
Perlahan-lahan Eric meraba-raba kaki Leticia, memijat dengan lembut alih-alih untuk membuat wanita itu kehilangan rasa pegal-pegalnya tetapi ia menikmati sentuhannya sendiri.
Leticia menatap Eric yang sangat fokus melihat seluruh kakinya. Bahkan ia merasa keenakan mendapat pijitan yang diberikan oleh suami kontraknya hingga ia merasakan sayup-sayup di kedua pelupuk mata. Entah mengapa ia menyandarkan diri di tumpukan bantal.
Tak lama, Leticia pun malah tertidur pulas padahal waktu itu masih sore hari dan harusnya dia masih menunggu hingga jadwal makan malam tetapi sentuhan Eric membuatnya terasa semakin larut dalam tidurnyq.
Eric awalnya tidak sadar ketika Leticia sudah tertidur pulas hingga saat ia menoleh ternyata netranya menatap wajah Leticia yang cantik sudah larut dalam tidur nyenyak itu.
__ADS_1
Erik akhirnya memanfaatkan kesempatan itu, ia memijit perlahan-lahan kaki Leticia bahkan hingga meraih paha dan pangkal paha wanita itu.
Aksinya membuat dirinya sendiri tergiur, ua sangat susah sekali menelan saliva yang bergumul di pangkal kerongkongan. Oleh karena itu, ia pun melanjutkan sentuhannya hingga menyentuh area yang paling terdalam milik Leticia karena saat itu tangannya tengah berada di kedua sisi paha wanita itu.
Meski Leticia nyenyak dalam tidur pulas tetapi ia sempat mengerang keasikan. Ia bahkan menggigit bibir bawahnya dengan lembut sembari merintih menikmati sentuhan suaminya. Hal itupun membuat Eric semakin bergairah, ia lantas mengelus-elus area yang paling sensitif milik perempuan itu.
Tak puas, karena tadi terhalang celana yang dikenakan oleh istrinya. Oleh karena itu Eric pun meraih dengan menyimpan dibalik celana dan mengusapnya dengan lembut.
__ADS_1
Lumatann yang diberikan oleh Eric bak disambut oleh Leticia, keduanya terikat dalam pagutan dan bahkan mereka tak mau salimg melepas. Eric dengan santai menjelajahi rongga mulut sang istri, sembari tangannya sibuk di bawah sana menyentuh area yang sangat dia idamkan.
Eric tak mau melepaskan pagutannya, ia ******* semakin dalam dan menjelajahi rongga mulut milik perempuan itu, lidahnya semakin lihai bergerak mengitari seluruh rongga mulut milik Leticia. Sementara Leticia tampak larut dalam ciuman yang diberikan suaminya, ia tak sadar tengah menikmati ******* yang dilayangkan oleh Eric. Bahkan ia mengira bahwa yang saat ini terjadi adalah lagi-lagi sebuah mimpi basah hingga membuatnya benar-benar basah.
Eric tak kuasa menghentikan sentuhannya, ia memanfaatkan kesempatan yang hanya tersisa beberapa jam sebelum makan malam dimulai. Tangannya kini beralih ke sepasang gunung kembar milik perempuan itu, merematnya dengan lembut perlahan dengan mengitarinya.
Tak lupa setelah pagutan mereka berdua terlepas, kini ia beralih untuk menyesap pucuk gunung kembar, bahkan kepalanya bersembunyi di balik pakaian Leticia karena saat itu Leticia mengenakan piyama yang cukup longgar sehingga kepala Eric bisa berhasil tersimpan di dalam sana.
__ADS_1
Perlahan-lahan, Eric membasahi pucuk gunung kembar itu, melumattnya dan merematt hingga menyesap dengan sangat lembut. Ia bahkan sangat larut dengan setiap sentuhan yang dia berikan pada Leticia, hal itu membuatnya merasa candu dan ketagihan.
Hingga rasanya ia tak mau melepaskan gunung kembar yang sangat menggiurkan baginya. Sepasang gunung kembar yang sangat berisi membuat Eric merasa ketagihan.