
Eric melajukan mobil dengan kecepatan sedang, ia menikmati perjalanannya kala memasuki senja hari. Saat itu, suasana semakin syahdu saat matahari sudah meredup dan menghilang dari pandangan diatas langit sehingga membuat suasana semakin gelap.
Entah mengapa, Eric merasa bersemangat menuju pulang ke rumah, namun ia menyesalkan jika mereka berangkat di malam hari, sayangnya Eric karena tak akan memiliki kesempatan untuk menyentuh tubuh istrinya dengan waktu yang luang yang penuh.
Sebab, selama masa perjalanan mereka membutuhkan waktu selama 4 jam berturut-turut, tetapu waktu itu akan disempatkan Eric untuk beristirahat. Ia akan memerintahkan seorang supir untuk menyetir selama di perjalanan.
Sore itu, Eric susah payah memikirkan bagaimana ia caranya bisa menyentuh tubuh istrinya jika mereka nantinya tiba di hotel saat dini hari. Namun ia memastikan bahwa kesempatan itu pasti akan ada peluangnya, ia tetap percaya diri meski dengan waktu dan tempat yang sangat terbatas untuk memuaskan hasratnya.
***
Di dalam kamar Leticia sangat semangat untuk menyiapkan baju-baju miliknya ke dalam koper, tak lupa ia juga menyiapkan baju milik Eric agar pria itu nantinya hanya tinggal membawa tubuhnya saja. Leticia sengaja memanggil seorang maid untuk ikut membantunya karena walaupun berlibur hanya dalam 2 hari tetapi ia membutuhkan baju yang banyak sebagai gantinya setelah bermain di tepi pantai.
Apalagi mereka akan memiliki waktu luang untuk bermain-main di pantai sehingga bajunya tentu akan basah terus-menerus. Tak hanya itu, Leticia juga mempersiapkan berbagai dalaman yang sangat seksi, ia berharap diperbolehkan memakai bikini saat berada di dalam pantai bisa menggunakannya sebagai bikini meskipun sebenarnya Eric tidak ada hak untuk mengizinkan atau tidak.
Leticia sangat ingin mengenakan bikini tersebut. Untung saja ia sudah memiliki bikini-bikini itu dari hasil belanjaannya sejak lama, Leticia sangat suka mengoleksi bikini lantaran dia memiliki tubuh yang sangat ramping dan mulus.
Sangat cocok jika menggunakan bikini uang seksi, meski banyak orang yang akan menyaksikan. Oleh karena itu, Leticia pun memiliki kesempatan untuk memakai bikini favoritnya saat berada di pantai. Selama ini bikini-bikin itu dipakai hanya untuk dalaman saja tetapi kini ia akan menunjukkannya di depan umum.
Sebenarnya Leticia memiliki rasa malu apalagi nantinya akan dicecar oleh suaminya sendiri. Namun yang pasti Leticia tetap harus meminta izin pada Eric karena kini status mereka adalah sepasang suami istri. Mereka sudah terikat kontrak dan tidak boleh melakukan sesuatu apapun tanpa seizin pasangan masing-masing.
**
__ADS_1
Fani berlari menaiki anak tangga, ia menuju kamar di lantai 2 yautu kamar yang paling besar sebagai kamar utama milik tuan rumah. Fani kemudian mengetuk pintu dengan kencang, ia membutuhkan sesuatu sehingga harus menanyakan langsung pada sang kakak.
Tok tok tok ...
Suara ketukan pintu mengalihkan pandangan Leticia, untuk saja ia sudah menyelesaikan seluruh packingan semua baju, berkat bantuan seorang pembantunya, seluruh baju sudah tertata dengan rapi di dalam satu koper yang besar karena cukup menampung semua isi baju miliknya dan milik Eric.
Leticia memerintah seorang maid tadi untuk membukakan pintu kamar.
"Mbak Dei, tolong bukakan pintu kamar," kata Leticia.
Dei pun beranjak, ia juga membuka pintu dengan lebar, lalu Fani berlari menghampiri sang kakak. Saat itu, Dei masih berdiri di ambang batas pintu, sementara ia menatap Leticia dari kejauhan menunggu perintah dari Leticia untuk menyuruhnya pergi dari kamar ituu.
