Pemuas Hasrat Tuan Eric

Pemuas Hasrat Tuan Eric
bab89


__ADS_3

Di atas ranjang, Leticia sudah menarik selimut dengan perlahan-lahan, sebab ia merasakan hawa dingin dari dari AC yang menyala dengan suhu yang sangat rendah. Kini, Leticia sengaja menutupi tubuhnya dengan selimut yang tebal untuk menghangatkan.


Kemudian hanya membutuhkan waktu 10 menit, wanita itupun sudah larut dalam tidurnya sehingga membuat Eric tampak tersenyum penuh kemenangan dan menyeringai dengan senang hati.


Eric pun melepaskan seluruh bajunya, ia melemparkan semua baju hingga celana yang menempel di tubuh kekar itu. Kali ini, Eric ingin merasakan sensasi yang berbeda dengan menelanjangii tubuhnya sendiri.


Kemudian, ia lantas mencium wanita itu tanpa mengenakan apapun, karena ia juga akan mendapatkan tubuh Leticia seutuhnya. Selain itu Eric juga memastikan bahwa Leticia benar-benar tidak sadarkan diri dengan cara mengguncangkan tubuh wanita itu berkali-kali, bahkan ia juga memanggil nama Leticia dan ternyata dugaan yang benar kalau perempuan itu sedang tertidur pulas.


Eric yakin kalau istrinya benar-benar merasa ngantuk dan lelah sehingga ia benar-benar pulas tidur pada malam itu. Setelah ia melucuti seluruh baju miliknya, kini ia bergantian beralih menyibakkan selimut yang dipakai oleh Leticia.


Tak lama, ia sengaja menaikkan suhu AC agar perempuan itu tidak merasa kedinginan sehingga nantinya malah terbangun dari tidurnya. Kemudian Eric juga melepaskan seluruh baju hingga dalaman perempuan itu, ia melemparkan ke segala arah dan tak peduli bahwa jika sewaktu-waktu wanita itu akan terbangun.


Eric merasa yakin jikalau Leticia memang terbangun, ia akan mengaku bahwa dirinya sudah mencintai sang istri dan akan bersikap serius pada pernikahan mereka. Tak hanya itu, Eric juga semakin merasa senang saat melihat tubuh wanita itu tak lagi berbalut sehelai kain pun.


Matanya menatap penuh binar, nafasnya pun mulai memburu setelah ia memberikan kecupan-kecupan kecil di leher jenjang wanita itu. Ia mengecup leher jenjang milik istrinya serta mencumbunya dengan lembut. Lalu, mengungkung tubuh wanita itu dengan penuh pesona.


Di sisi lain, Leticia bahkan tak sadar, lagi-lagi ia merasakan keanehan dalam mimpinya bahkan di dalam mimpi itu ia tak melihat sosok pria yang tengah menyentuhnya. Perempuan itu seakan menikmati sentuhan yang diberikan Eric, apalagi semakin larut dan semakin mengikuti tiap sentuhan yang diberikan oleh suaminya.

__ADS_1


Kemudian Eric semakin larut dalam sentuhannya, meski Leticia berada di bawah kungkungan pria itu, ia tampak tidur dengan pulas serta wajah yang datar. Namun wajah itu seketika berubah saat Eric terus saja melayangkan sentuhan pada wanita itu, sontak Leticia bak tersenyum-senyum sendiri menikmati sentuhan yang diberikan oleh suaminya.


Sementara, lain hal dengan apa yang ada di dalam pikiran Eric. Ia tak peduli apapun reaksi Leticia,bsatu-satunya hal yang ada di dalam pikirannya yaitu bagaimana caranya Eric bisa memuaskan hasrat yang tadi sempat tertunda.


Kini, ia ingin meluapkan semua rasa kerinduan, kekesalan serta rasa candunya yang semakin meluap menjadi satu dan menggebu-gebu. Dengan memberikan sentuhan itulah, sehingga membuat Eric merasakan ketagihan dengan sangat membara.


Eric sekarang beralih setelah menyelesaikan cumbuan di leher jenjang istrinya, ia juga sengaja meninggalkan sedikit jejak pada leher itu. Namun bukan di depan leher wanita itu karena ia khawatir akan di akan disadari oleh istrinya saat nanti terbangun. Tetapi, Eric sengaja membuat tanda cintanya di samping leher yang berada di bawah telinga istrinya.


