Pemuas Hasrat Tuan Eric

Pemuas Hasrat Tuan Eric
bab67


__ADS_3

Erik baru saja tiba di kantor. Ia bersama rombongan sudah berpisah sejak beberapa menit yang lalu, rombongan yang pertama memang sudah diantarkan kembali ke Pratama news, sementara rombongan kedua kembali ke Pratama Foodies. Saat di Pratama Foodies, Eric mengendarai mobil sendiri sampai ke kantor bersama Nia.


Saat tiba di kantor, Eric buru-buru menuju ruangan kerja, ditemani oleh Nia yang mengekori dari belakang. Langkah kaki Eric begitu lebar sehingga Nia tak mampu menandingi langkah bosnya, beberapa karyawan kerap menyapa pimpinan merka, Eric saat melintas dari koridor kantor hingga lantai teratas.


"Nia untuk hari ini sudah tidak ada rapat lagi kan?" cecar Eric, menatap sekretarisnya dengan datar sebelum masuk ke dalam ruangan.


"Sudah nggak ada kok, Pak! Hari ini cukup untuk melanjutkan kegiatan saja dan tidak ada rapat apapun, paling Bapak tinggal menyelesaikan berkas yang sudah menumpuk di meja," jelas Nia.


"Kalau gitu saya masuk dulu, saya akan kembali melihat dan memastikan pratama news menerbitkan artikel kejadian tadi sehingga bisa segera berdampak pada nilai saham perusahaan."


"Iya, Pak!" Nia akhirnya bisa duduk di meja kerja yang berada di depan ruangan sang bos dengan tenang.


Ceklek ...


Eric menarik handle pintu, lalu masuk ke dalam ruangan. Ia menghempaskan bokongnya di atas kursi kebesaran. Kemudian dia menatap dengan kesal berkas-berkas yang sangat menumpuk di atas meja kerja, yang belum tersentuh sama sekali kali. Eric harus fokus mengentaskan pekerjaan yang tertunda, lantaran harus mengunjungi anak yang terkena keracunan makanan. Seharusnya, waktu yang sudah disiapkan untuk mengurus pekerjaan di kantor pusat menjadi kini malah jadi terbengkalai.


Jam sudah menunjukkan pukul 2 siang,!bahkan Eri, sampai lupa untuk menyantap makan siang. Sejak tadi ia tengah sibuk menandatangani beberapa berkas sehingga membaca berkas-berkas yang harus di approve-nya untuk segala persetujuan CEO dalam kegiatan apapun yang diselenggarakan oleh perusahaan.


Krook ... Krook ...


Suara keroncongan memecahkan keheningan di ruangan itu, suara dari dalam perut mulai terdengar bergejolak hingga membuat Eric akhirnya tersadar kalau ia belum menyantap makan siang.


Para cacing mulai meronta-ronta meminta segera diberikan makan, akhirnya Eric pun berteriak memanggil Nia dari dalam ruangan.


Untung saja perempuan itu mendengar teriakannya karena suara Eric sangat kencang, begitulah jika saat merasa kelaparan pasti rasanya ingin sekali mengamuk dan mengomel-ngomel.

__ADS_1


"Nia ... Nia ... Sini!"


Eric berteriak sembari memijat-mijat pelipis, ia tengah merasakan pusing karena kelaparan. Karena sejak beberapa jam yang lalu, ia sama sekali belum menyantap makan siang. Soal kegitan kunjungan membuatnya lupa akan makan siang, bahkan tak ada satupun petinggi dalam rombongan yang menyinggung untuk makan siang karena mereka tidak berani sama sekali.


tok ... tok ...


Nia datang, lalu mengetuk pintu agar diizinkan masuk oleh Eric. Sontak saja, Eric langsung mempersilahkan sekretarisnya untuk masuk ke dalam ruangan. Nia berdiri di ambang batas pintu dan kemudian menghampiri Eric serta menanyakan keperluan sang CEO.


"Ada apa, Pak?" Nia menatap tajam kedua manik indah sang Bos yang duduk di hadapannya hingga menunggu jawaban pria itu.


"Kenapandari tadi kamu tidak menyiapkan makan siang apapun untuk saya. Sekarang saya merasa lapar sekali bahkan saya sampai lupa untuk menyantap makan siang!" tegur Eric, sembaru menatap tajam ke arah sekretarisnya.


