
Saat Eric menuju kamar mandi, tiba-tiba Leticia terbangun dengan mata terbelalak lebar, sebab ia merasakan keanehan pada tubuhnya.
Ia seakan ingin melanjutkan dan mendapatkan sentuhan yang lebih dalam, namun saat ia membelalakkan mata serta mengedarkan pandangan, justru dirinya tidak melihat Eric berada di sampingnya.
Hal itu pun membuat Leticia merasa aneh, sepertinya ia berpikiran hanya larut dalam mimpi basah lagi.
"Sial ... perasaan apa ini, mengapa aku sering sekali mimpi basah seperti ini."
Leticia memastikan bahwa Eric benar-benar tidak ada di sana, sehingga ia mengintip dari balik celana dan ternyata benar dugaannya bahwa celana hintga ********** itu telah basah kuyub.
Kenapa mimpi basah Itu tampak terasa nyata sekali, aku benar-benar menikmati sentuhan!
Leticia meraung dalam batin lantaran ketagihan akan sentuhan itu. Ia semakin kacau dan penasaran, anehnya dalam mimpi tak jelas wujud pria yang mencumbunya.
Hanya berlangsung 5 menit, Eric keluar dari dalam kamar. Ia saling menatap dengan Leticia, keduanya tampak kikuk dan kaku. Entah mengapa suasana tiba-tiba menjadi canggung apalagi Leticia ia khawatir bahwa celananya akan terlihat basah sehingga dia menutupi dengan selimut yang ada di atas ranjang..
Eric melenggang layaknya pria gagah seperti biasanya, ia berpura-pura tidak pernah terjadi apapun. Kemudian ia mendekati Leticia dan menyinggung sesuatu.
"Cia, ayo kita makan malam," ajak Eric, menatap lekat istrinya.
Sementara Leticia tampak sangat canggung sekali, ia tak berani menatap mata kedua manik indah milik suami kontraknya.
"Ya, Tuan lebih baik kamu duluan saja ke meja makan, nanti aku menyusulmu karena aku ingin ke kamar mandi dulu, buang air besar," kilah Leticia, berharap pria itu akan berlalu pergi sehingga ia bisa berlari ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Keinginan Leticia seakan terjawab Eric pun mengangguk tanpa mengatakan apapun, lalu ia meninggalkan Leticia seorang diri di dalam kamar. Tak berselang lama, Eric berjalan keluar menuju meja makan, melihat kesempatan itu Leticia kian berlari sekencang mungkin.
Sesaat setelah ia memastikan bahwa Eric sudah benar-benar pergi dengan melihat pria itu sudah keluar dari balik pintu.
Di kamar mandi, Leticia sangat terkejut melihat celana yang sangat basah, ia jadi merasa tidak nyaman karena dalaman itu benar-benar sangat lembab sehingga membuatnya merasa risih. Leticia segera melepaskan celana itu dan membasuh area yang terintim miliknya.
Selain itu, dia juga menggunakan handuk menuju kamar mandi, setelah membuka pintu ia memastikan kembali bahwa Eric tidak ada di dalam kamar. Hal yang pertama kali dilakukan adalah, ia terlebih dahulu mengunci pintu kamar agar Eric tidak bisa menerobos masuk sembarangan ke dalam kamar.
Leticia pun buru-buru mengganti piyama dengan yang baru karena ia merasa sangat risih saat masih menggunakan piyama itu.
Ini aneh sekali, rasanya mimpi basah benar-benar nyata, kenapa aku bisa mendapatkan mimpi seburuk itu!
Leticia membatin saat menatap lekat lekat isi dalam lemari sembaru mencari piyama yang cocok dan sangat mirip dengan piyama sebelumnya yang ia kenakan. Saat itu, ia menemukan satu piyama yang benar-benar mirip hanya warnanya sedikit lebih gelap.
Rasanya aku bisa malu kalau sampai tuan Eric mempertanyakan mengapa aku sampai mengganti baju ini.
