Pemuas Hasrat Tuan Eric

Pemuas Hasrat Tuan Eric
Bab77


__ADS_3

"Ah ... justru aku sangat senang bisa membantumu karena meskipun kamu hanyalah seorang istri kontak tapi setidaknya status kita adalah sepasang suami istri," tutur Eric, membalas senyuman dari sang istri.


"Baiklah, kalau begitu aku pamit tidur duluan Tuan. Anda jangan tidur terlalu malam karena besok harus kembali bekerja," pesan Leticia mengingatkan.


"Iya, tenang saja aku akan segera tidur ketika kamu sudah tertidur lelap!" jawab Eric.


Kemudian Leticia memulai menyipitkan kedua bola mata, lalu tak berselang lama karena memang dia benar-benar merasakan kelelahan, akhirnya Leticia pun tertidur dengan nyenyak. Bahkan suara dengkuran dari mulut dan hidung terdengar sangat jelas di telinga Eric.


Alhasil, pria itupun bergeleng-geleng kepala seorang diri melihat istrinya yang merasa sangat lucu.


"Kenapa kamu gemas sekali sih!" tutur Eric, lalu mengelus-ngelus pucuk kepala sang istri tanpa sadar ia mendapatkan kenyamanan saat menyentuh kepala perempuan itu.


Tak berselang lama, Eric pun masih menatap iPadnya karena ia masih menunggu momen yang tepat untuk menyentuh istrinya yang sangat cantik, lalu ia juga memastikan artikel yang sudah dikirimkan oleh direktur Pratama news sudah terbit di website yang mereka sediakan. Eric pun membacanya bahkan menyebarkan link itu di berbagai media sosial miliknya.


Tak disangka, antusias masyarakat di negara ini ternyata sangat menyukai berita tersebut. Beritanya benar-benar dikemas dengan bahasa yang baku dan mudah dimengerti.


"Bagus juga ini beritanya, kalau begini terus bisa-bisa grafik untuk kunjungan website ini akan terus meningkat," batin Eric seraya mengangguk-angguk seorang diri.


Artikel itu adalah artikel pertama yang merupakan terbitan dari Pratama news karena mereka baru beranjak untuk mengembangkan perusahaan itu lagi. Eric juga berharap bahwa Pratama news segera berkembang. Setelah artikel itu ditayangkan, beberapa lama kemudian, artikel-artikel lain pun muncul untuk memenuhi beranda pada website tersebut.


Banyak masyarakat yang mengapresiasi tindakan Eric yang sangat terpuji bahkan terlihat sangat banyak para pembaca yang mengomentari artikel yang diterbitkan tentang Dika serta kompensasi yang diberikan oleh Varrel grup, seketika Eric pun merasa tersanjung dan merasa seperti pria yang keren apalagi ia mampu memikat hati para pembaca sehingga kegiatannya itu pun sangat bermanfaat.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan pekerjaan, kemudian Eric berlalu untuk menatap istrinya yang tengah diam dan tak bergerak sedikitpun, perempuan itu sangat menikmati tidurnya pada malam ini. Ia bahkan baru kutik meski Eric sempat mengguncang tubuhnya.


Nah, saat itulah, Eric memanfaatkan situasi setelah memastikan istrinya benar-benar pulas, akhirnya ia mulai bergerak lagi kembali memuaskan hawa nafsunya yang tertunda tadi sore.


Eric menyentuh tubuh itu, menggerayanginya dengan perlahan-lahan, lalu ia semakin larut dengan sentuhannya sendiri. Tidak ada rasa ketakutan bagi Eric meski ia sedang menikmati sentuhan yang dia berikan pada wanita itu.


Malam itu berujung hingga Eric memuaskan hasratnya, ia mencumbu berkali-kali tubuh wanita itu mulai dari leher jenjang hingga seluruh tubuh wanita itu, kemudian ia pun merasa puas karena Leticia benar-benar memuaskan hasratnya. Ia berhasil mengeluarkan benih-benihnya di atas perut sendiri setelah melakukan pijitan yang penuh kelembutan.


Erik merasa kesal jika terus-menerus harus melakukan usaha sendiri untuk memuaskan hasratnya tetapi tidak ada jalan lain karena tidak mungkin ia meminta haknya sebagai seseorang suami pada perempuan yang hanya tercatat sebagai seorang istri kontrak saja.