Padahal, Nia sendiri sampai lupa untuk menyantap makan siang, apalagi jika harusbmengingat jadwal makan siang sang Bos. Nia belum bertanya pada petugas kanting mengapa tidak mengirimkan makan siang ke ruangan CEO.


Nia bahkan tidak memesan makanan apapun karena memang pihak kantin perusahaan setiap harinya mengirimkan makanan sesuai tepat waktu. Biasanya jika terlambat makanan diantar, Nia pun sangat cekatan untuk menghubungi pihak kantin perusahaan sehingga langsung diantarkan makan siang.


"Yasudah, sana! Cepat kamu pesankan makanan untuk saya karena saya sudah lapar sekali!" titah Eric dengan ketus, ia merasa kesal karena sejak tadi belum makan apapun.


"Ya, Pak sebentar lagi saya akan kembali ke sini. Saya akan pesankan makanan dulu dan menanyakan pada petugas kantin." Nia pun berlalu pergi dari ruangan.


Kemudian, ia menghubungi pihak kantin melalui sambungan telepon. Meminta agar makan siang segera diantarkan khususnya dua makanan untuk bos dan dirinya sendiri.


Di dalam ruangan, Eric yang tengah kelaparan sempat memikirkan sang istri. Ia bahkan kepikiran untuk menanyakan apakah Leticia sudah makan siang atau belum karena perempuan itu sibuk berada di luar rumah. Eric khawatir pada istrinya karena tidak ada maid yang melayaninya hingga menyebabkan perempuan itu kelupaan seperti yang dirinya alami saat ini.


Saat Eric menatap ponsel, tidak ada lagi notifikasi. Ia ingin menghubungi Leticia tetapi rasanya enggan sekali.

__ADS_1


Apalagi tidak ada keperluan yang mendesak, akhirnya Eric memutuskan kembali menyimpan ponsel di dalam laci meja kerja. Lalu, ia melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda sembari menunggu makan siangnya tiba.


***


Seorang petugas kantin membawakan satu bungkus makanan yang berisi makanan milik Erik dan Nia. Petugas itu berlari dengan kencang agar tidak terlambat karena pesan dari Nia seharusnya makanan itu dikirimkan sejak tadi.


Tetapi kini bosnya sampai marah besar tidak ada makanan yang data. Nia sendiri juga sampai lupa akan hal itu.


"Selamat siang, Bu maaf saya terlambat mengirimkan makanan, sebenarnya tadi memang sudah ada petugas yang mengirimkan makanan ini tetapi karena Bapak dan Ibu tidak ada di tempat jadinya kami membawa kembali makanan ini," tutur petugas kantin dengan jelas.


"Pak Bos tadi sedang kerja di luar kantor. Begitu juga dengan saya sehingga sayanjadi tidak ingat untuk makan siang. Akibatnya bos dan saya sendiri belum makan siang hingga akhirnya pak bos merasa kelaparan. Dia mengomeli saya tapi untung saja kamu segera datang jadi saya bisa menyerahkan makanan ini," kata Nia panjang lebar, kemudian meraih kantongan plastik yang disodorkan oleh petugas itu.


Lalu, petugas kantin itu berpamit pergi.


Tok ... tok ...


Nia mengetuk kembali pintu ruangan Eric dengan kencang. Dalam satu kali ketukan Eric sudah menjawab dan memerintahkan Nia untuk masuk ke dalam karena Eric tahu bahwa dia sudah membawakan makanan.


"Ini, Pak makanannya. Silakan dinikmati." Nia meletakkan kantong plastik berada di atas meja makan yang ada di ruangan itu, memang ruangan Erik sangat luas.


Ia memang sengaja menyiapkan kusus meja makan kecil untuknya saat menyantap makan siang ketika berada di dalam kantor.


"Kalau begitu kamu juga lanjutkan saja kegiatanmu, jangan lupa makan siang," tutur Eric seraya beranjak dan mendekati meja makan yang tak jauh dari meja kerjanya.


Nia pun berlalu pergi, sedangkan Eric segera menyantap makanan.

__ADS_1


Di meja kerja, Nia juga tampak buru-buru menghabiskan makan siang agar pekerjaannya masih bisa dilanjutkan kembali.


__ADS_2