Pemuas Hasrat Tuan Eric

Pemuas Hasrat Tuan Eric
bab90


__ADS_3

Leticia justru merasa kecewa, entah mengapa di dalam mimpinya ia juga sudah tidak dapatkan sentuhan lagi dari siapapun. Namun matanya tidak bisa membuka seperti ada yang menghalangi. Sementara Eric baru saja memuncarkan benih-benihnya di sana, lalu ia bergegas berlari ke dalam kamar mandi.


Sebelumnya ia membersihkan benih-benih yang ada di dalam perut istrinya menggunakan baju yang tadi ia kenakan.


Eric pun berlari sembari membawa baju tersebut. Ia membasuh tubuh hingga baju bekas membersihkan benihnya di bawah shower agar tidak ketahuan dengan bau menyengat dari baju tersebut. Tak lama, ia membersihkan diri sendiri hingga selesai.


Namun rasanya Eric kurang puas, ia ingin sekali merasakan penyatuan secara sadar, entah bagaimana caranya ia bisa mendapatkan tubuh itu secara utuh. Kini, itulah hal yang dipikirkan Eric saat dia telah sibuk membersihkan diri di dalam kamar mandi.


Sementara tubuh Leticia berdesir merasakan hawa dingin, ia tak sadar kalau kini sedang tidak mengenakan pakaian apapun. Meski matanya terpejam dengan erat, namun secara tidak sadar ia meraba-raba di atas ranjang untuk mencari selimut dan menariknya kembali sehingga bisanmenutupi tubuh ramping itu dengan selimut tebal yang ada di sana.


Selain itu, tak berselang lama Eric pun keluar dari dalam kamar mandi. Ia memunguti baju yang berserakan di atas lantai, lalupertama-tama yang ia lakukan adalah memakaikan baju istrinya agar tidak ketahuan. Sementara dirinya masih tak mengenakan pakaian apapun. Ia hanya menutupi bagian bawahnya menggunakan sehelai handuk agar nanti jika terbangun, jadi ia bisa berdalih bahwa baru saja menyelesaikan ritual pemandian karena merasa gerah malam ini jika sewaktu-waktu terpergok oleh sang istri.


Usailah sudah Eric memuaskan hasratnya, ia benar-benar merasa senang malam ini, nafsunya yang sangat bergairah telah ia limpahkan pada wanita itu. Dan kini ia sudah merasa lelah dan ingin segera beristirahat menikmati malam indahnya.


Setelah itu, lantaran sudah larut malam, Eric akhirnya tertidur dan larut dalam tidurnya setelah ia mengenakan sepasang piyama yang ia ambil dari dalam koper. Kemudian ia menarik selimut dan memeluk istrinya meski nantinya akan mendapat cecaran dari wanita itu saat mereka terbangun pagi nanti.


***


Tepat jam 4 pagi, Leticia terbangun secara tiba-tiba, ia menatap langit-langit kamar kemudian menoleh ke arah samping dan melihat suaminya yang tertidur dengan sangat pulas. Untung saja pelukan Eric sudah terlepas karena secara tidak sadar Eric melepaskannya.

__ADS_1


Hal yang pertama Leticia lakukan adalah melihat jam yang masih melingkar di tangan, saat itu sudah jam 4 pagi, ia pun beranjak dari atas ranjang.


Tak berselang lama, ia segera masuk ke dalam kamar mandi dan bergegas mandi karena rasanya sangat penat jika dia tetap tidak merasakan air untuk membersihkan dirinya karena saat dalam perjalanan ia sudah merasa lelah. Mungkin saja ia kan kembali segar bugar setelah menikmati mandi pagi ini.


Hanya dalam waktu 10 menit, dia sudah keluar dari kamar mandi, hal yang pertama ia lakukan adalah memakai baju dan mengeluarkan bajunya dari dalam koper sebelum pria itu terbangun bahkan Leticia tanpa ragu-ragu untuk memakai bajunya di dalam kamar karena ia tahu bahwa Eric sedang tertidur pulas.


