-buru, Leticia menuruni anak tangga dengan langkah yang cepat karena ia ingin mengabarkan bahwa mereka akan liburan ke Sukabumi.


Setelah tiba di lantai bawah, respon Fani pun sangat antusias, bahkan ia tidak sabar ingin segera menginjakkan kaki di pasir pantai, dirinya juga merencanakan untuk mengunjungi tempat-tempat yang akan selain pantai terdekat.


"Kapan kita berangkat, Mbak? Malam ini atau besok pagi?" tanya Fani, menatap sang kakak dengan tatapan penuh selidik.

__ADS_1


Namun Leticia tak bisa menjawabnya karena Eric tak membuat keputusan akan hal itu. Tadi pria itu tidak memberitahukan kapan waktu keberangkatan mereka.


Sedangkan, Eric hanya menjelaskan bahwa dia akan memesankan kamar hotel untuk mereka tempati selama berlibur.


"Ehm ... Mbak, juga nggak tahu kapan, mungkin besok kali," sahut Leticia, sembari menggaruk-garuk tengkukyang tidak gatal.


"Tapi lebih baik sekarang packing saja, biar nanti kalau tiba-tiba kita berangkat bisa langsung membawa semua barang-barang," lanjutnya lagi.


"Kalau begitu aku akan siap-siap," jawab Fani dengan semangat.


Leticia pun ke dalam kamar, sementara ia meninggalkan Fani seorang diri. Sebab, Leticia juga ingin mempersiapkan baju-baju miliknya dan milik suaminya agar jangan sampai ada yang tertinggal.


***


Eric mengajak Nia untuk segera menuju ke perusahaan Pratama news karena mereka akan melanjutkan kembali rencana rapat siang ini. Sebab di pratama news, dia ingin berbicara langsung dengan semua karyawan sehingga ia bisa memberikan pengarahan.


****


Hari berlalu dengan cepat, Eric sudah melalui hari-harinya dengan berbagai pekerjaan yang sangat hectic, membuat ia sangat jenuh dan sangat sibuk. Untuk sore ini, bagaimana mungkin ia bolak-balik ke berbagai tempat hanya untuk memenuhi janji meeting bersama para karyawan hingga kolega serta pemilik saham yang sudah mencecarnyanseuak pagi.


Kini, Eric bergegas untuk pulang meski waktu jam pulangnya sudah berlalu beberapa menit yang lalu. Namun rencana pulang itu pun diulur karena ia masih memiliki janji terhadap tentang rencana liburan yang akan dipersiapkannya kali ini.


Eric menghubungi salah satu hotel bintang 5 di kawasan kawasan Sukabumi saat masih duduk di kursi kebesarannta, lantaran ia sudah bolak-balik menelusuri tempat yang sangat cocok untuk dijadikan sebagai tempat liburan yang romantis yang akan dinikmatinya bersama Leticia.


Satu pilihan tempat itu sangat cocok untuk honeymoon sepasang suami istri. Oleh karena itu, dengan suasana yang cocok dan menduk.ng untuk pasangan suami istri makanya Eric tertarik untuk melakukan pembookingan.

__ADS_1


Sebab, Eric akan memanfaatkan itu, mungkin saja ia akan semakin bergairah jika terus bersama-sama dengan sang istri. Pada sore itu Eric sudah melakukan pemesanan untuk 3 kamar sekaligus yaini dua kamarnuntuk adik iparnya dan satu untuk kamar akan digunakan untuk dia dan Leticia.


Tak lupa, Eric juga memesankan kamar khusus untuk pasangan suami istri yang seakan-akan baru melaksanakan honeymoon, berbagai hiasan dan pernak-pernik Eric pesankan agar membuat kamar itu tampak romantis. Ia juga memesankan kolam renang khusus dengan dibubuhi berbagai kembang yang ditata sedemikian rupnuntuk pemandian mereka nanti.


Eric semakin yakin jika dia akan memiliki peluang untuk mendekati istrinya. Bahkan dia sudah mempersiapkan rencana bagus untuk honeymoon yang diam-diam dilakukan olehnya seorang diri. Siapa tahu, ia juga bermimpi bahwa malam itu nantinya bisa mendapatkan penyatuan yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya.


Impian Eric hanya satu, yaitu sangat ingin menyentuh tubuh wanita itu dan dia ingin Leticia menyerahkan tubuhnya sepenuhnya secara sadar. Setelah memesankan hotel, lalu Eric bergegas pulang.


Padahal selama di kantor, Nia masih sengaja menunggu hingga dia keluar karena Nia tidak berani pulang lebih dulu jika bosnya tidak sekarang keluar dari ruangan.


Saat itu, Eric berjalan dengan cepat, ia menuju ruangan pintu ruangan dan keluar dengan terburu-buru.


"Kenapa dari tadi tidak pulang, Nia?"


"Saya kan nunggu, Bapak pulang, saya memastikan Bapak benar-benar sudah selesai bekerja. Siapa tahu masih ada yang Bapak butuhkan," sahut Nia seraya menatap datar wajah Eric.


"Tidak kok, semua pekerjaan sudah selesai dan kamu sudah boleh pulang," balas Eric, kemudian berjalan dengan terburu-buru meski Nia mengekkorinya dari belakang agar keluar bersama-sama.


"Buru-buru sekali, Pak?" singgung Nia, saat jarak diantara mereka terpaut cukup jauh.


"Hari ini saya ingin segera berangkat ke Sukabumi makanya saya buru-buru untuk mengejar waktu agar tidak terlalu malam," jawab Eric dengan suara yang sedikit terengah-engah.


"Apa ada meeting dadakan, Pak di sana tanya Nia, memicingkan mata.


"Tidak ada, hanya saja saya ingin berlibur dengan keluarga jadinya saya tidak ingin terlambat apalagi ini sudah menjelang malam," tambah Eric.

__ADS_1


"Oh ... selamat bersenang-senang, Pak!" imbuh Nia dengan tersenyum lebar meskipun pria itu memunggunginya.


Keduanya masuk ke dalam lift saat pintu telah terbuka lebar, mereka bergerak dengan cepat menuju lantai terbawah. Lalu, Eric bergegas keluar setelah pintu lift yang terbuka dengan lebar. Ia pun berjalan menuju perparkiran dan berpisah dengan Nia—Sekretarisnya saat berada di depan koridor perkantoran, keduanya pergi setelah masing-masing berpamitan antara satu sama lain.


__ADS_2