Namun ternyata Leticia sangat mengerti apalagi seluruh packingannya telah selesai dibantu oleh sang maid tersebut. Sehingga Leticia mengusir Dei dari dalam kamar, sebab Fani juga ingin mengatakan sesuatu padanya.
"Baik, Nyonya. Permisi Nyonya, Non!" Dei pun berlalu pergi sembari menutup pintu kamar dengan rapat hanya tinggal Fani dan Leticia yang berada di dalam kamar.
"Wah ... gila, ternyata kamar ini sangat luas sekali. Apa boleh aku beneran masuk ke dalam kamar ini, Mbak?" ujar Fani karena ia merasa tidak enak jika berada di ruang private milik kakak dan iparnya.
"Boleh kok, pembantu saja boleh kenapa kamu tidak boleh!" sergah Leticia menatap sengit sang adik.
"Aku baru pertama kali masuk ke dalam kamar ini, ternyata sangat luas, kamarnya pun begitu mewah, dilengkapi furniture yang sangat bagus dan mahal. Oh, iya, aku ke sini ada perlu sesuatu," kata Fani, sembari mengedarkan pandangan.
__ADS_1
"Ada perlu apa, Fan? Sini duduk dulu di dekat Mbak."
Leticia tampak duduk di lantai karena ia baru saja menyelesaikan packingannya, Fani pun mendekati sang kakak untuk segera duduk di samping Leticia.
"Kita kan mau ke pantai nih, sementara Fani nggak punya bikini sama sekali. Apa Mbak punya bikini yang baru gitu? Siapa tahu kita bisa pakai bikini di pantai bersama-sama," celetuk Fani dengan pikirannya yang sangat erotis.
Leticia pun sampai bergeleng-geleng kepala, ia tak menyangka adiknya ternyata memiliki pikiran yang sama dengannya, saat mereka berada di pantai ingin memakai bikini dan memperlihatkan body mereka yang ramping dan mulus.
"Mbak kemarin juga baru beli bikini kok, mungkin saja cocok denganmu, apalagi ukuran kita kan sama," papar Leticia seraya menatap kedua manik indah milik adik perempunnya.
"Pinjem dong, Mbak atau berikan aja untukku, nanti Mbak kan bisa beli yang baru lagi," sosor Fani, dengan semangat menggebu-gebu.
"Apa kamu tidak malu kalau memakai bikini di depan umum seperti itu?" balas Leticia, dengan tatapan penuh selidik.
"Kenapa harus malu, kan kita sedang berada di pantai jadi sah-sah saja kalau kita memakai bikini, orang sesuai tempatnya kok," sergah Fani dengan segala pendapatnya.
"Ehm ... Mbak, juga berniat pakai bikini sih saat di sana, entah kenapa pengen sekali menggunakan bikini yang Mbak koleksi selama ini. Mbak sangat menyukai bikini apalagi semenjak menikah dengan mas Eric, Mbak bisa bebas memilih bikini-bikini yang cantik dan menggemaskan. Oleh karena itu Mbak juga sudah memasukkan bikini ke dalam koper dan nantinya akan dipakai saat berada di pantai," jelas Leticia dengan panjang lebar sekaligus menyematkan senyum yang lebar pada Fani.
"Tuh kan, Mbak aja sudah berniat untuk memakai bikini. Aku juga mau dong, Mbak!"'seru Fani, dengan semangat yang berkobar.
Leticia pun beranjak menuju lemari, ia mengambil sepasang bikini yang akan diserahkan kepada Fani, bikini berwarna fuchisia yang terang benderang tetapi sangat cantik dan seksi. Bikini itu sepertinya sangat cocok jika digunakan oleh Fani karena hanya memperlihatkan area kaki dan tangannya saja jadi sedikit lebih tertutup.
__ADS_1
"Ih cantik sekali sih, Mbak," puji Fani seraya merebut bikini itundari tangan Leticia.
"Iyalah cantik, kan belum pernah dipakai, makanya karena cantik Mbak beli," sahut Leticia dengan tatapan datar.