Ia memakai di depan pria itu, bahkan ia sengaja menghempaskan handuk sebelum memakai bajunya, sementara tiba-tiba ternyata mata Eric terbelalak lebar seakan-akan dia memiliki batin tersendiri.


Betapa senangnya hati Eric mendapati pemandangan yang pertama kali ia lihat adalah pemandangan naked istrinya tanpa mengenakan sehelai benang pun. Ia melihat tubuh wanita itu dari belakang tampak seksi dan menggiurkan seketika Eric pun dengan susah payah menelan saliva.


Leticia Justru dengan santai saja memakai seluruh dalaman hingga bajunya dengan lengkap. Ia tak peduli karena tak tahu kalau ternyata Eric sedang mengintip dirinya tanpa mengenakan baju apapun. Kini dia sudah berpakaian lengkap dan Eric pun merasa kecewa lantaran pemandangan itu telah berakhir.


"Tuan, bangunlah ... sebentar lagi kita harus menyaksikan sunrise, katanya anda ingin menyaksikan itu jadi bergegaslah bangun," titah Leticia, saat berbisik di tepi telinga suaminya, sontak hal itu membuat bulu Eric meremang seketika.


Leticia tak pernah berpikiran aneh-aneh, ia tak tahu kalau dengan berbisik di telinga itu membuat suaminya malah merasakan kegelian dan nafsunya yang kian berkobar.


"Sialn... masih pagi tapi dia membuat sesuatu yang dibawah sana menukik kembali dengan tajam." Eric menjadi kesal saat pagi-pagi begini karena ia ingin mendapatkan sentuhan Leticia, apalagi ingin mendapatkan penyatuan yang nyata namun hal itu tidak mungkin dipinta secara terang-terangan oleh Eric.


Saat Leticia masih berbisik di telinga suaminya karena pria itu tak kunjung terbangun, akhirnya ia pun berkata dengan suara yang cukup keras. "Tuan, bangunlah."

__ADS_1


Namun wajah Leticia justru berhadapan dengan wajah Eric, keduanya tak memiliki jarak sehingga saat Eric membuka mata dengan lebar, hal yang ia lihat pertama kali adalah wajah istrinya yang sangat dekat hingga membuat jantungnya berdegup dengan kencang sekali.


Lagi-lagi, Eric kembali menelan saliva yang memenuhi kerongkongan. Ia seketika menatap wajah cantik yang jaraknya sangat terkikis, bahkan rasanya ia ingin menyambar bibir istrinya dengan cepat dan larut dalam buaiyan ******* yang sangat panas.


"Sial ... pagi-pagi begini apa dia sengaja menggodaku!" seru Eric dalam batin, lalu menatap muka wanita itu.


Namun Leticia yang merasa canggung tiba-tiba mendorong mendorong tubuhnya agar segera menjauh dari tatapan pria itu, suasana yang terlihat sangat canggung sekali bahkan Leticia terlihat kikuk sehingga memalingkan wajahnya dengan cepat.


"Tuan, anda sudah bangun?" tanya Leticia dengan suara yang parau, ia sengaja mengalihkan pikiran Eric karena terlihat sedang menatapnya dengan tajam saat tadi.


"Ehem ... ia aku baru bangun," jawab Eric dengan suara baritonnya.


"Segeralah mandi kita akan segera berangkat," ucap Leticia, kemudian Eric pun mengangguk tanpa mengucap apapun.


Tak lama kemudian ia beranjak dari tidurnya, hal yang pertama ditatap oleh Leticia adalah baju Eric yang sudah berganti karena tadi malam ia sangat yakin kalau suaminya itu belum mengganti baju sama sekali.


"Loh ... kenapa baju Tuan beda selakali? Tadi malam anda kan masih menggunakan baju kasual sama seperti saat berangkat dari rumah. Apa dia sempat mengganti baju semalam?" batin Leticia sembari menatap punggumg pria itu.


kasih like, komentar, vote dan hadiahnya kak!! lagi mager update nih,,, yuk kasih semangat buat othooorrr

__ADS_1


__ADS_2