Kemudian Leticia buru-buru menuju meja makan setelah menyelesaikan pemakaian baju dengan lengkap, lalu sebelum ia tiba di meja makan, perempuan sederhana itu memastikan kedua adiknya juga sudah berada di sana.
Ternyata benar dugaannya kalau Fani dan Fano sudah bersama Eric untuk memulai santapan makan malam itu.
"Maaf aku terlambat," singgung Leticia seraya menatap dengan tatapan yang datar.
Eric dan adik kembarnya hanya membalas tatapan itu dengan wajah yang sangat sangat datar tetapi Eric pun memecahkan keheningan, lalu mengajak semuanya untuk menyantap makan malam yang sudah tersaji di meja makan.
__ADS_1
"Oke ... kalau semuanya sudah lengkap, ayo kita langsung makan saja!" titah Eric, lalu mengambil sebuah piring dan mengisi dengan satu sendok nasi.
Kali ini, ia mengisi sendiri karena tidak ingin merepotkan Leticia apalagi letak piring itu tidak jauh dari posisi tangannya.
Sedangkan Leticia, kini merasa harap-harap cemas, jika sewaktu-waktu akan dicecar oleh Eric mengapa hingga selama itu berada di dalam kamar bahkan dirinya juga takut Eric akan mencurigainya mengapa sampai mengganti baju miliknya sebelum makan malam berlangsung.
Makan maam pun mulai menyatu di dalam ruangan itu, kemudian Eric tampak menyeringai seraya tersenyum dengan tipis, ia merasa memiliki kemenangan tersendiri setelah mengetahui kalau Leticia sudah mengganti baju.
Bahkan, Eric juga merasa puas dan bangga sekali, sudah membuat perempuan itu tampak memenuhi hasratnya, tetapi ia merasa kecewa lantaran dirinya sendiri belum terpuaskan hasratnya.
Leticia adalah satu-satunya perempuan pemuas hasrat Tuan Eric. Oleh karena itu, bagaimanapun yang terjadi, Eric tetap harus memenuhi nafsunya dengan memuaskan sendiri sesaat menyentuh tubuh yang mulus milik sang istri kontrak. Kini, saat berada di meja makan, ia juga sudah memikirkan rencana yang matang untuk malam nanti.
Namun, satu hal yang tak bisa ditolak oleh Eric yakni Leticia juga tak bisa menahan hasratnya, perempuan itu layaknya wanita pada umumnya, ia mengikuti alur permainan yang diberikan oleh Eric bahkan sangat menikmatinya.
Itulah yang membuat Eric tampak was-was dan hati-hati, sebab ia merasa terganggu saat tubuh Leticia bergerak ketika mendapatkan sentuhannya. Entah mengapa, Leticia seakan-akan merasa sadar apalagi momen yang diberikan oleh Eric sangat intim. Oleh karena itu Eric pun harus hati-hati karena jika sewaktu-waktu Leticia terbangun, ia bisa-bisa saja terpergok oleh istrinya.
Makan malam berlangsung dengan sangat kondusif, tidak ada satu orangpun yang berani membuka mulut di saat mereka berada di meja makan. Kemudian Eric pun beranjak setelah menyelesaikan makan malam, ia bergegas kembali ke kamar tanpa mengajak istrinya.
Sementara Leticia justru dengan santai walaupun melihat suaminya telah pergi. Meskipun ia memang belum menyelesaikan makan malam karena masih menikmati beberapa makanan yang dihidangkan oleh para maid.
Setelah setelah memastikan kepala rumah tangga itu pergi dari ruangan makan, Leticia memberi pesan kepada para maid agar mereka menghabiskan makanan yang masih ada di meja makan. Sebab, dirinya tak ingin makanan itu terbuang sia-sia padahal nyatanya di luar sana banyak yang masih sulit untuk mendapatkan makanan.
"Mbak Dei, nanti ajak teman-teman yang lain untuk makan malam dan habiskan saja makanan ini, jangan khawatir!" tutur Leticia dengan lembut, kemudian ua pun berpamit pergi dari meja makan serta mengajak kedua adiknya agar kembali ke kamar masing-masing.
__ADS_1