Kemudian, Erik beralih untuk membasahi kedua telinga istrinya, menjulurkan lidah dengan sangat seksi. Ia mengitari telinga itu hingga membuat Leticia meremang seketika.


Bahkan, tangannya pun bahkan bergerak memegang kedua dada bidang milik suaminya, tanpa sengaja merabanya hingga menimbulkan sensasi berbeda bagi Eric. Kemudian, tanpa sadar Leticia menyentuh pria itu. Saat itu juga, ia mengalungkan tangannya di atas leher suaminya. Hingga merasa semakin larut dalam mimpinya dan merasa semua yang terjadi saat ini hanyalah sekedar mimpi belaka.


Eric kini selesai membasahi kedua kuping wanita itu, nafsunya semakin tinggi. Ia kembali mengarah ke kedua bibir tipis milik istrinya. Melumaatnya secara perlahan dan membasahi kedua bibir bibir itu dengan salivanya. Tak hanya itu, ia juga melumatt bibir itu semakin lebih dalam.


Waktu berlalu, Leticia semakin larut dalam mimpinya.!Ia juga menggerakkan kedua bibirnya mengikuti arah permainan yang diberikan oleh Eric, menjelajahi rongga mulut wanita itu bahkan hingga 5 menit lamanya pagutan mereka tak terlepas. Eric sangat menikmati lumatann yang ia berikan saling bertukar saliva hingga Leticia pun semakin bergairah.


Selain itu, meski tangan kedua tangan Leticia melingkar di leher Eric, justru itu tak menghalangi aksi Eric untuk memuaskan hasratnya.

__ADS_1


Belum puas sampai disitu, kini tangan Eric melayang menuju kedua gunung kembar tersebut. Ia mengitari gunung kembar itu, lalu merematnya dengan lembut hingga semakin kencangx membuat Leticia merintih tiada henti. .


"Ah ... sial kenapa makin nikmat sekali," gumam Eric seraya semakin larut dalam sentuhannya, ia tak lupa yang ada di bawah sana pun sudah menangkik dengan tajam dan sekpurna.


Kini, Eric kembali dengan sengaja menyentuh dan saling mempertemukan milik mereka berdua. Walaupun ia hanya bermain di luar seraya bergoyang ke atas ke bawah untuk memuaskan gencatan senjata tempurnya.


Eric pun sengaja hanya bermain di luar saja dengan bokong yang berayun-ayun ke atas hingga ke bawah. Sementara, di atas sana, pagutan bibir mereka baru saja terlepas. Akhirnya Eric beralih ke sepasang gunung kembar, ia menyesapnya dengan serius mengitari kedua pucuk gunung kembar itu dan membasahinya dengan lidah yang menjulur.


Ia bahkan asik bermain di atas pucuk gunung kembar itu. Keduanya sama-sama saling menikmati, kenikmatan sesaat itupun hingga membuat tubuh Leticia bergelayut manja secara tak sadar.


Tapi meskipun tak sadarkan diri, tubuh Leticia bergerak naik turun ke atas mengikuti permainan yang diberikan oleh suaminya. Tak lama rasanya Eric sudah tak sanggup lagi menahan hasratnya. Ia ingin sekali melakukan penyatuan namun lagi-lagi kalau ia tersadar bahwa pernikahannya hanyalah sebuah pernyataan kontrak.


Oleh karena itu, ia juga tak mau membuat hidup dari Leticia hancur jika pernikahan itu tak dilanjutkan. Tapi karena sudah tak kuasa menahan hasratnya, akhirnya ia melakukan pijitan kecil seperti biasa dengan kedua tangan.


Seketika, ia melepaskan tangan dari gunung kembar itu, lalu beralih ke yang paling intim. Eric sengaja mengucurkan benih-benihnya di atas perut sang istri dan setelah ia berhenti memberikan sentuhan pada Leticia membuat Leticia tampak kesal dalam tidurnya.


"Sayang!" seru Leticia dengan mata terpejam.

__ADS_1


__ADS_2