Meskipun mereka terlibat dalam pernikahan kontrak, memang sudah menjadi keputusan bahwa sampai kontrak berakhir, Eric tidak akan menyentuh perempuan itu.


Itulah yang membuat Eric tetap menjaga wanitanya bahkan tidak melakukan penyatuan sama sekali, padahal sebenarnya ia bisa saja memaksa Leticia untuk berhubungan dengannya tapi ia lebih memilih menghormati hubungan mereka agar pernikahan itu benar-benar selesai sesuai dengan waktu yang disepakati.


***


Malam pun berlalu dengan cepat, Eric tiba-tiba terbangun karena terik matahari yang menyinari depan jendela hingga menusuk ke pelupuk matanya, itulah yang membuat ia terbangun dan tersadar.


"Awww ..." pekik Leticia, berteriak dengan kencang karena melihat tubuh suaminya yang terekspos dengan sempurna, dada bidang itu membuat Leticia tampak terkejut.


Baru kali ini dia benar-benar melihat tubuh polos suaminya meski bawahannya tertutup dengan selimut, Leticia pun ingin memastikan tidak terjadi apapun padanya, pikirannya juga sudah melantur kemana-mana. Ia khawatir bahwa Eric sudah melakukan sesuatu pada dirinya.

__ADS_1


"Kenapa anda setengah telanjang!" cecar Leticia, menatap suaminya dengan tatapan menyelidik.


Bibirnya terasa kaku dan takut dengan jawaban yang akan dikeluarkan oleh Eric


Pria itu lantas terbangun dan mendudukkan tubuhnya, ia menatap Leticia dengan mata yang masih sayup-sayup, terkadang membuka dan kembali menutup. Namun akhirnya ia menyadarkan diri dan membelalakkan kedua bola mata, mengusap bola mata itu dan menguceknya dengan penuh kelembutan.


"Ehm ... sorry, tadi malam aku merasa kegerahan sehingga aku membuka baju!" jawab Eric dengan santai, padahal nyatanya ia lupa dan sangat malas untuk mengambil baju yang berserak di atas lantai.


Oleh karena itu, setelah ia membersihkan diri di kamar mandi, dirinya langsung saja tidur hanya mengenakan celana saja.


"Tapi anda tidak berbuat yang aneh-aneh padaku, kan?" seru Leticia seraya meraba sekujur tubuhnya tetapi ia tidak merasakan keanehan.


"Ya, enggaklah! Emangnya aku seburuk itu!" desah Eric dengan nada yang sinis sembari mengusap wajahnya dengan kedua tangan


"Lantas apakah anda pakai celana?" tanya Leticia memastikan kembali bahwa suaminya benar-benar tidak berbuat sesuatu padanya.


Eric menyibakkan selimut yang menutupi area tubuh bawahnya, kemudian Leticia tersenyum dan merasa lega setelah melihat celana itu terpasang dengan rapi.


"Syukurlah, lagi pula untuk apa tuan muda seperti Tuan Eric mau menyentuhkan. Mana mungkin dia bisa jatuh cinta dengan wanita miskin sepertiku. Jadi tidak mungkinlah dia mau menyentuhku. Apalagi aku sepertinya tidak sesuai dengan kriterianya," batin Leticia, yang larut dalam pikirannya sendiri.


"Buruan sana ke meja makan, pastikan kalau makanan sudah tersaji, jangan lupa seduhkan kopi untukku. Aku ingin segera mandi!" kata Eric menegaskan, lalu ia beranjak dari atas ranjang dan kemudian berjalan menuju kamar mandi.

__ADS_1


"Iya, Tuan ... ma–maaf tadi aku sudah menuduhmu yang bukan-bukan," sesal Leticia dengan terbata-bata, ia jadi merasa tidak enak hati karena menuduh yang tidak-tidak pada suaminya.


Eric hanya menatap sengit wajah wanita itu, tetapi pikirannya justru malah menertawai Leticia. "Ak memang sudah menyentuhmu!" kecam Eric, seraya tersenyum sinis saat melirik perempuan itu.


__ADS_2